
Ketika langit masih terlihat gelap dan hawa yang masih dingin dan suasana yang masih sunyi senyap, Di sebuah kamar yang terlihat sangat besar itu seorang perempuan mengerjapkan mata nya dan mengucek ngucek mata indahnya mencoba untuk membuka matanya agar terbangun dari tidur lelapnya.
ya perempuan itu adalah Nadia iya terbiasa bangun di ketika matahari belum terbit.
sekarang pukul 04.05 Nadia bangun dari tidur nya, ketika iya membuka mata nya iya melihat suami nya yaitu Albi masih tidur di sebelah nya sambil melingkarkan tangannya di perut Nadia, padahal sewaktu mereka tidur mereka hanya berpegangan tangan saja tapi ketika bangun tidur Albi malah memeluk Nadia.
Nadia pun mencoba bangkit iya mengangkat tangan Albi dan berusaha memindahkannya secara pelan pelan agar tidak mengganggu tidurnya.
setelah berhasil memindahkan tangan suaminya Nadia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi, untuk menggosok gigi dan juga mengambil wudhu.
setelah itu iya keluar dari kamar mandi dan memakai mukena nya untuk melaksanakan sholat tahajjud 2 rakaat, setelah itu iya membaca kitab suci al qur'an, sambil menunggu nunggu waktu sholat subuh tiba.
Tak terasa azan subuh pun berkumandang dengan merdunya, Nadia pun membangunkan suaminya dari tidurnya untuk sama sama melaksanakan sholat subuh berjamaah.
"Kak.. kak Albi.. "panggilnya pelan kepada suaminya yang masih tidur.
"Ayo bangun kak.. udah subuh"sambungnya lagi sambil menggoyang goyang tubuh Albi pelan.
Albi pun mulai mengerjap ngerjapkan mata nya, dan akhirnya iya membuka mata nya dengan sempurna.
"Sudah subuh ya.. "tanya nya seraya beranjak untuk duduk di kasurnya.
"Iya kak.. ayo kita sholat subuh berjamaah" pinta Nadia
"baiklah.. kalo gitu aku ambil wudhu dulu ya" ucap Albi dan segera bangun dan masuk ke kamar mandi.
Nadia pun kembali duduk ke tempat sajadahnya. sambil menunggu suaminya yang masih di dalam kamar mandi Nadia pun menggunakan waktu nya untuk berzikir.
Tak berapa lama akhirnya Albi datang, sudah siap dengan memakai sarung dan juga peci nya.
Albi pun menghuraikan sajadahnya di depan sang istri karna iya yang menjadi imamnya.
setelah semuanya siap albi berdiri dari duduknya dan hendak memulai sholatnya, tapi sebelum itu.. Albi mengumandangkan iqomat sebentar sebelum memulai sholatnya, setelah itu iya berdoa ketika iqomat yang iya kumandangkan tadi selesai.
Akhirnya Albi dan Nadia pun memulai sholat subuhnya berjamaah. setelah selesai mengerjakan sholat berjamaah Nadia pun menyalami dan mencium punggung tangan suaminya, kemudian Albi mengecup kening istrinya.
setelah itu Nadia melepaskan mukena yang di pakainya tadi dan melipatnya dengan sajadahnya juga, begitu jua dengan Albi, alibi melepas peci dan sarung nya dan menaruhnya di tempat yang semestinya.
Nadia pun memulai aktivitas nya dengan membereskan tempat tidurnya dengan Albi, kemudian Albi menghampirinya dan membantunya merapikan tempat tidur mereka.
"biar aku bantu nad.. "ucap Albi sambil mengencangkan seprai tempat tidur mereka.
"Iya kak.. makasih"seru Nadia.
mereka pun selesai merapikan tempat tidur, Nadia pun meminta izin untuk keluar untuk membantu bantu di rumah mertua nya.
Albi sebenarnya menyuruh Nadia tidak usah ngapa ngapain karna sudah ada pembantu di rumahnya.
tapi Nadia memaksa untuk tetap keluar Karna merasa tidak enak jika iya harus berada di kamar saja.
apalagi sekarang iya sudah berstatus istri dan tugas istri adalah mengurus rumah tangga dan juga menyiapkan semuanya.
Nadia pun mengambil kerudungnya yang berasuk dan keluar menuju dapur rumah besar mertuanya.
Disana sudah ada pelayan yang sedang sibuk bergulat dengan peralatan masaknya, Nadia pun menghampiri mereka bermaksud untuk membantu.
"selamat pagi bi.. ada yang bisa Nadia bantu gak"tanya nya kepada salah satu pelayan.
"pagi Non.. tidak usah Non ini pekerjaan kami, lebih baik Non Nadia istirahat saja" tolak pelayan itu karna merasa tidak enak jika majikannya membantu pekerjaan nya.
"Nadia sudah cukup istirahat kok.. Nadia akan merasa bosan jika tidak bergerak "pinta nadia kepada pelayan yang ada di dapur itu.
"Nanti Non nadia capek.. nanti saya yang akan di salahkan Non" ujar sang pelayan wanita itu yang bernama Bi ijah.
"gak akan capek kok Bi.. lagi pula ini cuma memasak apa susahnya"ucap Nadia seraya memasang celemek dan memulai memotong motong sayuran.
"oh iya nama bibi siapa "tanya nadia pada pelayan itu karna memang nadia belum mengenal dan mengetahui nama sang pelayan di rumah ini.
"oh kenal kan Non nama saya dijah panggil saja Bi ijah"jawab bi ijah
"salam kenal ya bi saya nadia" ucap nadia sambil tersenyum kepada bi ijah dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada bi ijah dan di sambut bi ijah dengan senang hati.
kemudian setelah bi ijah dan nadia berkenalan tiba tiba datanglah istri dari tuan besar rumah itu sekaligus juga mertua dari nadia.
Ya itu adalah bu Nita mertuanya Nadia.. seperti biasa Setiap pagi Bu nita juga akan membantu pekerjaan memasak di rumah itu.
"loh nak.. kamu kok disini kenapa gak istirahat aja pasti kamu kan capek"tanya Bu Nita yang agak kaget karna menantunya itu sedang memasak di dapur.
"bi kamu kenapa membiarkan menantu ku ini disini nanti dia capek"sambungnya lagi.
"saya sudah melarang non nadia nyonya tapi...
"ngga papa kok mah.. lagi pula Nadia yang memaksa buat membantu bi ijah"ucapnya
"ya sudah.. mamah bantuin juga yah. "seru bu nita sambil memasang celemek.
"iya mah.. "jawab nadia sambil tersenyum
"wah.. nadia kamu pintar memasak yah.. masakan mu ini enak sekali iya kan bi"ujar bu nita yang baru saja mencicipi makanan buatan nadia dan juga di cicipin bi ijah
"iya nyonya.. ini enak sekali" seru bi ijah
Nadia hanya tersenyum menanggapi ketakjuban bi ijah dan mertuanya terhadap makanan buatannya.
"Pasti karna papah kamu koki..pasti dia yang mengajar kan kamu memasak ya"ucap bu nita sambil masih mencoba makanan buatan nadia.
"iya mah.. karna dari nadia kecil papah selalu memasak di rumah dan nadia juga jadi belajar memasak. jawab nya
setelah selesai memasak Nadia kembali ke kamar nya untuk membersihkan dirinya.
Di Dalam kamar.
Albi Baru saja ke luar dari kamar mandi hanya menggunakan Handuk yang di lilitkan di pinggang terlihatlah Abs dan otot otot kekarnya juga dada bidangnya, tubuh nya masih basah karna memang dia baru saja mandi dan terlihat rambutnya masih meneteskan air.. dan di tubuhnya masih ada bulir bulir air yang menambah ke seksian nya.
tiba tiba Nadia datang
ceklek
Nadia membuka pintu dan lagi lagi iya masih belum terbiasa melihat pemandangan indah dari tubuh Albi Yang bertelanjang dada.
tiba tiba jadilah wajah nya memerah ketika Nadia melihat Albi.
"Sudah selesai masaknya"Tanya albi sambil mengeringkan rambutnya dengan satu handuk Yang terlihat di lehernya.
"Iya kak.. sini biar Nadia carikan Baju untuk kakak" jawabnya sambil berjalan menuju lemari.
karna Albi masih cuti jadi Nadia memilih kan pakaian santai untuk Albi.
"ini kak baju nya"ucap Nadia seraya menyerahkan baju itu ke pada Albi, Dan di terima oleh Albi.
"terimakasih.. oh iya CD nya juga sudahkan"ujar Albi
"iya kak sudah.. kalo gitu Nadia mandi dulu ya"ucap berlalu pergi ke kamar mandi. karna setiap iya mendengar kata CD dari mulut suaminya entah kenapa Nadia merasa malu. Maka nya Nadia dengan cepat berlalu masuk kekamar mandi agar bisa menyembunyikan rasa malunya.
.
.
.