Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 81. Ulang Tahun Cath



Cath menghapus air matanya yang turun membasahi pipi mulusnya. Ia tak menyangka jika tahun ini ia kembali dapat merayakan ulang tahunnya bersama Bie dan Dimas.


Dua kali ulang tahunnya terlewati tanpa sahabatnya itu. Tahun ini ia merasa lebih istimewa karena Bie ternyata adik kandungnya.


Rasanya Cath tak ingin waktu berakhir. Ia hanya ingin meminta waktu yang akan datang dapat mengulang kebersamaan ini terus.


Bie meminta Cath meniup lilin. Setelah lilin di tiup Cath berdoa. Ia mengambil krim kue dan mengolesnya pada pipi sang adik.


"Terima kasih adik kecilku," ucap Cath terbata karena menahan tangis.


"Aku bukan adik kecil. Aku udah punya anak kecil, loh."


"Itu karena kamu hebat. Kecil-kecil udah memiliki anak kecil," ucap Cath sambil menangkup kedua pipi adiknya dan mengecup dahinya.


Cath bahagia, akhirnya impian Cath untuk memiliki adik terkabul. Walaupun Bie tidak bisa setiap saat bersamanya, tapi tak mengurangi rasa gembira.


Dari dulu ia selalu minta pada orang tuanya seorang adik sebagai teman bermain. Ke dua orang tuanya tak pernah mengabulkan. Akhirnya semua terjawab karena mami yang masih trauma kehilangan anak sehingga ia takut hamil lagi.


Ingin rasanya Cath mengulang waktu, pasti akan sangat menyenangkan jika saat kecil dulu ia dan Bie bersama. Pasti Cath tidak akan merasa kesepian.


Bie mengajak Cath ke meja yang telah ia pesan. Di atas meja tersedia semua menu yang Cath sukai. Matanya kembali berkaca, ia terharu karena Bie selalu ingat semua hal mengenai dirinya, walau hubungan mereka sempat renggang.


Mereka berempat makan dengan lagaknya. Persahabatan yang telah mereka jalin membuat tak ada rasa canggung lagi diantara mereka walau status telah berubah.


Bie yang paling banyak makan. Cath melihat adiknya itu dengan tersenyum. Ia heran dengan tubuh Bie, walau makan banyak, tapi tak akan membuatnya gemuk.


"Jangan terburu makannya. Tak akan ada yang mencuri," ucap Cath melihat Bie makan dengan lahap.


"Enak banget, Kak." Cath menghapus mulut Bie yang belepotan.


"Kamu hamil," bisik Cath.


"Kenapa Kakak tanyakan itu?"


"Makanmu lahap benar."


"Nggak mungkin, aku minum pil KB."


"Aku kira hamil. Udahlah, aku juga nggak ngerti sih karena belum pernah merasakan."


"Keen, apa mungkin aku hamil?" tanya Bie. Keen yang sedang makan tersedak.


"Emang kenapa?" tanya Keen.


"Kak Cath tanya, mungkin aku hamil karena makanku banyak. Kamu ingat nggak, jika aku pernah lupa minum pil sebulan yang lalu. Tiga hari aku tak meminumnya," gumam Bie. Tapi suaranya masih dapat di dengar yang lain.


"Horee, aku punya ponakan lagi." Cath langsung mengecup kedua pipi Bie.


"Aku doakan anak kamu nanti kembar tiga. Biar rame. Nanti Barra bisa untukku."


"Barra akan tinggal denganku. Kamu akan memiliki bayi, nanti kasihan Barra jadi dicuekin."


"Aku belum tentu hamil," ucap Bie cemberut.


"Hamil aja, biar rumah ramai dengan suara tangis."


Bie pura-pura cemberut dan marah. Padahal dalam hatinya ia senang mendengar ucapan Cath yang mengatakan akan mengasuh dan menjaga Barra jika ia hamil.


Sebenarnya Bie tak ingin secepatnya hamil tapi jika itu emang benar, ia akan menerima semua dengan senang hati.


Setelah makan malam Bie dan Keen kembali ke kamar. Tinggallah Cath dan Dimas berdua. Dimas mengambil sesuatu dari kantong jasnya. Ia menyerahkan satu kotak hadiah pada Cath.


Cath tersenyum melihat Dimas yang salah tingkah saat memberikan kado itu. Ia tak mengatakan apa-apa hanya mengulurkan pada Cath.


"Ini apa?" tanya Cath pura-pura tak mengerti.


"Menurut kamu apa? Kadolah!"


"Untuk aku?"


"Kalau bukan untuk kamu, siapa lagi? Disini hanya ada kamu dan aku."


"Terima kasih. Boleh aku buka?"


"Silakan!" ucap Dimas.


Cath membuka kado perlahan. Setelah kotak dibuka, terlihat jam tangan yang sangat indah di dalamnya. Ada satu lembar surat didalamnya. Cath mengambilnya.


Aku tahu kata maaf ini tidak mampu untuk menebus kesalahanku. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kalau apa yang aku lakukan ke kamu itu tulus. Maafin aku.Permintaan maaf ini memang tak ada artinya, dibandingkan dengan apa yang telah aku lakukan, tapi tetap saja, aku tahu bahwa kamu memiliki hati yang pemaaf, pengertian dan tidak akan membiarkan rasa benci dan marah itu tetap ada diantara kita. Bagaimana aku mengucapkan kata-kata, "Maafkan aku" ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk meminta maaf ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diri sendiri? Sekali lagi maafkan aku. Aku akan tetap meminta maaf, maaf dan maaf sampai kamu benar-benar melupakan semuanya dan dapat mengulang persahabatan kita seperti dulu lagi.


Cath melihat kertas itu dan memasukkan ke dalam kotak jam tadi. Cath tersenyum pada Dimas.


"Aku telah melupakan semuanya. Aku setuju kita memulai dari awal lagi. Lupakan semua yang pernah terjadi. Aku juga banyak melakukan kesalahan. Manusia nggak ada yang sempurna."


Dimas berdiri dari duduknya dan memeluk Cath. Tindakannya itu membuat Cath heran dan memandangi Dimas dengan wajah cengo.


Bersambung


Selamat siang semuanya. Mama gemoi kembali lagi. Jangan pernah bosan membaca novel mama ya!. Sambil menunggu novel LOVE IS RAIN update, mama kenalkan novel teman mama di bawah ini.



Mampir juga di novel ini.