
Attention Please! Cerita ini hanya fiktif belaka 😄
06:00 AM
Seluruh peserta olimpiade berkumpul untuk mendengar pengumuman hari ini di kantin setelah sarapan.
"Sekarang acaranya adalah mengenal lebih dekat satu sama lain. Mahasiswa dan mahasiswi dibedakan yah, ini bukan tempat untuk menemukan pasangan hidup. Kalian bisa pakai alat permainan yang ada di lapangan basket nanti atau bisa pakai yang kalian bawa sendiri. Nanti pukul 3 sore saya kumpulkan lagi kalian di sini, sekian dari saya silahkan kerjakan," jelas panitia a.k.a Glendy.
Setelah di lapangan basket, aku, Yen Yen, Hyena, Jian, dan Viana kembali berkumpul. Lalu Ruby dan beberapa temannya bergerombol mendekat ke arah kami. Aku kenal mereka, aku sudah pernah bertemu dengan mereka sebelumnya tapi aku masih tidak tertarik dengan dari mana asal mereka, itu karena aku sudah menyimpan nomor mereka, jadi jika aku ingin tau dari mana mereka berasal..aku bisa langsung tanya saja lewat virtual.
Rambut ungu Fila, baju putih Violet, rambut dijalin Ginka, yang memakai pakaian gaun Vindy, yang pakai earphone Yang-Su. Aku cuma tahu kalau Yang-Su dari Korea Selatan, aku sempat sekelas dengannya bahkan sebangku, dia korban bully karena tubuhnya pendek. Aku tersenyum ke arah mereka secara bergantian lalu permisi untuk ke kamar kecil.
Saat aku kembali Ruby dan gerombolannya sudah meninggalkan teman-temanku.
"Lha? Mereka sudah pergi? Tidak apa juga," gumamku.
"Blyss!" Teriak seseorang. Aku segera menoleh ke belakang.
"Yugra? Lexa? Ada apa ke mari? Kalian mencariku? Kalian merindukanku ya?" Godaku pada kedua temanku ini.
"Tunggu kami mengambil nafas, lalu lanjutkan lah narsis mu itu," jawab Yugra.
"Tidak ada, kami ke sini hanya untuk melihat-lihat. Kau sedang apa?" Tanya Lexa
"Tadi dari kamar kecil. Acaranya sedang saling kenal antar perwakilan."
"Oh yaudah, jangan lama-lama di luar wilayah ya... Kami pergi dulu," kata Yugra sambil melambaikan tangannya dan mendorongku agar masuk ke lapangan basket.
"Iya-iya."
Kami berlima melanjutkan ngobrol guna menghabiskan waktu selama berada di lapangan.
.........
Pukul 01:00 PM kami berlima kumpul di kantin untuk makan siang, hanya kami berlima dengan beberapa mahasiswi dan mahasiswa yang makan siang di kantin. Sisanya masih berada di lapangan basket, tak sedikit juga yang makan siang di lapangan basket.
Saat aku kembali dari makan siang barulah acara bebas yang sebenarnya dimulai, mahasiswa dan mahasiswi di luar olimpiade pun bisa masuk ke area lapangan basket. Peserta olimpiade semuanya berbaur, tapi kami berlima masih bersama-sama.
"Sepertinya Lexa dan Yugra sedang sibuk," pikirku ketika melihat ada orang tua dan keluarga temanku yang lain datang menemui tujuan mereka masing-masing.
Kami mencari tempat duduk yang nyaman untuk melanjutkan mengobrol.
"Setelah lulus dari kampus kalian masing-masing, apa rencana kalian selanjutnya?" Tanyaku pada mereka berempat.
"Aku akan melamar jadi guru tari tradisional di Thailand," jawab Jian dengan yakin.
"Aku akan melamar pekerjaan di sekitar Amerika Serikat," jawab Hyena sambil senyum.
"Aku akan bekerja pada sebuah kantor di Jepang, aku sudah direkrut oleh kantor itu," jawab Yen Yen dengan mata berbinar.
"Bagaimana dengan dirimu sendiri Blyss?" Tanya Yen Yen.
"Setelah lulus aku akan pindah ke sini, aku akan bekerja di kantor Pamanku di sini," jawab Viana dengan senyumnya.
"Lalu bagaimana dengan penelitian mu di Belarus?" Tanyaku padanya.
"Waktu uji cobanya sudah selesai, mungkin nanti aku perlu bantuanmu Blyss untuk mengawalnya dari bandara untuk dibawa ke laboratorium tempatku bekerja di sini," jelas Viana.
"Kupikir penelitiannya belum selesai. Baiklah, kehormatan bagiku dapat melakukan hal itu, hubungi aku lewat laptopku jika harinya sudah datang," jawabku dengan perasaan gembira, sudah lama aku hanya diam di rumah tidak melakukan aktivitas ekstrem apapun.
"Tentu saja," sahut Viana mengangguk dan tersenyum.
"Wah-wah-wah, setelah dari sini kalian bisa lebih dekat lagi ternyata," goda Jian tiba-tiba.
"Sudah-sudah, lihat. Ada yang memanggil Blyss. Itu panitia, bagaimana kalian bisa saling kenal?" Tanya Hyena.
"Dia teman sekolahku waktu sekolah dasar di Vietnam," jawabku lalu berlari ke arah Glendy.
"Apa kabar kau?" Tanya Glendy saat aku tiba di hadapannya.
"Sebentar, aku nafas dulu," jawabku. "Kabarku baik, kau sendiri bagaimana?" Tanyaku.
"Lumayan baik, aku akan sangat baik jika berada di rumah," Jawab Glendy yang sudah aku duga jawaban itu, karena dia anak rumahan.
"Hoh. Eh iya, bagaimana kau bisa jadi panitia seperti ini? Sudah lama yah?" Tanyaku.
"Hemm, sebentar... Oh ya. Waktu sekolah menengah atas aku sempat jadi panitia di sekolah karena panitia yang disewa sakit dan tidak bisa datang. Kukira itu yang pertama dan terakhir, tapi setelah lulus sekolah menengah atas aku direkrut jadi panitia acara disebuah kantor ditempat bibiku bekerja. Dari sanalah ini berlanjut, untuk mengisi waktu lumayanlah," jelas Glendy. Dan responku hanya "ohh" sambil mengangguk. "Em, aku pergi dulu yah..aku tidak bisa lama-lama titip salam juga untuk Han." Kata Glendy sambil melambaikan tangannya dan pergi menuju ruangan utama olimpiade atau di tempatku bimbingan olimpiade.
"Sebentar, bagaimana Glendy bisa kenal dengan Han? Ah sudahlah."
Selesai berbincang dengan Glendy aku berniat mencari Han, bukan untuk menyampaikan salam dari Glendy... Aku hanya ingin tahu dia sedang apa. Aku memang menemukannya tapi dia sedang berdua dengan Yura, yasudah. Aku tinggalkan saja.
"Ternyata aku cemburu melihat mereka berdua dekat. Tapi tak apa juga, aku bukan siapa-siapanya Han."
03:00 PM
Seluruh peserta dan pendampingnya berkumpul di kantin untuk mendengar pengumuman selanjutnya. Pengumumannya adalah, kami semua sudah boleh pulang. Untuk pengumuman kejuaraan akan menyusul. Sekian terima gaji. Itu versiku.
Setelah menyelesaikan urusan seputar olimpiade, Yen Yen, Hyena, Jian, dan Viana pamit untuk pulang pada satu sama lain. Setelah itu aku pergi ke tempat parkir dan tidak melihat mobil yang dikendarai Han saat hari pertama ke kampus, yang mungkin terjadi hanya satu yaitu dia sudah duluan.
"Dia sudah duluan ternyata, pakai taksi juga tak apa. Tapi... Aku harus ke rumah Han atau tidak yah, pakaianku masih di sana. Ya sudahlah... Aku ke sana saja, jika nanti aku tidak pergi ke rumah sakit tidak bersama Han, nanti Han diteror oleh Mamanya sendiri."
Flashback : "jaga Blyss baik-baik. Ke mana pun Blyss pergi, selama dia masih tinggal denganmu, kau harus selalu ada di sisi Blyss ke mana pun sampai problem-nya selesai."
...***...
TBC😅
Mohon dukungannya readers (◕ᴗ◕✿)