LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH

LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH
Yura



Attention Please! Cerita ini hanya fiktif belaka.😁


06:00 AM


Aku sudah di meja makan duluan, hanya untuk sarapan.


"Pagi sekali," ucap Han menghampiriku yang duduk di meja makan.


"Ini hanya kebiasaan," jawabku.


"Ya sudah, berangkat sekarang, pembina sudah di ruangan," ucap Han sambil mengambil sepotong roti lalu keluar menuju mobil.


Aku hanya menaikkan alisku dan mengikutinya ke mobil.


...


Sampai di kampus tidak ada yang aneh sama sekali, semua berjalan dengan baik kurasa...


09:00 AM


"Hari ini terakhir kita pembinaan, semoga besok semuanya berjalan dengan baik," ucap Han sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.


"Iya-iya-iya," jawabku sambil mengangguk. Kami berdua dan 3 temannya Han sedang ada di kantin.


"Kalian belum saling kenal bukan? Ini waktu yang bagus untuk berkenalan." Han menatapku dan aku menatapnya sebentar lalu memandang ke arah teman-teman Han secara bergantian.


"Aku Gillbert," ujar laki-laki rambut pirang.


"Panggil aku Jack," lanjut laki-laki dengan rambut agak kecoklatan


"Aku Shino," ucap laki-laki di depanku. Responku hanya mengangguk.


"Aku Blyss," sahutku terakhir dan menatap mereka satu persatu.


"Mereka bertiga tahu cukup banyak tentangku," bisik Han kepadaku.


Untuk apa dia memberi tahu hal itu padaku? Aku terdiam.


"Baiklah, aku dan Blyss akan pulang untuk mempersiapkan diri, kalian juga lebih baik pulang. Nantikan ada pekerjaan lagi di kampus, sampai ketemu nanti sore," ujar Han sambil menarik belakang bajuku.


Apa yang Han pikirkan? "Tidak perlu menarik ku seperti itu. Aku bisa jalan sendiri," ucapku sambil menghempaskan tangan Han saat kami sampai di koridor. "Duluan saja. Aku mau ke kamar kecil." Aku langsung pergi untuk ke kamar kecil.


Saat aku akan menuju mobil, ada yang menarik tanganku dan menarik ku sampai di bawah tangga lalu mendorongku sampai punggungku terbentur sedikit. "Akkh, siapa ini? Sungguh, dia perempuan, tangannya halus."


"Berani sekali kau seperti ini! Dibayar berapa kau oleh Han?! Sampai kau mau jadi j*l*ngnya dan dibawa ke rumahnya! Jawab aku berapa dia membayarmu!! Hah??! Jawab aku! Jawab aku Blyss!!" Bentak perempuan yang ada di depanku dengan mata marah dan nafas yang tak beraturan.


"Rupa-rupanya ada kesalahpahaman di sini," pikirku sambil menatap matanya yang sedang membendung air mata. Aku belum menjawab apapun, akan berbelit-belit jika aku luruskan kesalahpahaman ini. Aku masih diam karena aku masih memikirkan bagaimana lepas dari manusia ini tanpa membunuhnya.


"Kau tidak mau bicara yah?? Kurasa dengan menamparmu aku bisa membuatmu bicara."


Hah? Logika macam apa itu? Bukankah kalau pipi sakit itu akan menambah rasa malas untuk bicara? Ahhh, aku baru terpikir. Hanya hentakan agar aku memohon kepadanya untuk tidak menamparku, tapi sayangnya aku tidak takut tentang hal semacam ini.


Sebelum tangan perempuan itu mengenai pipiku, ada yang menahan tangannya dari belakang. Aku hanya menaikkan alisku, aku tahu itu tangan Han, tanpaku sadari aku memperhatikan tangannya. "Mau apa kau? Lebih baik kau pikirkan lagi apa yang mau kau lakukan tadi," ucap Han seraya melepas tangannya lalu menarik tanganku menuju mobil.


"Aku sudah melihatnya dari tadi, dia terus mengikuti kita, kupikir dia mengikutiku.. ternyata malah kau yang targetnya. Kau tidak kaget atau terluka?"


"Aku sudah terbiasa dengan hal semacam ini, tapi jika hal seperti di taman terjadi, aku sangat takut dengan itu. Tapi akan kucoba untuk tidak takut."


(Taman. Pakaian Hoodie hitam. Penyelinap. Mengikuti.)


"Dia..perempuan itu..namanya siapa? Dan. J*l*ng? Sepertinya dia salah paham sangat tinggi padaku," tanyaku pada Han, itulah yang masih berputar di kepalaku saat ini. Dan, perempuan inilah yang kulihat di kantor Han saat itu.


"Yura, seharusnya kau ingat dia,'kan? Bukankah dia sahabatmu?"


"Kau tahu dari mana? Sejauh apa kau tahu tentang kehidupanku?"


"Lupakan," singkat Han.


Aku kesal, tapi di sisi lain rasa geli memenuhi tubuhku saat mendengar kata Nashimira. Beruntungnya aku, aku masih bisa menyembunyikan rasa ingin tertawa ini. Yura Nashimira adalah teman pertama yang aku punya atau bisa disebut sahabat.


"Saat aku mulai kuliah dia pacaran denganku. Tapi kurasa dia hanya memanfaatkan ku, mulai dari ketenaran, kekayaan dan kurasa bukan itu saja."


"Memang benar. Bukan itu saja. Dia mengincar mu dan akan membunuhmu secara perlahan Han. Sepertinya tahun ini aku akan membuka semua rahasia mu tua bangka!" Tanpa sadar aku menyeringai sembari menatap ke luar jendela mobil, jangan sampai Han melihat ku dalam keadaan aneh.


(Hemm. Yura Nashimira. Yura punya Ayah dan Ibu yang masih utuh kurasa sampai sekarang, Ayahnya. Hoke Nashimira. Tuan Hoke selalu mengambil keputusan yang berakhir pada korupsi, namun dia dengan mudah menutupinya, tapi aku tetap tau hal itu... dia pikir aku hanya anak bocah yang suka nyasar. Bukan. Aku hanya ingin menggali bukti dari koruptor kelas kakap ini. Tenang saja... Semua sudah terkumpul. Aku tidak menggubrisnya karena dia juga tidak pernah mengganggu keluargaku. Aku dan Yura berteman namun kami kehilangan kontak, Papa dan Tuan Hoke pernah berada pada satu kantor yang sama. Tapi ketika ada urusan di luar daerah pasti yang kena selalu Papa, berkat manipulasi dari Tuan Hoke tentunya, hal itu menyebabkan aku hilang kontak dengan Yura. Sekarang keluarga kami masing-masing sudah punya perusahaan milik pribadi. Tapi ya... Begitu lah... Si Pak Tua Hoke mana puas kalau ada yang lebih besar dari perusahaannya. Perusahaan Papa berada pada tingkat ketiga, yang kedua adalah perusahaan keluarga Yura dan yang diincarnya sekarang untuk dihancurkan dan diambil alih adalah perusahaan Alexssandro. Perusahaan Han kini jadi yang paling atas. Sekian tentang Keluarga Nashimira yang aku ketahui.)


"Dan maksudnya mengatakan j*l*ng adalah, jangan pikirkan itu," ucap Han.


"Jika kau sudah melihatnya seharusnya kau beri tahu aku, agar aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Tapi aku tidak bisa membiarkan kau membunuhnya di sana,"sahut Han sambil menyeringai menatapku.


Sungguh, aku benar-benar takut jika Han menyeringai seperti itu.


Bagaimana Han bisa tahu tentang itu Menurutku... Han sudah tahu tentang pistol dan bom yang kubawa di tasku.


"Emm, kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanyaku agak ragu.


"Sudah... Lupakan itu. Tapi jika dilihat-lihat, kau cocok juga dijadikan j*l*ng," ejek Han tiba-tiba membuatku sedikit kaget dan takut.


"Kenapa kau bicara begitu?!" Tanyaku sambil mundur, tapi aku melupakan sesuatu. Yah, ini di mobil yang dikunci dan kuncinya dipegang Han.


Han menghentikan mobilnya dan mencengkram rahang ku dan memperlihatkan senyum miringnya. "Ya... Jika kau menjadi wanita seperti itu, maka tak ada orang lain yang menyentuhmu selain aku sayang."


Wait, what?!


"Kita sudah sampai, turunlah," ucap Han melepas cengkeramannya lalu turun dari mobil


"Bagaimana selanjutnya?? Apa yang harus aku lakukan, tapi sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku," gumamku sambil memikirkannya.


...***...


TBC😅 Mohon dukungannya Readers 😄