LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH

LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH
Gugup



Attention Please! Cerita ini hanya fiksi belaka 😄


"Kau tidak menakutkan sama sekali Blyss, kau hanya kebanyakan overthingking."


"Manaku tahu, aku bukan good looking yang punya senyum manis."


[Author be like : Blyss, kalo kata gua lu lagi merendah untuk meninggi🥴]


"Tadi kalian semua terlihat imut. Runo pun juga ikut terlihat imut karena senyumnya bahagia, tapi kau tidak senyum sedikitpun."


"Hey."


"Tidak-tidak. Bercanda."


"Hemm. Oh ya! Kapan kita pergi bersama?" Tanyaku.


"Aku perlu membereskan rentetan masalah yang akan datang setelah Ayahku yang masuk penjara. Akan aneh jika awak media tidak tau ini, secara Ayahku itu orangnya ember." Jelas Yura. "Nanti aku akan kabari jika waktuku sudah senggang." Lanjutnya sambil tersenyum menatapku.


"Baiklah, aku tunggu." Ucapku sambil duduk lebih santai.


"Kau lelah ya?"


"Iya, aku lelah duduk."


"Sini kepalamu, tidurlah." Kata Yura sambil menepuk pahanya.


Bukan Blyss kalau tidak mau, aku meletakan kepalaku di pahanya, mencari posisi yang nyaman. Lalu tidur, perjalanan ini akan cukup memakan waktu, jarak dari rumah Nashimira dengan kantor polisi itu lumayan jauh. Jadi saat ada waktu untuk molor, why not? Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.


.........


Aku bangun dari tidurku dan mendapati diriku sudah di kamarku sendiri.


'Waw, impressive.'


Aku memandang jam dinding yang menunjukan pukul 7.45, lalu menoleh ke kanan dan kiri.


'Aku mau menyebrang ke kamar mandi.'


Aku ke kamar mandi, untuk mandi dan seperangkatnya. Lalu turun untuk mencari makhluk hidup selanjutnya. BWAHHAHAHA. (Pengarang malu mengetik tadi)


Prakk


"Kau salah makan?"


"Bagaimana mau salah makan? Makan saja belum. Siapa yang bawa aku ke kamar?" Tanyaku pada orang di depanku.


"Papamu. Ya aku! Pakai nanya, tidak ada orang lagi. Sekarang kau sudah bangun, aku mau pulang." Han sedikit membentakku, dan itu membuatku sedikit kaget. Ternyata dia menyeramkan kalau marah.


"Yasudah, pulang saja." Ketusku. 'Aku kurang mengerti apa yang ada di dalam pikiran Han. Dia kadang perhatian, tapi egonya juga menjadi-jadi.'


"Tidak perlu marah-marah Blyss." Ucapnya lalu mengecup keningku dan pergi keluar rumah untuk


pulang.


'Lihat itu. Mulai. Jantung mohon tenang, keadaan baik-baik saja.'


"Viana pulang ke sini tidak ya? Telepon? Takut ganggu, dahlah. Ini juga belum terlalu malam."


'Bibi sudah masak, aku tinggal makan. Hidupku membosankan setelah ini, kira-kira apa yang akan terjadi besok yah.'


Aku makan sendiri malam itu dengan tenang, setelah makan aku berniat menonton film action lagi. Tapi aku teringat laptopku, sudah dari kemarin tidak kugunakan. Aku mengambil laptopku lalu kembali ke ruang tv, menonton tv tapi juga mengoperasikan laptop.


No both? No life (Blysstina Grysselda 2022)


Saat menghidupkan tv, aku teringat sesuatu.


Halo, Ma


^^^Hai Blyss. Ada apa?^^^


Tidak ada apa-apa Ma. Aku hanya rindu pada Mama dan Papa.


^^^Ah~ I see~ kamu sudah makan sayang?^^^


Sudah Ma. Mama sama Papa sudah makan?


^^^Baru saja selesai Blyss.^^^


Papa mana Ma?


^^^Tadi keluar sebentar, katanya ada urusan dengan Han-ssi^^^


Oh~


^^^Urusanmu dengan Han sudah selesai?^^^


Sudah Ma, dan tadi.. aku juga sudah puas.


^^^Urusanmu sudah selesai, kapan kau akan ke sini Blyss? Papa dan Mama seharusnya sudah bersantai di rumah untuk pensiun.^^^


Secepatnya aku akan ke sana Ma..


^^^Jangan terburu-buru Blyss. Papa mengatakan akan ada urusan yang harus kau urus di sana bersama Bryan dan rekan barumu.^^^


^^^Iya, apa ada yang mau kau ceritakan lagi?^^^


Tidak Ma, nanti setelah kita bertemu aku akan menceritakan semua yang terjadi saat Papa dan Mama berada di Busan. Selamat malam Ma.. selamat istirahat.


^^^Iya Blyss..^^^


Aku menelpon Mama sebelum menonton film, tapi aku mengurungkan niatku untuk menonton film setelah selesai menelpon Mama. Aku kepikiran perkataan Mama yang bilang intinya bahwa aku akan mengurus suatu hal dengan kakak dan rekan baru. Perkataan Mama dengan rekan baru itu membuatku lumayan gugup, setiap ada kata "rekan baru" aku akan gugup. Gugup bagaimana caranya membuat kesan pertama yang bagus.


Jadi, setelah menelpon Mama.. aku pergi tidur. Besok aku akan bersantai sejenak sebelum benar-benar meninggalkan rumah ini.


06:00 AM


Aku bangun karena hpku berbunyi nyaring, bukan alarm tapi ada sebuah panggilan.


'Kurasa ini penting, untung aku tidak mematikan hpku kemarin.' Mataku berusaha membaca nama yang menelpon tapi tanganku sudah refleks duluan menyeret "jawab telepon" ketimbang mataku.


^^^Halo Blyss^^^


Iya-iya, apa ada hal penting?


^^^Tidak, kau baru bangun?^^^


Sial, ini Viana?


^^^Iya. Kau belum membaca nama penelponnya?^^^


Iya. Ada apa?


^^^Hahahaha... tidak-tidak, aku ingin tanya, kau kemarin tidak apa-apa,'kan?^^^


Memangnya aku kemarin kenapa?


^^^Untungnya kau jauh Blyss, kalau tidak aku akan menendang kakimu.^^^


Santai~ aku hanya tanya memangnya aku kemarin kenapa. Maksudku, aku kemarin kenapa, sampai membuatmu khawatir seperti ini?


^^^Pak Fon bilang kau tidak di rumah^^^


Kemarin, penuntasan masalah Han


^^^A~ I see~^^^


Kau sudah di rumah?


^^^Aku masih di markas, aku belum sempat pulang^^^


Ada masalah apa?


^^^Kita pasti bertemu nanti, aku tutup dulu teleponnya^^^


Viana menutup teleponnya secara sepihak, itu serius membuatku bingung. 'Ini ada hubungannya dengan Kak Bryan? Atau


Han? Jangan-jangan keluarganya Viana. Eh, mandi, makan, lalu tanya yang mencurigakan satu persatu.'


Setelah makan, aku turun ke dapur untuk sarapan. Bibi sudah ada di dapur dengan kegiatan memasaknya.


'Aku tidak sarapan roti yah hari ini.'


"Pagi Nona Blyss." Sapa Bibi.


"Pagi juga Bi.." Jawabku sambil duduk tanpa senyum ke arah Bibi. Bibi sudah terbiasa mendapat ini dariku, walaupun perkataanku lembut, tapi itu tidak disertai dengan senyuman.


"Blyss mau kemana hari ini?


"Belum tau Bi.. tapi tadi Viana menelponku, aku sedikit curiga dengan percakapan kami tadi. Jadi untuk waspada, aku sarapan sekarang. Jika terjadi sesuatu aku tidak kelaparan."


Apapun keadaannya, makan tetap nomor satu. (Blysstina Grysselda 2022)


"Begitu rupanya."


"Bibi mau sarapan dimana?"


"Di pos depan saja Blyss, sekalian bawa sarapan buat Pak Fon."


"Baiklah kalau begitu, selamat makan." Ucapku lalu makan sarapanku.


07:00 AM


Aku selesai sarapan dan seperangkatnya, aku duduk di sofa dengan ditemani hp, laptop, headphone dan sekotak susu.


'Wahhh.. ada rencana membuat barang baru yah di kantor.' Batinku dengan mata berbinar-binar dan tersenyum bahagia setelah melihat pesan di grup pengumpan dan penyerang pangkat tiga.


"Ehh tidak ada orang,'kan?" Gumamku sambil melihat ke sekitar setelah sadar tadi aku tersenyum. Bro. Senyumku menakutkan bro, menurutku.


"Kenapa kak Bryan belum memberi tahuku duluan, biasanya juga dia yang duluan memberi info buat siap-siap kalau barangnya akan dipindahkan. Bagaimana ini penerus perusahaan, mentang-mentang baru jadi Ayah. Seenaknya melupakan tugasnya, inikah balasan atas pengabdianku yang terpaksa selama dia tinggal bersamaku, Papa dan Mama?!" Kesalku sendiri dengan bunyi pelan tapi kesal dengan amat kesal. Baru saja di dibicarakan:v


...***...


TBC. Mohon dukungannya readers 😁