
setelah sekitar 3 jam mereka tertidur.
Nadia mulai mengerjap ngerjapkan mata nya.. dia mengumpulkan kesadaran nya sebentar dan akhirnya dia benar benar sudah bangun.
Nadia melihat ia sedang memeluk Albi yang sedang tidur dan albi pun masih memeluknya juga.. dan nadia baru sadar kalau dia sekarang sedang berada di atas tubuh albi.
"apa yang ku lakukan "tanya nya pada diri sendiri seketika dia baru ingat kalau sebelum tidur tadi dia memeluk albi, dan akhirnya dia malah ketiduran.
"akhh.. aku ketiduran tadi "ucap nya pelan sambil menepuk jidatnya
"bagaimana ini malu sekali rasanya"masih berbicara sendiri.
tiba tiba Albi mulai terbangun dari tidurnya setelah mendengar nadia berbicara sendiri.
"Kamu sudah bangun kak"tanya nadia yang masih berada di atas tubuh albi
"hemm.. " seraya mengeratkan pelukannya kepada nadia.
"bisa kah kakak melepaskan pelukan ini, kakak juga pasti sangat ke beratan ,jika aku menimpa tubuh kakak terus seperti ini" ucap nya nadia seraya mencoba menjauhkan tubuhnya dari Albi.
"tidak mau.. dan tidak berat sama sekali kok"jawab albi pelan dengan suara serak khas bangun tidur.
"tapi kak.. "ucap nadia terpotong ketika albi menciumnya tiba tiba
CUP
Albi mencium bibir nadia sekilas, dan albi merubah posisinya jadi di atas nadia.
Dengan satu tangan yang di buat menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh nadia, Albi terus menatap nadia dan kembali mendekatkan wajah nya kepada Nadia.
"A... apa y... yang ma...mau kak laku..kan"ucap nadia tergagap gagap karna sejak tadi jantung nya terus bedegup sangat kencang seakan hendak lari maraton jika albi terus mendekat padanya pasti albi akan mendengar suara jantung nya itu.
Albi tidak menjawab perkataan Nadia dia terus mendekatkan wajahnya, sampai akhirnya dia mendaratkan bibirnya di atas bibir nadia, nadia pun refleks langsung memejamkan matanya.
Dan albi mulai menggerak gerakkan bibirnya nadia pun juga langsung membalasnya, sehingga ciuman nya itu berubah menjadi lembut dan albi mulai memasukkan lidah nya ke dalam mulut nadia sehingga menyapu semua yang ada di dalam rongga mulut nadia, seketika saja tubuh albi sudah menindih tubuh nadia dan tidak menumpunya lagi dengan tangannya.
ciuman itu terus menerus sehingga tidak ada jedanya lidah albi terus menjelajahi semua yang ada di dalam mulut nadia dan kini ciuman itu semakin panas dan tangan albi mulai menjelajahi tubuh Nadia hingga membuat nadia menggeliat karna merasa geli ketika tangan albi menggerayangi tubuhnya.
lidah albi pun sudah mulai keluar dari mulutnya nadia.tapi masih belum melepaskan ciuman itu.
"dia memang sudah bersabar menahannya "
"jika memang dia meminta nya sekarang aku harus melayaninya"
"siap tidak siap aku harus siap..cepat atau lambat itu juga pasti akan terjadi"gumaman nadia berkecamuk dalam hati*.
di sela sela ciuman itu nadia berbicara.
"mmmmhmm... ka.. k.. mmhpm.. a.. mmhm.. aku.. mhmh.. tidak bisa.. mhmp.. bernapas.. umhmp"ucap nya di sela sela ciuman panas itu, Albi pun melepaskan ciuman itu dan terlihat mereka berdua bernafas tersengal sengal albi terus menatap nadia, yang ber nafas tersengal sengal itu.. apalagi membuat dada nadia turun naik.. membuat albi merasa ingin melihat sesuatu yang ada di dalamnya.
tapi albi hanya berani menatap itu dari luar saja karna tidak berani memintanya dari nadia untuk melihat secara langsung.
Nadia yang melihat Albi terus memandang ke arah dua g*n*n* k*m*a*
nya pun tahu kalau albi menginginkannya.
"kakak.. mau memegangnya"ucap nadia lirih.
albi pun kaget mendengar nadia mengatakan itu tapi memang albi menginginkannya.
"Boleh kah.. "tanya albi sambil melihat wajah nadia.
Nadia hanya menganggukkan kepalanya.
Albi pun mengarahkan tangan nya untuk menyentuh benda kenyal itu. tapi tiba tiba tangannya terhenti sebelum sampai menyentuh itu, iya lebih memilih menanyakan sesuatu kepada nadia, dan ketika itu juga albi ingat sesuatu.
Nadia pun merasa bingung kenapa albi menghentikan pergerakannya.
"e.... apakah.. a.. apakah aku boleh meminta hak ku" ucap nya seraya memandang wajah Nadia.
.
.
.