
Attention Please! Cerita ini hanya fiksi belaka 😄
Pukul 06 lewat 58 menit aku dan Han meninggalkan rumahku menuju rumah Han untuk merencanakan langkah selanjutnya agar ada bukti Yura sendiri yang bicara bahwa dialah yang menyuruh pak Zerl menjiplak tanda tangan Han.
"Bibi di mana?" Tanyaku pada Han saat duduk di sofa.
"Helin sakit kata bibi."
"Ohh." Helin adalah anak bungsu bibi, dia laki-laki. Umurnya 7 tahun. "Kau belum sarapan?"
"Iya," jawab Han berjalan ke dapur.
"Kau mau buat apa?"
"Hanya makan roti dan minum susu, kau mau susu?" Tanya Han menyeringai. Aku memang mengambilnya satu kotak, tapi aku simpan. "Kau kurang ceroboh sekarang." Keluh Han setelah melihatku memasukan kotak susu ke dalam tas.
"Jika aku menggunakan kau sebagai umpan, bukankah Yura akan sulit percaya?" Tanyaku pada Han saat Han selesai sarapan.
"Aku bahkan tidak akan mau."
"Jangan cerewet kau. Apa sahabat-sahabatmu itu dekat ada yang dengan Yura? Salah satunya saja sudah cukup."
"Kurasa Shino dekat dengan Yura, aku akan menelepon mereka bertiga." Ucap Han.
10 menit kemudian, sahabat-sahabat Han datang. Selama 10 menit itu aku dan Han hening, kami fokus dengan urusan masing-masing.
"Ada apa?" Tanya Gillbert.
"Padahal aku masih tidur tadi." Sambung Jack.
"Apa ini ada hubungannya dengan Yura dan Han?" Tanya Shino.
"Shino benar." Gumamku tapi didengar oleh Shino.
"Apa yang bisa kubantu?" Tanya Shino duduk
disamping kiriku masih berusaha membuka matanya. Note : aku duduk di sofa untuk satu orang.
"Han mengatakan kalau kau dekat dengan Yura. Kami berdua perlu bantuanmu." Jawabku.
"Apa kata Han? Seenaknya saja manusia itu. Aku malas bertemu Yura." Keluh Shino.
"Silahkan protes ke Han, tapi ini tidak bisa diganggu gugat. Kami benar-benar perlu campur tanganmu. Kumohon bantu kami." Jawabku.
"Aku belum pernah lihat Blyss minta bantuan seperti ini. Bantu sajalah." Ujar Jack duduk di depanku.
"Aku juga belum pernah lihat, walau itu tetap dingin." Ucap Gillbert duduk di samping Jack.
"Baiklah-baiklah, aku bantu. Apa rencananya?"
"Kalian biasa hang out di bar?" Tanyaku.
"Lumayan sering, tapi akhir-akhir ini tidak jarang."
"Lumayan bagus, ajak dia bertemu disalah satu bar yang biasa kalian kunjungi MALAM INI!" Tekanku.
"Harus?"
"Iya."
.........
06:00 PM
Aku, Han dan Shino sudah sampai di tempat yang dijanjikan dengan Yura. Shino kedalam bar membawa hp yang rekaman audionya menyala, tentunya untuk merekam percakapan mereka nanti.
"Kami berdua mengandalkanmu Shino. Kau harus bisa." Ucap Han ke Shino yang dari tadi diam saja.
"Iya. Akan aku lakukan." Kata Shino berjalan menuju kedalam bar.
Rencananya?
FLASHBACK ON
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Kau buat dia mabuk, dengan begitu kurasa dia akan menceritakan apa yang telah membebaninya." Jelasku ke Shino dengan ekspresi datar.
"Apa kau sering melakukan itu pada tersangkamu Blyss?" Tanya Gillbert.
"Tentu." Jawabku.
"Sebaiknya aku harus mengurangi kalian semua bertemu Blyss." Keluh Han sambil duduk disamping kananku.
"Cemburu Han? Salah satu dari kami tidak akan mengambil Blyst darimu." Sahut Jack sambil tertawa bersama Gillbert.
"Ckckck." Shino hanya menggelengkan kepalanya. "Berarti aku harus menjebaknya.." sambungnya.
"Ya.. begitulah." Sahutku.
"Bagus kalau begitu." Aku tersenyum ke Shino.
"Wahh. Manis sekali." Mendengar ucapan Jack aku langsung berhenti tersenyum.
"Diam Jack. Tapi benar juga. Aku belum pernah melihat Blyss tersenyum dengan ikhlas seperti itu." Ucap Han.
"Aku orang beruntung berarti." Ucap Shino bersyukur dan masih memandangku dengan mata bulat kaget.
"Ckckck." Gillbert hanya berdecak saat itu sambil memandangku.
Aku refleks tersenyum pada Shino, itu pun hanya sebentar. Entah kenapa aku tidak terlalu tertarik untuk tersenyum, aku biasanya langsung tertawa. Itu karena aku sendiri selalu menganggap bahwa aku menyeramkan jika tersenyum. Yasudah, tertawa saja langsung. Menurutku senyumku manis hanya karena aku jarang senyum.
Kalau buat aib untuk apa nanggung? Sekalian saja. (Blysstina Grysselda 2021)
"Yasudah, nanti aku kirimkan lokasinya kalau aku dan Yura sudah fix." Ucap Shino.
"Kami tunggu." Sahut Han mewakili aku dan dia.
"Jack? Gillbert? Kalian mau ikut?" Tanya Shino.
"Kata Han tadi jangan sering-sering ketemu Blyss. Kami berdua tidak ikut." Jawab Gillbert menaikkan satu alisnya ke Jack. Jack tersenyum dan mengangguk ke Gillbert dan Han secara bergantian. Han hanya menatap Jack dengan kesal.
'Ini adalah interaksi antara dua tikus usil yang lahir kembali menjadi manusia dan satu kucing emosian tapi tidak refleks main tangan yang lahir kembali menjadi manusia juga. Bagaimana Shino bisa tahan hidup diantara mereka. Aku saja yang baru bertemu rasanya sudah ingin mengurung mereka ditempat yang berdeda.'
"Yasudah, kami pulang Han." Ucap Jack tiba-tiba berubah sesuai umurnya sambil berdiri.
"Iya iya. Hati-hati di jalan." Ujar Han dengan nada yang tidak sinkron dengan tatapannya yang tadi ke Jack lalu mengikuti sahabatnya itu ke luar rumah. Sedangkan aku masih duduk di sofa mengotak-atik laptopku.
'Han itu orangnya baik.'
"Mau pulang sekarang?" Tanya Han saat dia duduk di tempatnya tadi.
"Aku beres-beres dulu." Jawabku.
Saat aku akan menutup laptopku, Han mengecup bibirku, aku langsung nenoleh kearahnya.
"Terima kasih sudah membantuku."
"Bukan sekarang waktunya berterima kasih." Jawabku dengan wajah datar sambil kembali membereskan peralatan yang aku gunakan tadi.
"Andai aku Shino yang dapat melihat senyum dari Blyss yang tadi."
"Biasakan saja." Jawabku. "Kau mau antar aku pulang atau aku harus pulang naik taksi?" Tanyaku pada Han sambil berjalan keluar.
FLASHBACK OFF
'Seharusnya aku tidak ikut tadi, tapi dirumah sendiri juga tidak menyenangkan jika aku tau ada yang lebih seru disini.'
"Aku mau keluar, kau mau ikut?" Tanya Han
"Untuk apa keluar? Nanti ketahuan Yura."
"Tidak akan. Shino dan Yura ada di tempat khusus, kata Shino itu kemauan Yura. Mau ikut keluar tidak?"
"Iya-iya." Aku ikut turun karena didalam mobil membosankan, aku lupa bawa laptop.
Saat masuk tentu saja tercium bau alkohol yang kuat, musik dengan dentuman yang keras dan lampu-lampu menyala. 'Aku bisa mati bodoh di sini. Aku harus cari tempat yang masih suci:v di sekitar sini.' "Han.." Panggilku sambil menarik lengannya.
"Kenapa? Takut?" Tanya Han dari raut wajahnya sepertinya dia sedang tersenyum. Wajah tidak terlihat karena masker.
"Aku mau tanya, di sini ada tempat yang masih
bersih tidak?" Tanyaku.
"Di belakang. Mau kutunjukan jalannya?"
"Tidak, aku bisa sendiri. Kalau Shino sudah selesai, telpon atau cari aku." Han mengangguk mendengar itu.
Aku langsung menuju halaman belakang dari bar ini. "Damn." Kesalku saat baru sampai dipinggir kolam dan melepas maskerku.
Baru saja aku ingin duduk dikursi yang tersedia di sana, ada yang menarik lenganku dan melemparku ketembok hingga punggungku terbentur. 'Sstt. Apa-apaan ini?!'
Aku tetap berdiri mencoba menatap orang yang tidak sopan ini.
"Ternyata Ec dan Blyss satu dalang. Hai Blyss." Ucap lelaki di depanku masih memenggang tanganku dengan kuat. Aku hanya menahan sakit di tanganku ini.
'Nicols.' Aku melihat wajahnya dengan hiasan senyuman menyeringai. "Lain kali datanglah dengan lebih sopan."
"Kupikir kau anak baik, tapi sepertinya aku salah. What do you want to be my baby girl ?" Tanyanya tanpa tahu asal usulku.
...***...
TBC
Mohon dukungannya readers 😁