
"Tunggu sebentar, "
Ucap Mark,, lalu ia berjalan menuju dapur dan mulai memasak .
"Ya,, "
Ucap Felicia singkat, lalu ia memainkan Handphonenya,,
Felicia menggeser layar untuk mencari nomor Anggi,,Ia bermaksud untuk menelpon Anggi,,
Namun yang Felicia temukan adalah 100\+ panggilan tak terjawab dan pesan banyak yang dikirim Anggi,
Felicia mencoba menghubungi Anggi dan berharap bisa mengurangi rasa khawatir Anggi kepada dirinya.
Dalam Telephone,,
"Hallo. .... "
Ucap Felicia dalam. telpon ,,
"Lis, huhuhu... kamu kemana aja,, aku nyariin kamu kemana mana tapi kamu ngga ada, dan aku telponin sama kirim pesan ke kamu berkali kali tapi hasilnya tetap nihil huhuhu.... "
Kata Anggi terisak karna kejadian ini,,
" Maafin aku Nggi............... "
Ucap Felicia mencritakan semuanya pada Anggi sambil terisak tangisssannya ,,
"Tak apa Lis,, yang penting kamu selamat aku udah tenang kok "
Jawab Anggi sambil menenangkan Felicia,,
Tut.....
Panggilan telepon pun diputus oleh Felicia,
"Lisss, makan dulu"
kata Mark dari meja makan,,
"Iyaaaa,,bentar "
Felicia pun pergi menuju meja makan
Setelah makanan tersaji Felicia langsung melahap makanannya dengan cepat,,
"Pelan pelan, ngga ada yang bakal rebut makanan kamu kok"
Ucap Mark yang tak di gubris oleh Felicia yang asyik dengan makanannya,,
"Mau? "
kata Felicia sambil mengangkat ayam panggang itu ke arah Mark
"Engga, tadi udah makan. Lilis makan aja "
Ucap Mark sambil memandang Felicia makan,
"Yaudah "
Jawab Felicia singkat dan melanjut aktifitas makan nya,,
Setelah makan Felicia membantu Mark untuk beres beres dan mencuci piring piring kotor,,
"Mark besok ke taman ya, mau jalan-jalan pagi"
Kata Felicia sambil membawa piring itu ke rak piring,,
"Iyaa,, tapi badan kamu udah ngga sakit lagi kan"
Ucap Mark sambil tersenyum manis,, Mark berharap Lilis bisa menggantungkan semuanya pada dirinya,,
"Asyikkk,, Ma.... Makasi, Mark. "
Ucap Felicia bahagia,,
"Cup... "
Felicia mendaratkan ciuman pipi Mark sekejap lalu Felicia pergi ke kamar untuk tidur,,
"Kucing nakal"
gumam Mark sambil memegangi pipi yang baru saja di cium oleh Felicia
Pukul 02.30 WIB
Felicia tiba tiba terbangun dari tidurnya dan langsung memeriksa Handphonenya berharap ada panggilan atau pesan masuk dari Bryan,,
Tetapi tak ada notif dari Bryan,,
"Apa Bryan sesibuk ini hingga tak mencari dan menghubungiku"
Gumam Felicia.
Felicia pun memutuskan untuk tidur lagi,,
Pagipunn tiba sinar matahari masuk melalui celah celah Jendela yang terbuka,,
Felicia bangun dan merasakan ada sebuah tangan yang menelusup di antar kedua tangannya.
Tangan tersebut memeluk tubuh kecil Felicia dengan erat.Felicia berusaha melepaskan tangan itu,
"Ummm, Lisss sebentar aja "
Gumam Mark sambil masih memeluk Felicia,,
"Jangan manja Mark, udah pagi "
Ucap Felicia sambil berusaha melepaskan pelukan Mark lagi,
"Ayolaaaah "
Gumam Mark setengah sadar,,
Felicia pun mengalah dia mengantuk dan tidur lagi sehingga membiarkan Mark memeluk tubuhnya hingga Mark bangun,,
Beberapa menit pun berlalu >>>
"Hoaaaam, "
Ucap Mark bangun, lalu melakukan aktifitas biasanya setelah tidur(Mandi)
Mark belum sadar bila Felicia tidur di sini,,
Gemericik air terdengar di telinga Felicia, Felicia membuka matanya namun tak melihat Mark di sana,,
"Pasti dia mandi"
Gumam Felicia sambil menuju Lemari pakaian Mark,,
Felicia sedang mengganti pakaian nya yang kemarin dengan kemeja yang sedikit agak kedodoran di tubuhnya ,,
"Udah selesai? "
Ucap Mark sambil melihat adegan dimana Felicia melepaskan bajunya,,
"Hwaaa, Mark jangann lieeeeettt!!! "
Kata Felicia sambil menutupi bagian privasi tubuhnya,,
"Lagian salah siapa juga ganti pakaian di kamar"
Kata Mark dengan sengaja,,
"Kan kamar Mandinya masih kamu pakekkk!!!"
Bentak Felicia sambil menunduk ke bawah lantai ,
(karna Mark yang masih memakai handuk selutut, itupun hanya menutupi bagian privasinya terkecuali dadanya yang bidang.)
Melihat ekspresi Felicia yang malu,, Mark langsung mendekat ke arah Felicia dan menyudutkannya ke arah dinding,,
"Ma...Mau apa kamuu? "
Kata Felicia takut seraya memegang erat bagian yang hanya tertutup dengan baju yang sudah ia lepas
Sekarang Felicia sudah berdiri tepat di belakang dinding,,
" ga ngapa ngapain, hanya mau ambil kemejaku yang ada di sini,, "
Kata Mark sambil mengambil kemejanya diatas nakas.
Markpun meninggalkan Felicia sendirian di kamarnya,,
Entah kenapa jantung Felicia serasa seperti lagi Sport saat melihat Mark tadi.
Setelah itu mereka berdua pergi ke taman dengan jalan kaki,, tentunya mereka telah memakai baju olahraga.
Tak terasa mereka telah menghabiskan setengah hari hanya di taman berdua,,
Mark mengajak Felicia makan siang ke sebuah resto milik temannya,,
Mereka pun berangkat dengan motor gede milik Mark,, Sedang Felicia melingkarkan tangannya ke perut Mark agar tak terjatuh,,
Setelah sampai Felicia dan Mark duduk berdua di bangku yang telah di sediakan,,
Kata pelayan sambil memberikan sebuah buku yang berisi makanan serta harganya ,,
"Lis, pesan apa?? "
Ucap Mark sambil memberikan buku itu ke Felicia,
"Pesan, Kimchi!!"
Jawab Felicia semangat, karna di menunya ada juga makanan pedas
"Oke, minumnya? "
Tanya Mark lagi,,
"Es teh sama es jeruk,pasti "
Jawab Felicia tak sadar sambil ngiler,,
"mbak kimchi2 sama nasgor 1, sama es jeruk 2 es teh 1ya "
Kata Mark ke pelayan tersebut,,
Markpun mengambil tissue yang ada di depan nya dan mengusap air liur Felicia, walaupun felicia masih tak sadar ia ileran.
"Udah, Liss halunya ?? "
Tanya Mark sambil mencubit hidung Felicia agar ia sadar ,,
" Hah, apanya?? "
Ucap Felicia sambil menatap serius Mark,,
"Ngga jadi ,,"
Ucap Mark sambil mengelus rambut Felicia,
"Humph!! "
Kata Felicia sambil memajukan bibirnya,,
Mereka berduapun memakan makanan dengan lahap terutama Felicia ,
Di sela \- sela Mark dan Felicia makan,, Handphone Mark berdering, Mark meminta ijin kepada Felicia untuk mengangkat telfon itu.
Markpun keluar dan berjalan ke depan resto untuk mengangkat panggilan itu,,
"Bryan?"
Ucap Mark bingung, Karna ia jarang sekali dihubungi manusia satu ini,,
***FlashBack On***
*Bryan adalah teman sekampus Mark saat ia masih berkuliah di Amsterdam, hanya Bryanlah orang Indonesia yang ada di kelasnya.
Sehingga mudah bagi Mark untuk berteman dekat dengan Bryan.
Mark juga tak kalah tampan dan tajir,, Malah Mark yang tanpa ia sadari menjadi idola kampus nomer 1 ,mengalahkan pria lokal yang ada di sana.
Tak hanya tampan dan berbadan atletis, Mark juga pintar dan cerdas. Tak heran ia bisa mendapatkan kesempatan berkuliah di Amsterdam.
Menurut Mark, Bryan adalah lelaki yang baik dan ramah, Bryan digemari banyak cewe bule yang ada di kampusnya karna ketampanannya \+ ketajirannya,,
Mark juga mengenal Bryan sebagai playboy kelas kakap, ia memiliki banyak pacar dan wanita yang ada didekatnya.
Meskipun begitu Mark tak keberatan dengan sifat playboy yang dimiliki Bryan ,,
**FlashBack Off***
Tanpa basa basi Markpun mengangkat panggilan itu,,
"Markkk lu di mana? "
Tanya Bryan di sebrang telfon,,
"Gue di resto lu "
Kata Mark,,
"Resto yang ada di deket apartemen lo? "
Ucap Bryan menebak ,,
"Hmmm, iya"
Jawab Mark singkat,,
"Gue ke sana ya, mumpung gue juga ada di sekitar situ "
Kata Bryan ,,
"Iya,"
Jawab Mark singkat lalu Mark berjalan kembali ke meja yang ia tempat bersama Felicia,,
"Loh, Lis makananmu mana? "
Tanya Mark terheran heran, perasaan karna baru ia tinggal telpon Bryan sebentar makanan itu hilang ke perut Felicia,,
"Di perut "
Jawab Felicia sambil menyeruput es jeruk,,
" Perasaan tadi aku tinggal sebentar deh,, tapi kok makanannya cepet abis "
Gumam Mark yang di dengar oleh Felicia,,
"Mark sadar ngga, ninggalnya kelamaan? "
Tanya Felicia ,,
"iyaaa, maaf yah"
Kata Mark mengalah dengan argumen Felicia.
Felicia mengangguk lalu melanjutkan akfititasnya,,
Mark dan Feliciapun menyelesaikan makan dan minumnya,,
"Mark pulang yuk!!"
Ucap Felicia karna perutnya sudah terisi,
"Bentar nunggu teman,, "
Kata Mark sambil melihat notif di Handphonenya,,
**Beberapa menitpun berlalu** ,,
Akhirnya teman Markpun datang membawa mobil nya,dengan setelan jas lengkap ,ia keluar dengan mobil yang terparkit di depan restoran,,
Pria tersebut berjalan menuju ke meja Mark dan Felicia,,
"Felis???"
Teriak Bryan, yang membuat Mark dan Felicia menoleh ke arah teriakan itu,,
"Bryann!!!"
Ucap Felicia yang tak kalah terkejutnya,,
To Be Continuee \_\_\_\_
Bantu Like, Vote, And komeenntt ^ω^