
Attention Please! Cerita ini hanya fiksi belaka 😄
"Siapa sebenarnya dia?" Gumamku setelah lift sudah tertutup. 'Apa dia juga merindukanku? Itu tidak penting lagi, rinduku sudah terobati.' Pikirku sambil masuk kedalam ruanganku.
"Aku merindukanmu juga prototype tipe SP seri C27." Ucapku sambil mengambil benda berbentuk tab yang masih setengah jadi, sekarang akan kulanjutkan. Ini tinggal uji coba, sekarang tinggal cari "kelinci elektronik uji coba".
Saat aku nyalakan, itu berfungsi dengan baik. Sistemnya sudah lebih baik dari alat pelacak lainnya, jika yang lain masih perlu menghidupkan "lokasi", "bluetooth", atau "data seluler" dan software yang memungkinkan untuk berbagi. Software yang berkedok Share kadang dapat dipakai sebagai jalan pintas untuk melacak
keberadaan benda tersebut.
Hanya 30 menit, setelah itu kak Bryan memanggilku menggunakan HT yang ada di ruanganku. Setelah panggilan itu, aku secepatnya pergi ke tempat pertemuan tadi. Aku juga membawa prototype itu bersamaku, karena aku rasa itu sudah bisa dipakai. Akanku uji coba lagi di tempat lain, untuk akurasinya.
"Dari mana saja?" Tanya kak Bryan yang berada di depan pintu ruangan.
"Tadi dari ruang pribadiku di bawah tanah." Jawabku, ini masih sopan yah. Pfftt. "Ikut rapat juga?"
"Hanya kebetulan lewat." Jawab kak Bryan lalu pergi dari depan pintu ruangan menuju ke ruangan pribadinya.Aku memandang Bryan dengan perasaan bingung. Lalu aku masuk ke dalam ruangan yang sudah dihuni Viana dan Han. "Maaf aku terlambat." Ucapku sambil duduk di salah satu kursi.
"Santai saja," jawab Viana.
"Baiklah." Sahutku sambil menyisir rambutku menggunakan jariku.
"Kenapa kita dikumpulkan?" Tanyaku sambil memandang Han dan Viana bergantian. Han hanya memandangku lalu mendorong selembar kertas ke arahku. Kertas itu adalah undangan resmi W0rld Sh4dow dari markas Wildson untuk pergi ke Berlin.
Wtf? B3rlin?! Apa Papa, mama dan kak Bryan mulai gila sekarang?
Ini adalah undangan dari keluarga Forten untuk ikut ke sana, sebagai penerima undangan yang belum tahu kepastian ini, kami bertiga (Gryss, Alexssandro dan Ferwin) dikumpulkan untuk membahas ini. Keluarga Ferwin dan Wildson berkomunikasi sangat baik semenjak Viana disandera waktu lalu, kalau antara kami bertiga (kec keluarga Ferwin) memang baik-baik saja. Bahkan lebih baik daripada hubungan saudara.
B3rlin adalah markas utama keluarga Symon, keluarga yang lebih buas daripada keluarga Nashimira. Dan kali ini sepertinya keluarga Symon kembali mengganggu keluarga Wildson, baru-baru ini kami berempat membuat aliansi. Papa setuju dengan itu, lalu menyerahkannya ke kak Bryan tentang selanjutnya.
"Pffft. Terbaca, terlalu jujur." Seru Han lalu tertawa menatapku, aku langsung menoleh ke arahnya.
"Tidak sengaja." Jawabku melipat kertas itu seperti semula. Dia sepertinya melihat bagaimana ekspresiku memandang undangan itu. "Aku tidak mau mati muda."
"Kau pikir aku mau? Aku juga tidak mau, perasaanku belum di balas oleh Forten, tapi lihat sisi baiknya.. aku dapat bertemu dengan Forten lagi." Lanjut Viana.
Vianaaaa!!
"Baik nona-nona, saya selaku orang yang berhubungan dengan ini juga tidak mau. Mari ambil hikmahnya, kita bisa sedikit mempermainkan malaikat pencabut nyawa. Aku bingung harus bicara apa selain itu." Sela Han.
"Kenapa kalian tidak menolaknya?"
"Santailah.. ini hanya persetujuan untuk menyusup." Jawab Han dengan santai.
"Aku sebenarnya juga ingin berwisata gratis ke dalam sarang harimau itu dan.. bersama Forten, ayolah, itu menyenangkan." Jawab Viana.
Wtf. "Alasan kalian memang yang terbaik." Ucapku sambil tersenyum miris. 'Aku akan tertekan jika begini.'
"Blyss mulai tertekan sekarang." Ucap Viana tersenyum lebar ke arahku.
"Dari tadi dia juga sudah tertekan." Sambung Han.
"Jadi sekarang apa rencananya?" Tanyaku.
"Aku tahu itu nona Ferwin, yang kumaksudkan adalah rencana yang paling aman untuk masuk ke sana."
"Aku punya denahnya." Sahut Han lalu mengeluarkan sebuah kertas.
Sial. "Ini denah lama dan terlalu bersih Han." Ucapku setelah melihat denah itu lalu tertawa. "Hah, astaga, keterlaluan," kesalku karena aku terlalu keras tertawa dan tidak bisa menghentikannya secara singkat sekarang.
"Mau bagaimana lagi? Memang hanya ini yang bisa di temukan." Ucap Viana setelah mengambil denah yang tadinya kupegang.
"Kalian mencarinya dimana?" Tanyaku sambil berhenti tertawa tiba-tiba.
"Di internet." Jawab Han.
Bbabo-ya!!
"Keterlaluan, mana ada markas W0rld Shad0w yang terbuka tentang informasi tata letaknya." Ucapku sambil tersenyum miris. "Biar aku yang carikan." Aku membuka laci di ruangan itu dan mengeluarkan mainan mobil kendali jarak jauh untuk di operasikan untuk mengambil laptopku di ruangan pribadiku.
"Mending pakai itu atau memberi perintah ke pegawai di sini?" Tanya Viana setelah aku duduk sambil fokus ke pengendali mobil mainan itu.
"Aku lebih senang pakai ini, ditambah lagi aku sudah jarang memakainya. Kalau rusak aku tidak punya waktu untuk memperbaikinya ulang." Jelasku ke Viana sambil menyisir rambutku dengan jari dan tetap menatap layar di pengendali mainan itu.
"Memangnya kau kemana saja?" Tanya Viana yang sudah di sampingku. Dia cepat karena kursi yang dipakainya kursi dengan roda, aku sebenarnya ingin pakai kursi yang sama. Tapi kak Bryan, Mama, dan Papa tidak pernah memberikannya padaku.
"Selama beberapa hari yang lalu aku ada urusan dengan Han, aku jarang ke sini." Jawabku.
"Itu hanya sebentar, aku bahkan tidak pernah ke markasku. Aku benar-benar jadi beban keluarga waktu itu." Sahut Han yang dari tadi hanya diam.
"Ya.. itu kau," responku, lalu tersenyum kearah mobil mainanku saat mainan itu sampai di pintu ruangan rapat ini. "Sepertinya aku memang tidak perlu memodifikasimu lagi," ucapku setelah aku mengambil laptop yang ada di tangan mekanik mobil mainan itu. Aku tidak ingat betul bagaimana mobil ini bisa ada di sini, tapi papa bilang kalau aku yang buat benda ini dan mobilnya bekas punya kak Bryan.
"Sekarang apa?" Tanya Viana menatapku setelah aku menghidupkan laptopku.
"Cari denahnya, apalagi," jawabku dengan wajah bingung dan menatap balik ke arah Viana.
"Tapi hanya yang tadi yang kami berdua dapatkan, tidak ada lagi yang lebih konkret," keluh Viana.
Kami berdua? Mereka berkumpul duluan daripada aku datang, hanya mereka berdua. Oh my god! I'm so jealous.
"Itu dia yang kau tidak tahu, aku punya denahnya secara pribadi. Aku ke sana saat baru saja bergabung di dunia dingin ini, aku sengaja membawa mainan ini kesana. Kak Bryan sudah bilang jangan bawa hal berbau kamera ke sana, tapi aku menyembunyikannya. Sampai di sana aku tidak dapat melihat-lihat lebih jauh lagi, jadi mobil mainan ini yang mewakilinya, ada banyak laser otomatis di lorong yang dilewati. Saat aku masuk kedalam mobil, utusan keluarga Symon baru sadar kalau aku bawa kamera ke sana." Jelasku sambil memandang laptopku sambil melirik ke Viana yang masih memerhatikanku.
"Kau nekat Blyss," komentar Han yang sudah duduk di sampingku juga.
"Terima kasih," jawabku.
"Memangnya kenapa?" Tanya Viana.
"Yang sudah tahu isi dari tempat itu dan punya dokumennya akan jadi buronan, karena mereka tidak ingin pertahanan mereka dapat lumpuh dengan mudah," jelas Han.
...***...
TBC. Mohon dukungannya readers 😁