LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH

LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH
Kejutan



Attention Please! Cerita ini hanya fiksi belaka 😄


^^^Mix (Han) : "****"^^^


^^^Aku bahkan hampir lupa kalau aku harus mengabari rekanku.^^^


^^^Neon (Viana) : "What happen?"^^^


^^^Qu (Forten) : "R U okay dude?"^^^


^^^Mix : "It's okay, hanya sedikit halangan dari batu besar."^^^


Ec (Blyss) : "Sudahlah, cepat masuk sebelum kembali ramai."


^^^Neon : "Masuklah Blyss, aku sudah berada di atap," aku bahkan tidak tahu caranya dia naik.^^^


Ec : "Baiklah aku juga bisa lihat itu," Aku memeriksa prototype, lalu menemukan kejutan yang sangat merepotkan, ada banyak sekali CCTV di area ini. Bisa jadi juga aku sempat terekam di salah satu kamera yang berada di sebelah selatan. "Ck"


^^^Qu : "Ada apa?"^^^


Ec : "Kalian berdua jangan keluar dulu dari dalam tanah sebelum aku perintahkan."


^^^Neon : "Bagaimana denganku?"^^^


Ec : "Kau aman Neon, tak ada yang memasang kamera pengintai di antena. Sialan, ada banyak sekali kamera pengintai di bagian timur," keluhku.


^^^Mix : "Apa rencananya? Cepatlah, kami berdua sudah lelah berada di dalam tanah."^^^


Ec : "Tenang dan diam dulu, semakin kau tenang semakin cepat kau keluar."


^^^Qu : "Hahaha!"^^^


^^^Mix : "Kenapa?"^^^


^^^Qu : "Ec sedikit seperti ibu-ibu yang marah ke anaknya, aku akui Mix lumayan tidak bisa bersabar."^^^


^^^Mix : "Ck."^^^


^^^Neon : "Ah ayolah, hentikan itu, Ec terganggu."^^^


Semua diam setelah itu, sedangkan aku masih fokus dengan tujuanku. Ruang pengintai. Ruangnya ada di dekat cerobong asap, itu hanya untuk setingan, tidak benar-benar digunakan (cerobong asap).


Sistem dari CCTV-nya aku ambil alih, dari ruangan itu menjadi ke monitor laptopku. Untungnya ini berhasil, tapi aku masih belum yakin dengan kemampuanku. Di laptopku sudah terlihat kamera pengintainya off, tapi itu mungkin hanya rekayasa dari markas ini, aku tidak bisa meremehkan keluarga Symon. Untuk alat-alat perangkap yang ada di markas ini sudah kuselesaikan sambil mengendalikan drone tadi, perangkapnya lumayan bisa kuhadapi.


Ec : "Semuanya, dengarkan aku baik, aku belum yakin dengan kedok off yang ada di monitorku, jadi kalian harus teliti dan temukan CCTV, padamkan."


^^^Neon, Mix, Qu : "Mengerti"^^^


Ec : "Apa aku bisa masuk sekarang Neon?"


^^^Neon : "Of course."^^^


Aku segera pergi dari hotel itu menuju tempat tembok selatan, aku memanjat disana lalu masuk lewat pintu belakang, aman, bersih dan Menjijikan. Bersih yang kumaksudkan adalah bersih dari manusia. Laptopnya aku masukkan kembali kedalam tas bersama remot kontrol drone, sedangkan drone-nya mendarat di atap hotel.


Ec : "Apa aku perlu ikut turun Qu?"


^^^Qu : "Jangan kemana-mana, lebih baik diam di sana."^^^


Ec : "Aku sudah di tengah jalan," aku sudah naik lift untuk ke sana, tapi ya sudahlah, tinggal naik lagi."


^^^Mix : "Jangan turun."^^^


Ec : "Iya-iya"


Kami berempat senyap, semua ada pada urusan masing-masing, aku hanya bermain dengan beberapa peralatan yang dicuri dan kamera pengintai di sekitarku.


Ec : "Qu Mix. Cepatlah. Beberapa pekerja sudah mulai berdatangan."


^^^Mix : "Bisa ulur waktu sebentar lagi, kami akan segera keluar, amankan tempat tadi."^^^


Ec : "Di sana masih aman, keluarlah cepat."


Ec : "Oh ya, apa kejutannya? Kapan?"


^^^Neon : "Kuharap kita tidak bertemu dengan kejutan itu."^^^


Ec : "Baiklah..." (Aku bisa dengar kalau Viana tidak senang dengan kejutan ini). "Aku akan keluar dari sini sekarang."


^^^Neon : "Baiklah, akan kutunggu di mobil."^^^


Aku berencana keluar dari pintu belakang, suasana mendebarkan kembali muncul, di pintu belakang ini lumayan ramai. Aku kembali menggunakan drone untuk mengalihkan perhatian sebentar, ingat hanya untuk mengalihkan, jangan dibunuh seperti tadi. Sekedar info, permen karetnya masih di mulutku, aku belum sempat membuangnya.


Aku bersembunyi di semak-semak dekat tembok yang akan kupanjat, mengendalikan drone.


Selesai, aku tidak bisa meninggalkan jejak dengan membawa kembali drone-ku ke arahku, bisa-bisa aku akan tertangkap, itu merepotkan.


Tapi tiba-tiba ada yang membekap mulutku dari belakang.


'Pikirkan cepat. Akting-akting!' (Note : bacanya tergesa-gesa.) Aku segera berpura-pura tak sadar, aku harus tau kemana manusia yang tidak tahu 3S ini membawaku, sebenarnya aku ingin teriak, tapi tidak bisa keluar, aku hanya sering teriak dalam diam.


"Berlian, kau tidak akan kulepas. Dan lebih baik bukan di sini." Ucap orang ini sambil melepas


bekapannya, itu alkohol, syalan.


'Ck, dia percaya begitu cepat? Entah dia yang bodoh atau aktingku yang mendalami, tapi.. sudahlah, aku masih beruntung.'


Aku juga merasakan earpiece yang kupakai terjatuh, lalu manusia ini menggendongku.


'Jackpot, setidaknya aku masih beruntung,' aku diletakkan di tempat duduk belakang dan orang tadi menyetir di depan, aku tak perlu berakting dan aku bisa melihat jalan kemana aku dibawa.


Sekitar 5 menit kemudian kami (aku & penyandera) berhenti di sebuah rumah, jaraknya tidak terlalu jauh dari markas, hanya kearah selatan. Aku masih ingat sedikit jalan kembali ke hotel, jadi tinggal memberi pelajaran sedikit kepada orang tak sopan ini.


Ruangannya terlalu gelap.


Setelah digendong dari mobil, aku diturunkan lagi di sebuah tempat tidur, nyaman, tapi tetap saja aku tidak ingin di sini, oh ya! Sepatuku juga dilepas dia terlalu rapi dan bersih. Orang itu pergi, lalu aku bangun, meraba-raba tembok dan wow!


"Tasku disini? Wah-wah, aku harus banyak bersyukur karena keberuntungan masih menyertaiku. Thank you very much god," aku bisa merasakan kalau yang kupegang adalah tasku, aku sudah hidup 6 tahun dengan tas ini, aku segera mengeluarkan mobil mainan sambil berjongkok.


"Ternyata tamuku sudah siuman," ucap seseorang dari belakangku.


"Wow, aku bahkan tidak mendengar suara pintu. Kau tidak malu menyebutku sebagai tamumu? Kau bahkan tidak mengundangku," tanyaku dengan santai lalu berdiri dan berbalik menghadap ke arah pintu.


"Kau tidak perlu undangan nona Ec a.k.a Blyss," jawabnya.


"Hebat, apa matamu menyala di dalam gelap?:v" tanyaku.


"Tidak juga," jawabnya, lalu mulai berjalan. "Kejutan. Sudah beberapa tahun aku tidak pernah melihat wajahmu di sosial media ataupun di televisi Blyss," ucapnya setelah menyalakan lampu.


Wahh.


"Nicols? Untuk apa kau di sini?" Tanyaku berusaha untuk tidak panik. 40% aku ingin tertawa, 40%-nya lagi aku panik dan 20% aku ingin cepat pergi dari sini.


"Tidak mungkin kau tidak diberi tahu oleh Viana, tapi sudahlah, kalian mungkin belum terlalu dekat. Akan kuberi tau, aku sebenarnya bekerja untuk dan dengan keluarga Symon," jawabnya ringan.


'Bagaimana keadaan Viana saat itu? Kenapa dia tidak cerita padaku? Tapi itu juga tidak terlalu penting, sudahlah Blyss, sadarlah kalau kau harus segera pergi dari sini.'


"Ada masalah Ec?" Tanya Nicols yang sudah di depanku, menahan bahuku lalu menciumku. Mataku terpejam, aku benci ini. Benci sekali.


'Arrgggghhh!! Mamaaaa!! Sialan. Mobilnya!'


Dia tidak menahan lenganku, dia hanya menahan bahuku, jadi aku masih bisa mengendalikan mobilnya, masih ada serpihan keberuntungan.


Aku menjalankan mobilnya, melewati kakinya, lalu mengeluarkan palu.


"Aww! Sialan kau!" Geram Nicols melepas ciumannya dan mundur tiga langkah. Aku memegang bibirku, agak sakit dan sangat-sangat menjijikan!


...***...


TBC. Mohon dukungannya readers😁