LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
24.minta tolong



Sebenarnya Albi juga merasa gerah dan ingin segera mandi, tapi kamar mandi sedang di pakai oleh nadia.


makanya sebelumnya Albi mengajak nadia mandi bareng karna dia sebenarnya juga merasa gerah, tapi nadia tidak mau.


Albi pun memutuskan untuk mandi di kamar mandi bawah, tapi sebelum itu Albi mengambil pakaian ganti untuknya dulu di lemari, setelah mengambilnya albi pun melangkah kan kaki nya keluar kamar, dan menuju kearah kamar mandi yang ada di bawah.


setelah 15 menitan kini albi sudah selesai mandi dia pun keluar dari kamar mandi itu sudah dengan pakaiannya, Albi terlihat sangat segar dengan tambahan aroma sabun di tubuhnya dan harum shampo di kepalanya.


Albi pun berjalan pergi kembali ke kamarnya sambil menggosok gosokkan handuk di kepalanya, agar rambutnya yang masih menitikkan air itu bisa segera kering.


ceklek. suara pintu terbuka.


Albi masuk ke kamarnya, di lihatnya sekeliling kamarnya itu kosong tidak ada kehadiran seseorang, di sana tidak ada siapa siapa.


"Nadia mana ya.. kok gak ada sih"gumam albi dalam hati. seraya mendudukkan tubuhnya di tepi kasur.


"Apa mungkin dia masih mandi kali ya? "masih gumam albi di dalam hati.


Tiba Tiba pintu kamar mandi terbuka sedikit, Nadia mengeluarkan kepalanya keluar, dengan tubuh yang masih di balik pintu, sambil memanggil nama albi.


"Kak.." panggil nadia


"Nad kamu kenapa? " tanya albi yang masih duduk di tepi tempat tidurnya dengan tatapan bingung melihat ke arah nadia.


"bisa minta tolong ngga kak"ucap Nadia


Albi yang mendengar istrinya meminta bantuan darinya, Albi langsung berdiri seraya melangkahkan kakinya ke arah nadia yang masih di kamar mandi.


"Ada apa" tanya albi yang sudah di depan pintu kamar mandi.


"Bisa Ambilkan pakaian nadia gak kak, soalnya tadi Nadia lupa bawa"pinta nadia Malu memang tadi ketika lepas dari pelukan albi nadia lang masuk ke kamar mandi dan lupa membawa baju nya.


Albi yang mendengar perkataan istrinya itu..langsung tersenyum jahat. dengan sengaja dia tidak mau membantu nadia dan albi terpikir untuk mengerjai nadia.


"Aku tidak mau.. Ambil saja sendiri"ujar albi sambil menyatukan tangan nya ke dada.


"Aku sekarang tidak bisa mengambilnya kak.. "ucap nadia


"kenapa tidak bisa"tanya albi


"Ya.... sekarang aku... hanya memakai handuk saja" jawab nadia malu sambil tertunduk.


"Terus kenapa kalau hanya pakai handuk saja" ujar Albi santai.


"Ya.. aku gak bisa keluar seperti ini..atau kakak keluar kamar saja ya sebentar biar nadia bisa ngambil pakaian nadia sendiri"ujar nadia.


"Kenapa? kamu malu kalau aku melihat kamu hanya pakai handuk saja"jawab albi sambil tersenyum.


Memang nadia merasa malu kalau keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, apalagi di kamar itu ada albi.


walaupun sudah sah menjadi suami istri, dan juga sudah pernah melakukan itu, tapi nadia tetap merasa malu, mungkin dia belum terbiasa.


"I... iyalah.. nadia malu kalau kak albi liat nadia seperti ini" ucap nadia tertunduk dengan wajah nya yang mulai merona karna malu.


"kenapa harus malu segala, aku kan sudah pernah melihat semua nya, walaupun kamu menutupnya dengan handuk aku juga sudah tahu dalamnya"ujar albi seraya menarik gagang pintu kamar mandi agar terbuka dan nadia mau keluar dari situ.


"iiiihhhh.. kakak apaan sih"teriak nadia yang tambah merasa malu ketika mendengar perkataan albi, dan tentu saja wajah nya langsung memerah seperti tomat.


Albi hanya bisa tertawa melihat ekspresi istrinya yang menurut nya sangat menggemaskan.


Ketika tangan albi sudah di gagang pintu itu albi pun menariknya tapi tidak bisa karna Nadia menahannya agar tidak terbuka ketika albi menarik gagang pintu itu.


"Kenapa? Ayo cepat keluar" suruh albi sambil menarik narik gagang pintu yang masih di tahan nadia.


"Kak.. "seru nadia dengan muka yang memelasnya yang beberapa saat lalu sukses membuat albi meleleh.


"Aku tidak boleh terbuai lagi dengan wajah memelas nadia seperti tadi.. Tapi dia sangat cantik aku jadi tidak kuat.. akhhh.. pokok nya jangan.. tahan albi, tahan.. "gumamnya dalam hati.


Albi pun kembali menarik gagang pintu itu.


"Nadia.. Ayo cepat keluar.. nanti kamu masuk angin kelamaan di kamar mandi gak pake baju"suruh albi tegas dan nadia pun tidak bisa lagi membantahnya.


"Nadia memang apa salahnya sih kalau kak albi melihat kamu hanya memakai handuk saja bukan kah tidak berdosa jika yang melihatnya itu cuma suami kamu.. baiklah Aku harus menuruti apa kata kak albi mulai sekarang dan berusaha agar tidak malu lagi dan harus terbiasa" gumam nadia dalam hati.


Nadia pun keluar dengan wajah yang tertunduk, menyembunyikan rasa malunya, Nadia berjalan pelan keluar.


dan Albi, sempat tertegun sebentar ketika melihat istrinya itu keluar, Albi sangat terkesima dengan nadia yang pertama kali nya di lihat albi keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, tidak seperti biasanya yang keluar selalu sudah berpakaian lengkap.


Albi pun kemudian tersenyum. seraya berjalan mengikuti Nadia yang berjalan di depannya menuju ke arah lemari.


Albi terus menatap nadia dari belakang, nadia yang hanya memakai handuk yang di lilitkan di tubuhnya, yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus bersih, juga terlihat sedikit garis belahan dadanya, dengan kepalanya yang di tutupi oleh handuk yang membungkus rambut basahnya sehingga memperlihatkan bagian belakang tubuh nya yang juga sangat mulus itu.


Membuat Albi dengan susah payah menelan salivanyaa, menurut albi nadia menjadi sangat seksi seperti ini, walaupun albi sudah pernah melihat setiap inci tubuh istrinya itu, tapi yang kali ini nadia sangat seksi menurutnya.


Nadia yang sudah berada di depan lemari langsung membuka pintu lemari itu, dan mengambil pakaiannya, ketika nadia membuka pintu lemari itu sambil mencari cari pakaiannya, albi yang berada di belakang nadia pun ikut berhenti dan langsung memeluk nadia dari belakang, sambil mencium dan menyerap aroma harum dari punggung nadia yang terbuka berjalan sampai ke tengkuk dan leher nadia kemudian baru ke pipi nadia.


Nadia yang merasakan itu langsung menggeliat kegelian, Albi pun jadi semakin gemas ingin terus menerus mencium istrinya itu, Sedangkan Nadia dia terus mengambil pakaian yang hendak di pakainya tanpa memperdulikan albi, Karna tadi Nadia sudah memantap kan diri ketika hendak keluar kamar mandi ,dia harus menuruti apa yang di perintah kan oleh suaminya, mungkin ciuman yang sedang di lakukan suaminya ini juga sebuah perintah menurut nadia jadi nadia membiarkan apapun yang di lakukan suaminya dan tidak menolaknya tanda nadia mematuhi apa keinginan dan perintah suaminya itu.


"Kak.. bisa lepasin nadia dulu ngga.. nadia mau makai baju nih"ucap nadia sambil memegang pakaian di tangannya.


Albi pun melepaskan pelukannya dan nadia pun pergi membawa pakaiannya ke ruang ganti, Albi mendudukkan tubuh nya di kursi meja rias. sambil mengotak atik hp nya.


Tidak lama kemudian nadia keluar dari ruang ganti dengan sudah memakai pakaian, albi pun melihat ke arah pintu yang baru saja di tutup oleh nadia barusan, nadia berjalan menghampiri meja rias dan albi sedang duduk di kursi meja rias itu.


Pandangan albi terus tertuju ke nadia yang terus berjalan ke arah nya tapi pikiran albi terus terbayang bayang nadia yang tadi hanya memakai handuk, ketika nadia sudah berada di depan albi.


"Kak.. rambut kakak kok basah.. kakak sudah mandi ya.. "tanya nadia tapi albi hanya diam saja dan terus menatapnya dengan pikiran yang melayang layang itu.


"kak, kok diam sih.. kak albi" tanya nadia sambil memegang bahu albi dan menggoyangkan tubuh albi, albi pun tersadar.


"Hah.. apa Nad.. aku ngga denger"ujar albi yang baru saja tersadar.


"Aku tadi nanya kak albi sudah mandi ya.. rambutnya basah tuh" ucap nadia mengulangi pertanyaan nya.


"Oh.. iya aku sudah mandi pas kamu masuk kamar mandi tadi soalnya gerah" jawab albi tersenyum.


"Hmm..kok gak di sisir itu rambutnya kak.. berantakan loh itu"ucap nadia sambil menyisir rambutnya.


"entar aja nunggu kamu yang nyisirin"jawab albi sambil nyengir dan memperlihatkan barisan gigi putihnya.


"kan kakak bisa nyisir sendiri" ujar nadia seraya meletakkan sisirnya di atas meja rias.


"Mau nya di sisirin sama kamu" kata albi sambil bergelayutan di tangan nadia.


"Ih... manja banget sih kakak"ucap nadia yang merasa heran karna melihat kelakuan albi yang tidak seperti biasanya.


"Kan gak papa manja sama istri sendiri"jawab albi yang masih bergelayutan di tangan nadia.


"Ya sudah sini aku sisirin..tapi jangan gelayutan gini dong kak"ujar nadia albi pun kembali duduk di kursi meja rias itu dan nadia mengambilkan sisirnya.


Nadia pun mulai menyisir rambut suaminya itu tapi sebelum itu nadia mengoleskan dulu gel rambut yang biasa di pakai suaminya itu ke rambut albi dan mulai menggosokkan nya merata setelah itu baru nadia menyisir kan rambut albi dengan telaten sampai rambutnya rapi.


.


.


SAMPAI SINI DULU YA UP NYA.. NANTI KITA LANJUT LAGI PAS AUTHOR SUDAH GAK SIBUK.. 😊😊


TOLONG DUKUNG TERUS YA KARYA AUTHOR INI.. TERIMAKASIH🙏