LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH

LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH
Hari Terakhir?



Attention Please! Cerita ini hanya fiksi belaka 😄


"Sialan." Umpatku. Rasanya aku ingin membunuh Han secepatnya.


"Kuncinya di atas meja, aku mau mandi," ucap Han sambil mengambil handuk. Aku langsung menuju meja tempat kunci diletakkan lalu pergi ke ruangan utamaku untuk siap-siap.


40 menit kemudian


Aku sudah selesai dengan pakaian, senjata beserta perlengkapan senjatanya. Tapi.. "Pistol, misil, gas air mata, drone, laptop, earpiece, mobil-mobilannya juga sudah. Apalagi?" Gumamku sambil membuka tasku.


"Oh ya, prototype, apa itu penting? Sudahlah," gumamku lalu mengambil hp-ku lalu menyuruh Han untuk membawanya, ternyata Han sudah menungguku di mobil untuk ke bandara.


"Baiklah, kurasa ada sedikit camilan di laci, lumayan, aku belum sarapan." Ucapku sambil membuka laci di bawah meja, ada satu kotak susu dan yupi? Hah sudahlah makan saja.


Aku masuk ke mobil Han dengan buru-buru, ini masih pagi, matahari pun belum muncul, tapi penyusupan ini akan lebih baik dilakukan saat masih pagi, karena masih sepi.


"Hati-hati saja, ini prototypemu," ucap Han saat aku menutup pintu mobil sambil mengunyah makanan tentunya.


"Sudah terisi penuh?"


"Iya, sudah lengkap?" Tanya Han. Aku hanya mengangguk, lalu mengeluarkan laptopku, Viana tujuanku.


Kau sudah di bandara?


^^^Belum, kau baru bangun?^^^


Tidak, aku sudah berangkat


^^^Aku tidak tau alamatnya,^^^


Hubungi Forten, dia tau alamatnya


^^^Baiklah, jangan tinggalkan aku^^^


Iya


Bagaimana dia bisa fast respon? Aku hack dulu agar dia online :D


Baiklah, Viana sudah. Sekarang bandaranya.


"Di bandara mana kita akan mendarat?"


"Bertanya padaku?" Tanya Han sambil fokus menyetir.


"Tentu," ucapku sambil memandangnya.


"Di bandara Wildson," jawab Han.


Han terlalu serius. "Kenapa tidak berangkat dengan transportasinya Forten saja kalau begitu?" Tanyaku sambil kembali menatap laptopku.


"Transportasi mereka sangat mudah terdeteksi, itu yang kutahu," jawab Han.


Entah kemana perginya Han yang tadi pagi..


"Berapa jarak antara bandara Wildson dengan markas Symon?"


"Sangat jauh, mereka berdua ada di ujung dan ujung," jawab Han dengan santai.


'Hellloo?! Tapi lihat sisi baiknya, ada refreshing,' gumamku dalam diam. "Dimana pemberhentian kita?"


"Didekat markas Symon ada sebuah hotel milik keluarga Ferwin dan ada ruang bawah tanah, jaraknya sekitar 7 meter dari hotel menuju gerbang utama markas," jawab Han dengan yakin.


Informan yang sangat baik. "Baiklah," aku segera menyambungkan earpiece dengan laptop, earpiece dengan empat peserta.


"Viana dan Forten kemana?" Tanya Han setelah keluar dari mobil.


"Viana tidak tahu alamat bandara ini," jawabku. Han hanya menaikkan alisnya, sikapnya asatagaa.


'Wahwahwah Han,' pikirku, lalu berjalan menuju jet. Lebih baik aku menunggu mereka di sana, sedangkan Han entahlah, biar dia mengurus dirinya sendiri. Aku bahkan masih ragu, tapi sudah terlambat untuk mundur, ada banyak kerugian yang aku alami jika mundur sekarang. Ayolah, bahan bakar jet pribadinya kak Bryan, ketenangan tuan Wion, waktu Viana dan Han yang terbuang, dan perangkatku yang juga perlu budget untuk mengembalikannya.


Apa mungkin sekarang hari terakhirku? Bagaimana pun meski aku hanya bekerja dengan laptop dan kabel-kabel, aku tidak bisa menghapus identitasku sekarang juga sebagai pengumpan. Sialan, sudahlah, berhenti ratapi nasibmu, mulailah berpikir cara paling cepat untuk memadamkan alat-alat sialan itu, dan membuat jalan untuk diriku sendiri. Aku segera mengecek denah dari hotel Ferwin menuju gerbang utama markas Symon.


4 menit kemudian Viana, Forten dan Han masuk ke dalam jet, aku hanya memandang mereka sebentar lalu kembali fokus dengan urusanku.


.........


06:05 AM


"Selamat datang di ruang bawah tanah dari hotel ini." Ucap Viana setelah membuka pintu yang dengan password pribadinya.


Apa yang bisa kulakukan sekarang? Tiba-tiba aku merasa tidak yakin.


"Baiklah Blyss. Apa rencananya?" Tanya Han sambil duduk di tempatnya.


Aku menarik napas panjang, lalu mengeluarkannya (AkuTidakGilaMenahannya).


"Dari yang kudapat, benda yang kita cari ada di gudang markas itu, gudangnya tidak sembarangan. Sedikit saja ada sensor hangat, pemilik sensor itu akan mati ditempat. Sekarang, tempat paling aman untuk kesana adalah, jalan bawah tanah," jelasku sambil memandang monitor laptopku.


"Baiklah, aku sudah bawa yang bisa membantu," jawab Han. Itulah yang membuat perusahaannya menjadi yang paling atas, mesin pengeboran itu.


"Kalian pergi ke lokasi pengeboran duluan dan hati-hati, aku akan pancing beberapa hama yang ada di depan gerbang dan disekitarnya," Jawabku sambil berdiri.


"Kau mau kemana?" Tanya Viana.


"Aku akan pergi ke bagian paling atas di hotelmu, lalu mulai dengan rencana pengalihannya," jawabku.


"Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua, kita sudah tidak bisa mundur lagi. Blyss, maaf aku selalu merepotkanmu, transportasiku belum di upgrade sepenuhnya." Ucap Forten sambil memandangku.


"Lain kali, aku akan ke sana untuk transportasimu, mulai sekarang pikirkanlah ide untuk mengarang apapun yang akan terjadi nanti," sahutku dengan yakin.


"Baiklah, akan kutunggu dan akan kupikirkan," Jawab Forten. Keluarga Forten dengan Grysselda memang sudah lama bersahabat, tapi tidak se-lama keluarga Grysselda dengan keluarga Alexssandro. Tapi, rasa saudara sangat kental di antara kami bertiga.


"Aku ke atas dulu, kalian tunggu aku di sekitar markas Symon, carilah tempat aman, drone-ku akan kuarahkan ke barat, nanti aku akan beri tau jika ada perubahan." Ucapku lalu memberikan


earpiece yang sudah kusambungkan dari markas tadi. Setelah itu berlari kecil sambil menggenggam drone dan mobil mainanku menuju atap hotel ini. Ada banyak orang yang kutemui, tentu, ini hotel, hari libur dan tempat wisata di sebelahnya.


'Aku harap ini berjalan lancar,' aku sampai di lantai paling atas, dari sini aku sudah bisa lihat kompleks dari markas Symon. Aku makan permen karet, ayolah, aku juga tidak boleh terlalu serius, aku akan cepat pusing jika begitu, aku juga agak sensitif dengan ketinggian (mabuk udara).


'Semoga dengan drone saja sudah bisa,' aku menyalakan drone, lalu menerbangkannya ke arah beberapa penjaga yang berjaga di depan, aku harus bisa mengamankan jalan untuk tiga rekanku yang akan masuk. Forten akan lewat bawah tanah, bersama Han si pemandunya, aku tidak tau bagaimana mereka berdua akan menghadapinya tapi.. cukup percayakan saja kepada anak-anak "dewasa" itu. Viana akan berjaga-jaga di luar setelah aku masuk ke dalam, aku harus memadamkan operasi dari laser-laser omong kosong itu. Menjijikan.


'Uuiii, menyenangkan, sebentar lagi.. tahan.. dan buat mereka kelelahan atau bunuh mereka.' Aku tersenyum sampai-sampai permen karetku hampir saja jatuh. Oh **** man, i just bring one.


Aku sudah menambahkan peluru di drone-ku, aku akan membawa mereka ketempat yang jauh dari kawasan markas, lalu menahan mereka di sana, itupun kalau bisa, aku tidak bawa apapun untuk menahan mereka.. palingan akhirnya akan kubunuh.


Aku duduk lebih santai, lalu mengendalikan drone ke arah barat, karena seingatku di barat adalah kawasan danau terpencil, dengan rumor angker. Markas lumayan sepi pagi ini, seperti yang kubayangkan. Tiba-tiba..


^^^Mix (Han) :"****"^^^


^^^Aku bahkan hampir lupa kalau aku harus mengabari rekanku.^^^


...***...


TBC. Mohon dukungannya readers 😁