LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab82



Hari ini cuaca sedikit mendung seakan ikut merasakan suasana duka atas meninggalnya seseorang.


Kemarin adalah hari pertemuan terakhirnya Keyla dengan Keysa di rumah sakit. Keyla sendiri tak menyangka bahwa Keysa pergi secepat itu. Keyla sekarang sedang menyaksikan pemakamannya Keysa. Ia turut berduka cita atas meninggalnya Keysa, meskipun Keysa jahat padanya, tapi hari ini Keyla memaafkannya.


Di pemakaman itu ada banyak orang yang hadir, termasuk Edwin yang tengah menatap ke arahnya membuat Keyla ingin segera pergi dari sana. Setelah pemakaman selesai dan orang-orang sudah mulai membubarkan diri, Keyla juga ingin segera pulang tentunya setelah ia berbela sungkawa pada Malvin.


Keyla berjongkok di samping Malvin dan memegang sebelah pundak Malvin.


"Saya turut berduka cita, Vin. Kamu yang tabah ya." kata Keyla pada Malvin yang sedang menangisi kakaknya. Cowok itu tengah memegang batu nisan yang bertuliskan nama Keysa Sabira.


"Makasih Key, maafin kakak saya yang udah buat rumah tangga kamu hancur" ucap Malvin tulus, mewakili Keysa.


"Saya sudah memaafkannya" kata Keyla walaupun berat untuk memaafkan, tapi ia mencoba berlapang dada.


"Terima kasih Keyla"


"Sama-sama Malvin, kalau begitu saya permisi pulang" Kata Keyla, setelah mendapat anggukan dari Malvin, ia langsung bergegas pulang karena Gempara pasti sedang menunggunya di rumah.


•••


Keyla baru saja sampai di rumahnya, saat ia hendak membuka pintu Edwin menghentikannya.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Keyla.


"Aku mau ketemu gempara, key. Please ijinin aku ketemu dia" ucap Edwin memohon.


"Lebih baik sekarang kamu pulang dan jangan pernah berharap aku ngijinin kamu buat ketemu Gempara." Kata Keyla tanpa rasa kasihan pada Edwin.


"Aku ayahnya key, Gempara anak kandung aku. Kamu gak punya hak buat ngelarang aku ketemu anak kandung aku sendiri" Kukuh Edwin tak ingin pergi sebelum bertemu anaknya.


"Apa kamu bilang? Aku gak salah dengar Edwin? Gempara itu anak aku sama Raka dan aku berhak ngelarang siapun buat ketemu Gempara termasuk kamu Edwin" Tegas Keyla menunjuk dada Edwin.


"Sebenci itu kamu sama aku, sampai kamu tega misahin aku dari anak aku... Kamu tahu Key, saat aku tahu anak aku meninggal rasanya dunia aku runtuh dan aku ingin menyerah untuk hidup" Lirih Edwin mulai berkaca-kaca. Biarlah ia di cap lelaki rapuh, edwin manusia dan ia memiliki perasaan.


"Tapi saat aku tahu gempara anak kandung aku, rasanya aku gak boleh putus asa. Apa lagi saat liat senyum Gempara, buat aku tambah semangat menjalani hidup karena aku punya tujuan" Tutur Edwin lantas ia memengang kedua tangan Keyla.


"Kamu boleh benci sama aku, tapi jangan pisahin aku dari Gempara" Lanjutnya.


Keyla terpaku akan ucapan Edwin.


"Maaf Edwin, aku gak bisa biarin kamu dekat dengan Gempara"


"Key kenapa kamu se egois ini?" Tanya Edwin.


"Kita sama-sama egois Edwin, ingat itu" Tekan Keyla, mengingatkan bahwa mereka sama egois-nya.


"Dengan cara apa aku harus minta maaf sama kamu? Agar kamu bisa maafin aku?" Tanya Edwin mulai prustasi dengan ke egoisan Keyla yang tidak mau memaafkannya dan menjauhkannya dari anaknya. Edwin tidak tau harus berbuat apa lagi supaya Keyla mau memaafkan semua kesalahannya.


"Jauhin Gempara dan aku maafin kamu" ucap Keyla.


"Gak akan, aku akan terus berjuang buat dapetin apa yang seharunya menjadi hak seorang ayah. Dan suatu saat nanti kamu akan sadar apa yang kamu lakuin itu salah, Key." Edwin tetap dengan pendiriannya yang ingin mendapatkan hak-nya sebagai seorang ayah.


"Gak perlu nunggu suatu saat karena aku sadar yang aku lakuin memang salah, tapi aku tidak peduli Edwin. Aku mau kamu ngerasain apa yang dulu aku rasain." Pungkas Keyla lantas ia masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya.


Edwin diam, nyatanya Keyla sedang membalaskan dendamnya atas ke egoisan Edwin dulu. Edwin tidak bisa mengelak, semua yang terjadi padanya sekarang adalah akibat kesalahannya dulu. Jika waktu bisa di putar ia memilih lebih percaya pada Keyla dan menghilangkan ke egoisannya yang ingin memiliki keduanya.


•••


"Key, barusan di luar ada siapa?" Tanya Raka padahal ia tahu siapa yang barusan ada di luar karena mendengar suaranya.


"Bukan siapa-siapa. Oh iya ka, Gempara mana?" Tanya Keyla.


"Gempara tidur setelah minum obat" jawab Raka.


"Raka, ayo kita kembali ke kannada." Ajak Keyla meminta untuk kembali pulang ke tanah kelahiran anaknya.


"Kenapa tiba-tiba, bukannya kita mau ngerayain ulang tahunnya Gempara dulu? Baru setelah itu kita ke Kannada" ucap Raka tak mengerti. Padahal kemarin-kemarin Keyla bilang ia ingin merayakan ulang tahun Gempara dulu baru setelah itu kembali.


"Aku berubah pikiran, kita ngerayain ultah Gempara di sana aja. Pasti seru seperti tahun sebelumnya, iya kan" Keyla tampak berusaha menyembunyikan ke gelisahannya dengan tersenyum antusias.


"Key, apa ada yang kamu sembunyiin dari aku?" Tanya Raka dengan tatapan menyelidik.


Keyla menghembuskan nafas kasar, "Seberarnya Edwin udah tahu Gempara anaknya dan dia maksa buat ketemu Gempara" Jujur Keyla tak bisa mengelak karena Raka pasti akan tahu.


"Wajarlah, Edwin itu ayahnya" Ucap Raka yang membuat Keyla kesal.


"Aku gak suka Gempara deket-deket sama Edwin" Kesal Keyla.


"Key, kamu gak boleh egois. Biarin Gempara tahu siapa ayahnya" pesan Raka. Ia bisa merasakan sakit rasanya jadi Edwin yang jauh dari anaknya.


"Kok kamu ngomongnya gitu Ka, kamu gak ngehargain perasaan aku" Kata Keyla mulai meneteskan air mata. Kenapa Raka membela Edwin dari pada Keyla. Padahal ia tahu perasan Keyla bagaimana bila nenyangkut hal itu.


"Bukan gitu key, coba kamu bayangin gimana sakitnya jadi Edwin. Bertahun-tahun dia gak pernah tahu anaknya dan saat dia tahu malah kamu larang dia buat nemuin anaknya." Terang Raka mencoba membuat Keyla mengerti.


"Itu balasan buat dia karena udah nyakitin aku." Kata Keyla.


Raka memegang kedua pundak Keyla, "Aku mohon berdamai dengan masalalu kamu sebelum menyesal. Apa kamu mau Edwin kenapa-napa dulu baru kamu maafin dia? Apa itu yang kamu mau?"


"Aku gak mau kayak gitu, tapi aku gak bisa maafin dia. Semua yang dia lakuin terlalu nyakitin aku" Keyla meneteskan air matanya perlahan.


"Sepenuhnya bukan salah edwin, kamu juga salah, termasuk aku. Aku mohon kamu jangan menghukum Edwin atas kesalahannya" Kata Raka seraya mengusap air mata Keyla.


"Aku mau maafin dia, tapi aku gak bisa biarin dia dekat sama Gempara karena aku takut edwin ambil Gempara dari aku" Keyla mengutarakan ketakutannya. Keyla takut kehilangan Gempara jika ia membiarkannya bertemu Edwin, karena lambat laun Edwin pasti akan meminta hak asuh jatuh padanya.


"Key, dengerin aku. Edwin gak mungkin ngelakuin itu karena dia cinta sama kamu dan gak mungkin nyakitin kamu lagi dengan ambil Gempara dari kamu. Aku juga tau kamu masih cinta sama Edwin, dari cara natap kamu ke dia. Kamu bukan sekedar takut kehilangan Gempara, tapi kamu takut kehilangan keduanya" Kata Raka yang membuat Keyla diam sejenak.


"Kamu salah raka, sekarang aku cintanya sama kamu" Keyla membantah omongan Raka. Memang Keyla masih memiliki rasa pada Edwin, tapi semua itu perlahan Keyla hilangkan.


"Jangan bohongin diri kamu key, aku tahu kamu nerima aku karena ingin membalas perasaan aku. Aku lebih baik merelakan kamu dari pada hidup dalam kepalsuan" Sejak awal Raka tahu Keyla menerimanya bukan karena Keyla mencintainya, tapi semata-mata untuk membalas kebaikannya. Sekeras apapun Raka berusaha untuk membuat Keyla cinta padanya, sia-sia saja jika bukan jodohnya.


"Jujur aku memang menerima kamu karena aku merasa gak enak sama kamu dan memilih menjalin hubungan sama kamu untuk membalas perasaan dan kebaikan kamu, tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai mencintai kamu, Raka" Kata Keyla jujur dan alasan ia tidak menerima lamaran Raka waktu itu karena ia takut untuk menjalani hubungan pernikahan. Keyla trauma dengan pernikahan, tapi sekarang Keyla sadar jika ia terus terbelenggu dengan ketakutannya maka ia tidak akan maju untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Keyla percaya pada Raka, cowok itu tidak mungkin menyakitinya.


"Mungkin perasaan aku ke kamu belum besar seperti perasaan kamu ke aku, tapi aku mau terus sama kamu buat selamanya. Aku milih kamu Raka buat jadi pasangan aku, aku percaya sama kamu" lanjut Keyla.


"Kamu yakin dengan ucapan kamu, aku gak papah key kalau kamu mau balik ke Edwin. Dari pada kamu bohongin hati kamu sendiri" Raka berlapang dada dan siap untuk melepaskan Keyla meski sakit. Ia tidak mau menyakiti siapapun karena cintanya.


Cup.


Tiba-tiba Keyla mencium bibir Raka untuk pertama kalinya setelah dua tahun menjalin hubungan asmara. Raka terdiam membisu dengan jantungnya yang berdetak kencang.


"Aku serius" Keyla memeluk Raka yang mematung.