LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH

LOVE FOR CHILDHOOD CRUSH
World Shadow



Attention Please! Cerita ini hanya fiktif belaka 😄


Kegiatanku ketika di dalam kamar adalah menonton film action lagi:-) dengan beberapa cemilan yang tadi ku beli di minimarket saat taksi sedang mengisi ban dengan udara. Hehe. Pukul 9 aku tidur dengan nyaman dan tenang, karena besok aku libur:D.


06:00 AM


Aku bangun dari tidurku. Selesai mandi aku turun ke bawah kakiku sudah tidak sakit lagi, aku sadar itu saat bangun dari tidur. Di dapur sudah ada Han ternyata, mengambil piring, roti dan perangkatnya lalu mengumpulkannya di meja makan.


"Sudah bangun dari tadi yah?" Tanyaku pada Han sambil duduk di kursi meja makan.


"Tidak, seharusnya kau jangan turun... Biar aku yang ke atas membawa sarapan," jawab Han


"Kakiku sudah baik-baik saja, keseleo kemarin itu tidak parah. Tenanglah," sahutku sambil mengoles roti dengan selai. "Hari ini kita jadi ke rumah sakit, kau ingat,'kan?" Tanyaku pada Han yang sebenarnya niatku adalah membuatnya jengkel.


"Iya aku ingat. Oh iya. Aku harus rapat dulu. Dan kau harus tunggu aku sampai selesai rapat," jawabnya sambil makan gigitan terakhirnya.


"He? Kenapa begitu? Kau bisa mengantarku saja ke RS, lalu pergi ke kantor," sahutku tidak terima.


"Tidak-tidak. Mamaku bisa saja bertanya pada mamamu soal aku yang hanya mengantarkan mu ke sana tanpa menemanimu," jawab Han dengan menunduk, dari ekspresinya dia seperti sedang membayangkan sesuatu, sesuatu yang mengerikan.


"Mamamu kenapa bisa seperti itu yah? Bagaimana Mama kita bisa saling kenal?"


"Kau ternyata tidak tanggap dengan kegiatan mamamu. Kau tidak tau apapun yang dilakukan oleh mamamu di luar kegiatan kantornya," ejek Han sambil mengambil tasnya.


"Kita berangkat sekarang?" Tanyaku.


"Iya, aku harus ke kantor untuk meeting," jawab Han.


"Tunggulah di mobil! Aku akan mengambil laptopku!!" Ucapku sambil berteriak dan menuju kamarku.


Setelah aku masuk ke mobil Han menjalankan mobilnya, tentunya setelah menyalakan mobil terlebih dahulu.


...


Setelah sampai di kantornya aku langsung turun mengikuti Han ke mana dia pergi. Lalu kami masuk di ruangan yang sudah pernah aku datangi sebelumnya. Ruangan pribadi Han


"Tunggu di sini saja, jangan kemana-mana! Kau hilang hidupku terancam!" Tegas Han. Saat kami baru saja masuk, aku hanya memandangnya lalu duduk di sofa dan meletakkan laptopku di meja. Setelah selesai bicara, Han langsung pergi keluar. Menurutku dia akan pergi ketempat rapat.


10 menit kemudian..


Han mendatangiku dan duduk di sampingku. Aku hanya menoleh sebentar kearahnya.


"Kau sudah selesai?" Tanyaku sambil melanjutkan menonton film action.


"Sudah... ini melelahkan juga," jawabnya lalu menghela nafas.


"Kau mau istirahat dulu atau tidak?" Tanyaku.


"Tidak-tidak, ayo berangkat sekarang," jawabnya cepat sambil berdiri lalu berjalan menuju parkiran. Aku hanya menoleh ke arahnya, membereskan laptopku lalu mengikutinya ke mobil.


07:20 AM


Aku dan Han akhirnya dapat giliran untuk masuk menjenguk kakak ipar ku dengan keponakan baruku.


"Hai!!! Akhirnya sampai juga..." Sambut Derrelia cukup heboh menurutku. Aku langsung mengisyaratkannya untuk memelankan suaranya dengan cara 'aku menunduk'. Cukup aneh? Iya, aku juga merasa aneh, tapi itu berhasil. Derrelia menoleh kebelakang dan kesamping, untungnya tidak ada orang.


"Kak Bryan, Blyss sudah sampai!!" Kata Derrel agak berteriak. Sebenarnya di sana ramai, ada orang tuanya Kak Welsa, orang tuaku juga di sana, kebetulan Derrel dan Kak Gerrenia ada di sana. Menurutku Derrel bingung harus manggil siapa, jadi dia acak, dan malah manggil kak Bryan.


"Pagi semua," sapaku saat aku masuk ke ruangan putih bersih itu. Aku menoleh kebelakang, Han hanya mengangguk lalu mengikutiku ke dalam. Saat aku masuk, mataku memandang ke arah tempat tidur, ternyata Kak Welsa sedang tidur.


"Nak...kenapa baru sampai?" Tanya Mamanya Kak Welsa.


"Begini Ma, tadi Han rapat sebentar, jadi Blyss tunggu," jawabku sambil tersenyum agak canggung ke arah Mama Bynerita


Mama mendatangiku lalu menarik tanganku dan Han keluar ruangan. "Kalian berdua sudah makan?" Tanya Mama dan kupikir ada hal penting yang sangat genting.


"Astagaa Mama. Kalau hanya itu, lebih baik tidak perlu menarik kami seperti itu."


"Kami berdua sudah sarapan, Ma," jawab Han.


"Oh yaudah, ayo masuk. Kalian mau liat bayinya?" Tanya mama.


"Boleh, Ma," jawab Han tanpa menunggu jawabanku.


"Ayo ikut mama."


Wtf?!


Han menarik lengan bajuku sambil mengikuti mama dari belakang. Kami bertiga sampai di ruangan yang dituju, bayi dengan nomor 023 adalah bayinya Kak Welsa. "Ternyata perempuan, dia imut sekali."


Kami hanya sebentar menengok bayinya, karena si bayi masih tidur dan tidak diperbolehkan berlama-lama di sana oleh petugas penjaga.


Kami kembali menuju ruangan tempat Kak Welsa tadi. Disini cukup seru, menyenangkan, bisa dibilang aku nyaman berada di antara mereka semua.


03:00 PM


Aku pulang dari rumah sakit menuju ke rumah Han, hanya mengambil pakaianku yang ada di rumah Han untuk dibawa pulang ke rumahku lagi, aku akan pulaaaang.


"Akhirnya aku pulang," gumamku.


"Are u happy?" Tanya Han yang ternyata dengar.


"You hear that? But yeah... I'm happy."


"Terserah kau saja."


Setelah sampai di rumah Han aku langsung membereskan barang-barang yang kubawa dari rumah untuk dibawa kembali ke rumahku. Berbelit-belit saya ini. Tapi ya sudahlah.


...


"Sampai juga akhirnya." Aku turun dari mobil menuju rumahku tercintah:v. Han hanya membuntuti ku dari belakang dengan santai.


"Mama sama Papa belum di rumah ternyata," gumamku sendiri saat aku mencoba membuka


pintu dan pintunya terkunci.


"Kau tidak bawa kunci cadangan?" Tanya Han di belakangku.


"Aku bawa, hanya saja mereka berdua belum di rumah," keluhku karena aku sudah rindu dengan mereka berdua.


"Why? You're not a timid cat, I know that." Ucap Han dengan serius dan aku hanya menaikkan alisku


Up to you.


"Atau kau memang takut sendiri di rumah, jadi kau dititipkan di rumahku. Jika kau takut tenanglah.. pintu rumahku masih terbuka untukmu masuk," kata Han sambil menyeringai.


'Nosense.'


"Itu tidak perlu. Sungguh, mama atau papa belum bicara padaku soal menitipkan ku di rumahmu, aku saja kaget waktu itu dan.. sudahlah," ucapku sambil masuk ke dalam rumah. Tadi sambil mendengarkan ocehan Han, aku sudah mulai operasi membuka pintu dengan kunci cadangan yang aku buat ketiga kalinya:D.


Beberapa bulan yang lalu aku menghilangkan yang asli lagi, aku tidak sengaja menghilangkannya saat aku sedang menjadi pengawal Kak Bryan, aku sudah sempat mencari di TKP tapi tetap tidak kutemukan.


(Aku sempat berpikir. 'Kenapa aku harus pakai BodyGuard jika aku sering mengawal kakakku sendiri?' Aku sempat bingung soal itu, aku cerita hal itu ke papa.


Jawaban mereka adalah "Kau itu jadi pengawal kakakmu hanya di dunia bayangan saja (Dunia Bayangan \= World Shadow adalah tempatku sebagai berandalan jalanan, lebih seperti preman, di sini biasa terjadi p*mbun*han keluarga. Seperti sepupu saling b*n*h, bahkan satu keluarga pun bisa saling membunuh untuk keegoisan individu. Jika terjadi peperangan di World Shadow maka yang membuat pernyataan harus menyiapkan tempat, dan berbagai kebohongan untuk menutupi


apa yang telah terjadi. Dari umur 17 tahun aku sudah masuk World Shadow, ini seru, sangat seru. Nyawa memang taruhannya, kenapa Mama tidak khawatir? Karena dia sendiri juga ikut. Sudahlah..).


Selebihnya kamu jangan buka identitas, itu bisa membahayakan kelangsungan hidupmu, dan orang sekitarmu. Jangan lupakan waktu kau masih di Sekolah Menengah Pertama dan Atas, kau sering diculik saat ada oknum yang tahu kau keluarga Grysselda, berhati-hatilah, perlihatkan itu jika sangat diperlukan.")


...***...


TBC🌚


Mohon dukungannya readers 😁