LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
10.pindah



Setelah 15 menit Nadia pun selesai dengan ritual mandinya.


juga sudah memakai baju gamis yang tadi di bawanya sebelum masuk ke kamar mandi. kini nadia sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambut nya dan juga hendak memakai hijab nya dan bersiap siap karna sebentar lagi akan makan pagi bersama.


sedangkan Albi dari tadi hanya sedang duduk bersantai di sofa yang ada di kamar nya itu.sambil mengutak atik ponselnya, tiba tiba Nadia menghampiri Albi, tentu saja dengan maksud ingin mengajak suaminya itu untuk ke bawah karna sebelum Nadia masuk kamar tadi bu nita menyuruhnya untuk segera turun bawah ketika sudah selesai membersihkan diri, dan juga ajak Albi makan sama sama.


" kak.. ayo kita ke bawah tadi mama sudah menyuruh untuk segera ke bawah untuk sarapan"ujar Nadia sambil duduk di sebelah albi.


"baiklah, ayo sekarang kita ke bawah"balas yang langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke saku celananya, dan seraya hendak berdiri dari duduknya diikuti oleh Nadia juga.


Tapi gerakannya terhenti ketika Albi ingin mengatakan sesuatu kepada Nadia.


"oh iya.. hampir lupa"kata albi sambil menepuk jidatnya.


Nadia yang melihat itu pun mengernyitkan dahi nya nampak bingung dan heran dengan apa yang di lakukan suaminya.


"ada apa kak? " tanya Nadia


"setelah sarapan ,nanti temani aku ke sebuah tempat ya.. "balasnya sambil memandangi Nadia, Nadia yang mendengar ucapan dari suaminya itu pun hanya menganggukkan kepala.


"Tapi kita mau kemana kak? "tanya nya pada Albi yang hendak bangkit dari duduknya.


"pokok nya adalah.. kamu akan tahu nanti"jawabnya


Nadia masih bingung kemanakah dia akan pergi nanti bersama suaminya.


"ayo sekarang kita ke bawah"ajak Albi pada Nadia yang masih berdiam diri.


"i.. iya kak.. "ucapnya dan seraya berdiri dan melangkah keluar kamar.


kemudian mereka sampai di ruang makan dan di sana sudah berkumpul, ayah, mama, dan dua adik Albi.


Nadia dan Albi pun mendudukkan tubuhnya bersebelahan di kursi meja makan.


" Cie.. Cie. Cie.. pengantin baru"ledek alya kepada kakanya dan kakak ipar nya yang baru saja datang.


" ehm.. ehm.. kapan nih aku bisa punya ponakan "celetuk haikal yng juga ikut meledek Albi dan nadia.


Author:Boro boro punya ponakan.. melakukan gitu gituan aja belum gimana mau jadi tu ponakan. wkwkwk


Nadia yang mendengar ledekan dari kedua adik ipar nya pun merasa malu tapi ia berusaha menutupinya dengan biasa biasa saja.


sedangkan Albi santai santai saja karna dia tidak memperdulikan ucapan adik adiknya.


"sudah sudah jangan di ledekin terus dong kakanya. "bela bu nita


"karna sudah semua berkumpul, ayo sekarang kita makan sarapannya" ajak pak harry.


makan pagi pun di mulai dan Nadia pun mengambilkan nasi dan lauk pauk yang di mau albi, dan menaruh nya ke piring Albi.


setelah itu baru Nadia mengambil makanan yang dia inginkan.


Nadia memang tidak terbiasa seperti ini tapi dia harus membinasakannya karna ini akan terus menjadi rutinitas baru Nadia.


"ehm.. so sweet banget sih kak Nadia ngambilin makanan buat kak Albi"ucap alya yang baru saja melihat apa yang di lakukan Nadia kepada albi.


"ssstt.. diam kamu udah makan aja" balas albi sambil menaruh jari telunjuknya di mulutnya.


"iihh.. gitu aja marah pengantin baru"sambung haikal membela alya.


"sudah sudah jangan berantem"ujar pak harry melerai.


"iya ayah"jawab haikal, alya berbarengan.


"oh iya.. nak apa kalian tidak ingin bulan madu "tanya pak harry, kepada anak dn menantunya.


tiba tiba Nadia tersedak,ketika mendengar perkataan pak harry tadi yang mengatakan bulan madu.


Dan refleks Albi langsung menyodorkan segelas air putih kepada Nadia, dan Nadia pun mengambilnya dan meneguknya.


"Hati Hati makannya"ucap albi ketika menyerahkan segelas air putih. Nadia hanya menganggukan kepala.


"mungkin nanti saja yah.. lagi pula Albi masih banyak pekerjaan yang masih belum di selesaikan"ucap Albi menolak untuk bulan madu pikirnya tidak akan terjadi apa apa juga jika dia bulan madu apalagi Nadia belum siap memberikan hak albi.


"tapi kan kamu masih cuti dan Nadia juga masih cuti"imbuh bu nita.


"Tidak bisa mah.. Albi masih harus mengurus sesuatu"tolaknya


"Baiklah terserah kalian saja, ayah dan mamah tidak akan memaksa" jawab pak harry


Sarapan pagi pun selesai, pak harry dan bu nita berkumpul di ruang keluarga menyusul dengan dua anak nya yang lebih dahulu berada di sana.


sedangkan Albi dan Nadia kembali ke kamar, untuk bersiap siap karna tafi albi mengajak nadia pergi ke suatu tempat.


Nadia dan Albi pun bersiap, Albi hanya menambah kan jaket jins ke badan nya.karna baju yang di pakainya sudah


terlihat casual jadi dia hanya menambah jaket jins saja. sedangkan nadia mengganti baju gamisnya dan hijabnya. tapi masih simple dan juga tak lupa memakai polesan bedak tipis dan juga lipstik berwarna kalem walaupun sederhana tapi Nadia terlihat sudah sangat cantik dan anggun.


"sudah siap"tanya albi


"sekarang bawalah barang barang yang ingin kamu bawa" balas albi seraya memasang jam tangan nya.


"barang.... untuk apa? "tanya nya sambil mengernyitkan dahi karna merasa heran


"ya.. barang barang kamu dan juga baju "ucap albi sepotong karna tidak mengatakannya dengan jelas tujuan mereka kemana kenapa harus membawa barang dan baju.


"karna kita sekarang akan pindah kerumahku jadi kita akan tinggal berdua tidak bersama ayah dan mamah"mengungkapkan maksudnya


"Tapi tinggal lah beberapa bajumu di sini agar nanti sewaktu waktu ketika kesini tidak membawa baju, sudah ada baju ganti di sini"imbuhnya lagi


Nadia yang mendengar mereka akan pindah merasa bingung, kenapa harus pindah, tapi dia segera mengikuti apa yang di sruruh suaminya.


Nadia memasukkan baju baju nya ke dalam koper dan juga barang barang nya.


tapi albi sama sekali tidak membawa apa apa, dia hanya membawa tas laptopnya dan juga membawa dirinya.


"sudah kak"ucap nadia yang baru saja selesai membuat semua keperluannya nanti ke dalam koper.


"sudah semua tidak ada yang tertinggal"tanyanya albi lagi memastikan.


"iya kak, sudah semua"balas nadia


"baiklah, ayo kita berangkat sekarang sini koper nya aku yang bawa"ajak albi seraya menggeret koper Nadia keluar kamar, dan di ikuti nadia di belakang.


di ruang keluarga.


yang disana berkumpul pak harry dan bu nita juga haikal dan alya. langsung bertanya kepada albi dan nadia ketika melihat mereka berpakaian rapi dan juga membawa koper.


"kalian mau kemana nak.. "tanya bu nita yang masih duduk di sofa ruang keluarga


nadia dan albi pun menghampirinya untuk berpamitan.


"kami mau pindah mah, yah, kermuah Albi"jawab Albi


"kenapa Buru Buru sekali pindahnya"ujar pak harry seraya menutup koran yang di bacanya.


"kami ingin belajar mandiri yah, mah" jawab albi


"hemmm.. padahal kan mama masih ingin ngobrol, masak, dan kumpul bareng nadia, tapi kamu sudah main ngajak nya pergi aja"ucap bu nita seraya beranjak berdiri dan menghampiri nadia yang berada di sebelah albi dan memeluknya..


"nanti kami akan sering sering berkunjung kesini mah"jawab Nadia sambil memeluk bu nita.


"ya sudah janji ya"jawab bu nita sambil melepaskan pelukannya kepada nadia.


"iya mah"jawab nadia dan albi berbarengan.


"oh iya kak nadia.. nanti alya dan kak haikal boleh kan main kerumah kakak"ucap alya sambil menggandeng tangan nadia.


"boleh"


"nggak boleh"


ucap nadia dan albi berbarengan. mereka pun jadi saling pandang karna ucapan mereka saling bertolak belakang.


"boleh kok nanti kamu boleh main kerumah kak"sambung nadia sambil tersenyum


"yeee.. welk kak nadia aja ngebolehin "seru aly sambil menujulurkan lidah nya ke albi tanda meledek nya.


"emang, kak albi ini gak mau apa ya.. main sama kami"sambung haikal


"bukan nya gak mau.. tapi kan kami mau berduaan dulu..jadi jangan ada yang ganggu dulu ya.."ucap albi sambil menggoda Nadia. seketika saja nadia langsung malu dan wajah nya memerah.


"cie... cie.. sweet banget sih.. "seru alya


"wajah kak nadia merah tuh"sambung haikal


semua mata pun tertuju melihat wajah Nadia, memang nadia merasa malu dan juga wajah nya memerah.


"e.. enggak kok"balas nadia


"ya sudah.. kami mau berangkat dulu ya.. "ujar albi sambil menyalami kedua orang tua nya juga memeluknya begitu juga dengan nadia, dia menyalami kedua mertua nya dan memeluknya juga dengan alya.


"kami pamit yah, mah, alya dan haikal"pamit nadia dan berlalu pergi keluar mengikuti albi yang lebih dahulu keluar.


mereka pun naik mobil Albi menuju tempat yang di maksud albi, yaitu rumah nya.


Sebelum menikah Albi memang sudah mempunyai rumah di salah satu komplek perumahan elit. rumah nya baru dan dia hanya sesekali saja tinggal di sana dia lebih banyak tinggal di rumah orang tuanya.


Tapi karna dia sekarang sudah menikah makanya dia memutuskan untuk tinggal dan menetap disana.


.


.


.