
Felicia Lu Zheng adalah seorang mahasiswi yang menimba ilmu di Universitas indonesia . Ia seorang murid yang cerdas.
Felicia lebih di kenal oleh teman sekampusnya dengan julukan 'Bunga Kampus' ,karna bukan hanya rupawan namun dia juga sangat cerdas,sopan ,dan ramah.
Felicia memiliki sebuah keluarga yang bisa di bilang lengkap dan harmonis,, Ia adalah pewaris Grup Zheng ,
Felicia memiliki teman dekat bernama Anggi mereka bertemu saat Felicia menginjak SMA kelas 2A sedangkan Anggi SMA kelas 2 B.
Anggi adalah teman sekaligus sahabat Felicia,, Ia berasal dari keluarga sederhana , Ia harus menghidupi ke dua adiknya, sebab ayah dan ibunya 1 tahun lalu telah bercerai dan berkluarga masing - masing tanpa mempedulikan keadaan Anggi dan adik adiknya.
Pagi ini di Universitas Indonesia,
" Felicia !!!"
Teriak Anggi ,dari kejauhan karna melihat Felicia tengah duduk sambil membaca buku di bangku taman kampus,,
"Anggi ,hey aku di sinii!!! "
teriak Felicia, memberi pertanda pada Anggi.
Anggipun berjalan mendekati Felicia lalu duduk di samping Felicia,
" Ada tugas apa, Lis? "
Ucap Anggi yang senang memanggil Felicia dengan sebutan 'Felis'
"Kan kemaren ada tugas dari Pak Rahmad, di suruh kumpulin minggu depan, nah ini aku belajar materinyaaaa"
kata Felicia sambil terus fokus ke arah bukunya,,
Di Sisi lain kampus , 4 idola kampus tak sengaja lewat taman,, sengaja agar bisa menghirup udara pagi yang segar,,
Sebenarnya hanya ada 2 idola kampus saja di semester kemarin, namun idola kampus ini nambah jumlah jadi 4 semenjak kedatangan murid pindahan dari Amsterdam
Mark berjalan menyusuri jalanan yang ada di taman tak sengaja melihat gadis yang duduk manis dengan membaca buku teori,
Mark memperhatikan wajah gadis itu dari kejauhan,,
Tanpa sadar Mark tersenyum melihat gadis yang tengah fokus pada bukunya tersebut,,
"Eh Bro, lu kesambet apa si, "
kata Justin dengan logat bulenya , sambil mengarahkan tangan kanannya ke wajah Mark lalu menggoyangkan nya berharap Mark dapat sadar,,
" Gak ih "
kata Mark dingin sengaja, agar tak ketauan dia tengah melirik gadis yang tengah duduk di bangku taman.
"Yang bener, tapi aku tadi tau kamu lihat cewe yang duduk di sana,sambil senyam senyum "
Kata Alan sambil melihat gadis yang membuat Mark terpukau.
"Wuih... Jarang jarang nih, ni gunung es bisa cair sama yang namanya cewe"
Ucap Faiz menyindir, Mark
" Gue cabut dulu"
kata Mark dingin, karna di komporin temen temennya,,
"Kringggg... kringgg"
bunyi bel masuk pun teriang di telianga para mahasiswa,, Mereka bergegas masuk ke kelas masing masing,,
Kebetulan hari ini kelas yang diambil Felicia dan Anggi berbeda,,Felicia masuk ke kelas Sosiologi sedangkan Anggi di kelas Ekonomi.
Felicia duduk di kursi terdepan agar bisa mendengarkan penjelasan dosenya dengan jelas,,
Bu Yani pun tiba, beliau datang membawa Buku materi \+ alat lain yang digunakan untuk mengajar para mahasiswa,,
"Selamat pagi anak anak,, "
Kata Bu Yani(dosen) , menyapa
"Pagi bu,, "
jawab Para Mahasiswa serempak .
"Hari ini, kita kedatangan murid pindahan dari Amsterdam "
kata Bu Yani menginfokan,,
"Ayo, Silakan nak masuk "
kata Bu Yani menginstruksikan kepada murid pindahan itu,,
Murid itu pun masuk,,
Seketika seluruh mahasiswa memandang kedatangan pemuda yang baru saja memasuki kelas mereka, bagaimana tidak,,
Ia memiliki coklat, berwajah tampan, dan memiliki bentuk tubuh yang perfect \( Atletis\) ,siapa wanita yang tak menggetar saat melihat dirinya,,
Semua memandang murid baru itu kecuali Felicia yang masih sibuk dengan bukunya ,,
"Mark, silakan maju dan perkenalkan nama kamu "
kata Bu Yani, dengan senyuman di bibirnya
Markpun menurut perkataan Bu Yani,,
"Hallo, Nama saya Mark. Saya berasal dari Indonesia tapi sudah lama tinggal di Amsterdam, Belanda .Senang bertemu kalian, mohon bantuannya "
Kata Mark tersenyum membuat mahasiswa di ruangan itu klepek klepek di buatnya.
Namun Mark, merasa sosok yang ia kenal di ruangan ini,,
"Mark ,segera duduk di tempat yang telah tersedia "
Ucap, Bu Yani.
Mark tanpa plin plan ia langsung duduk di samping wanita berambut panjang ,yang di mejanya penuh dengan bukunya,,
" Kamu siapa? "
kata Felicia, menyelidik dengan tatapan tajam ke arah Mark,,
"Mark"
Jawab Mark dingin, lalu mengeluarkan bukunya,,
ia berhenti melakukan aktifitasnya ketika ia sadar ada yang mengganjal dengan muka gadis itu,, Markpun melihat kembali wajah gadis yang duduk di sampingnya.
Dan benar saja dia adalah gadis yang berhasil membuatnya tersenyum setelah sekian lama,,
Markpun menjadi semakin tertarik untuk membuat nya \(Gadis itu\) jatuh hati padanya,,
5 Jam kemudian,,
Kelas Felicia akhirnya selesai , bel istirahat pun berbunyi tanda istirahat dimulai,, Felicia membereskan bukunya dan alat tulis yang ada di mejanya lalu memasukkanya ke tas.
Felicia pergi mencari Anggi ke kelasnya, namun sayang Anggi sudah tak ada di kelas,,
Akhirnya Felicia ingat bahwa sejak dulu Anggi saat istirahat selalu ngelonyor duluan ke kantin tanpa mempedulikan Felicia,
Felicia memutuskan pergi ke kantin,
"Dasar kalok urusan makan aja kamu nomor satu gi"
kata Felicia yang mengatai Anggi,,
Sedangkan Anggi masa bodo dengan perkataan Felicia ia malah melanjutkan makannya dengan lahap.
Setelah jam pelajaran terakhir selesai Felicia pulang di jemput oleh pacarnya ' Bryan '
***Flashback on***
Felicia gadis yang paling ceroboh menurut Bryan, karna pada pertemuan mereka Felicia menabrak Bryan karna melamun saat berjalan,,.
Namun Bryan tak marah dengan Felicia justru ia malah mencintai gadis yang terpaut 3 tahun lebih muda darinya,,
Sebenarnya saat pertemuan pertama Felicia tak tau Bryan adalah seorang CEO di grup Ling Yang ,Felicia hanya mengenal Bryan adlaah orang yang sederhana,,
Namun saat Felicia tau sebenarnya Bryan adalah orang dari keluarga besar, Felicia hampir membenci Bryan karna telah membohonginya.
Flashback Off
Felicia pun menghampiri Bryan yang tengah turun dari mobil sport nya ,
"Yan, langsung ke rumah aja ya. Soalnya mamah tadi mau ngomong sesuatu sama aku, katanya penting ."
kata Felicia sedikit resah,,
"Ia Felis, tapi kok muka kamu kayak ngga suka gitu mau pulang ke rumah, ada apa Feliskuuu? "
kata Bryan hangat,,
"Emmm, ngga papa yan. cuma perasaanku aja yang ngga enak "
kata Felicia sambil memalingkan Wajahny ke arah lain.
Bryan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,, setelah beberapa menit kemudian.
Mereka telah tiba di rumah besar keluarga
Zheng,,
"Makasi yan"
kata Felicia sambil tersenyum manis ke arah Bryan,, dan membuat Bryan merasakan kehangatan senyum Felicia.
Secara spontan Bryan langsung mencubit pipi Felicia,, karna gemaz dengan perilakunya
"Awww, sakit yan "
kata Felicia sambil memegang pipinya,
"kamu sih, lucu banget.kan jadi gemeees"
kata Bryan mencoba mengalihkan pandangannya,,
"Udah ya, aku mau pulang. hati hati di jalan "
kata Felicia sambil keluar mobil Bryan,
"Felis, aku punya satu permintaan boleh? "
kata Bryan serius,,
"Permintaan Apa yan?"
kata Felicia sambil menatap mata Bryan,,
"Ke sini ,dong "
kata Bryan manja,,
"Ga boleh aneh aneh yan, awas aja kamu "
kata Felicia dengan tatapan tajam,
"Enggak feliskuuu, sini "
kata Bryan lagi,,
Felicia pun menuruti kata Bryan,,
"Minta pelukkk,, kangen sama kamuuu "
kata Bryan manja kepada Felicia,
" Iya, tapi ga minta yang lebih dari peluk kan? "
kata Felicia menyelidik,
"Ya, Bryan janji."
kata Bryan yang langsung menarik tangan Felicia ke dekapannya, felicia pun merasakan kehangatan tubuh Bryan .
"Yan, felis cinta yayan "
kata Felicia, lalu Bryan mengecup dahi Felicia.
"Aku juga cinta kamu, Felis "
kata Bryan manis.
Setelah itu Felicia segera masuk ke rumah besar, sedang Bryan pergi meninggalkan rumah keluarga Zheng.
"Hay, Mamaa "
kata Felicia kepada ibunya yang tengah bersantai melihat TV,
"Hai, anaakku sayang udah pulang "
kata Mama Felicia dengan penuh senyuman di bibirnya.
"Lis, Mama mau ngomong serius sama kamu.mungkin kamu akan kecewa dengan keputusan ini, tapi kamu harus tabah menerimannya karna ini wasiat dari kakek sebelum kakek wafat "
kata Mama Felicia, yang tiba tiba di selimuti hawa kesedihan,
"Apa isi wasiat kakek ma? "
kata Felicia bertanya dengan kehampaan,
"Kamu sudah di jodohkan oleh kakek sama cucu temannya kakek, kakek minta kamu harus nikah sama dia lis. "
kata Mama Felicia sambil terisak tangisannya,,
"Maafin mama Lis, kamu ngga bisa memilih jodohmu sendiri. Huhuhuuu"
kata Mama Felicia dengan isak tangisnya yang pecah,,
"Iya, ma tak apa. Felicia akan melaksanakan wasiat terakhir kakek "
kata Felicia dengan muka menunduk menyembunyikan buliran bening yang tadinya sempat ia tahan,,
"Felicia ke kamar dulu ya ma, "
kata Felicia, lalu ia pergi ke kamar tanpa mendengar jawaban sang mama,,
"Brakkk!!!! "
suara pintu dibanting teriang di seluruh penjuru rumah.
Felicia berlari menuju ke kasurnya dan menangis di atas kasurnya, Felicia bingung apa yang harus ia pilih antara wasiat kakeknya apa Bryan.
Di satu sisi ia ingin membahagiakan kakeknya yang telah tiada 8 bulan lalu. Disisi lain ia juga ingin bersanding dengan Bryan.
Felicia menangis sejadi jadinya, ia menjerit, dan meremas rambutnya.
Felicia merasakan tekanan yang begitu hebat, setelah ia kehabisan tenaga ia pun pingsan.
***Jam 7 Malam***
Mama Felicia naik ke lantai 3 ,yaitu kamar Felicia sambil membawa makan malam . Mama Felicia tau hati Felicia sekarang sangat hancur berantakan karna harus disudutkan oleh pilihan ini.
"Nak, kamu di sana kan?"
Ucap mama Felicia.
"......."
"Nak,, mama masuk ya "
kata Mama Felicia langsung masuk karna kebetulan pintunya tak terkunci,,
" Felissss!!!"
Jerit mama Felicia, yang di dengar oleh Ayah Felicia yang baru pulang ke rumah. setelah bekerja.
To Be Continuee\_\_\_\_
Jangan lupa Like, Koment ,And Vote ^o^
Maaf bila author ada kesalahan di dalam penulisan ini. Karna author masih amatir Mohon dimaklumi.
Terimakasih yang telah membaca novel ini semoga kalian sukaaa