
Nadia pun menganggukkan kepalanya.
"tapi kalau kamu belum siap nanti saja setelah kamu siap.. ".ujar albi karna albi tidak mau kalau Nadia terpaksa melakukannya
"aku tidak mau kamu terpaksa melayani ku, tenang saja aku masih bisa menunggumu"ucap nya lagi sambil tersenyum tapi tidak mengubah posisinya yang di atas nadia, sambil satu tangannya menjadi tumpuan agar tidak menindih nadia.
Nadia kemudian terdiam sejenak memikirkan omongan yang di ucapkan Albi, kemudian nadia memutuskan menjawabnya.
"Nadia siap kak"jawab nadia meyakinkan Albi.
"apa kamu yakin nad.. " tanya Albi lagi
Nadia hanya menganggukkan kepala.
kemudian albi bangun dan duduk di sebelah nadia.
"baiklah Aku akan menyimpannya untuk nanti malam saja"ujar albi
"apa maksudnya menyimpan untuk nanti malam? " tanya nadia seraya bangkit dan duduk di sebelah albi.
"Iya.. aku akan menyimpan hak ku untuk menerkam kamu nanti malam saja" jawab albi seraya mencium tangan Nadia.
"kenapa? " tanya Nadia polos
"Apanya yang kenapa, apa kamu mau aku melakukannya sekarang nad" goda Albi sambil mengedipkan satu matanya.
"e.. tidak.. tidak" ucap nadia salah tingkah.
albi pun tertawa melihat nadia yang salah tingkah.
"akhirnya aku mendapatkan hakku"gumam albi dalam hati.
"tunggulah aku nadia.. nanti malam"masih gumam albi dalam hati.
" terimakasih nad" ucap albi seraya mencium pipi nadia.
seketika saja wajah nadia berubah menjadi merona, tapi dia berusaha untuk tenang agar wajah nya tidak semakin memerah.
"untuk semuanya"serunya albi
"oh iya.. kita jadikan kak belanja keperluan kita dan semua bahan makanan kita" ucap Nadia mengingatkan
"Iya jadi.. kalau gitu kita sholat ashar dulu habis itu mandi baru pergi, oke" perintah Albi
kemudian mereka berdua beranjak dari tempat tidur dan mulai masuk kamar mandi secara bergantian karna mereka mandi dulu dan mengambil air wudhu baru mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah.
"sudah siap belum"tanya Albi sambil melihat jam tangan nya, yang sekarang menunjukkan pukul 17.00 atau jam 5 sore.
"Iya kak, sebentar aku ambil tas dulu"jawab Nadia seraya mengambil tasnya yang tadi di taruhnya di atas kasur.
"huh.. benar ya perempuan kalo dandan suka lama" kata Albi pelan sambil mendengus.
sebenarnya Nadia tidak perlu banyak berdandan dan lama, tapi dia tadi mencari cari hijabnya yang berwarna senada dengan baju yang di pakainya,yang ternyata tidak ada dan baru ingat kalau hijabnya itu di tinggalnya di rumah mertuanya. jadi dia terpaksa pakai hijab dengan warna yang lain , tapi tetap cocok di padukan dengan warna baju nya.
Nadia memakai rok berwarna hitam dan dia memakai baju sweater biru malam dengan garis garis putih, di padukan dengan hijab berwarna hitam juga sepatu sneakers berwarna putih. dan tas selempang kecil warna cream yang muat di isi dompet dan hp saja tapi bisa juga sih benda benda kecil di masukkan ke dalam tas itu seperti kunci dan tisu.
Dan penampilan Nadia terkesan seperti anak muda dan perempuan yang belum menikah, Ya memang Nadia juga masih muda sih.
Sedangkan Albi memakai kaos berwarna putih polos yang di padukan dengan jaket berkerah warna army dengan celana jins berwarna hitam, juga sepatu sneakers putih, yang sangat nampak kesan casualnya.
Nadia pun menghampiri Albi yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
"Ayo kak berangkat" ajak Nadia pada Albi, Albi pun bangkit berdiri dari duduknya.
"Sudah siap"tanya albi
"sudah kak"jawab nadia
"baiklah ayo kita berangkat sekarang" balas albi seraya berjalan keluar dan diikuti Nadia di samping nya.
Albi pun masuk ke mobil nya lebih dahulu karna Nadia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.
setelah Nadia masuk ke dalam mobil mereka berdua pun berangkat menuju super market yang ada di daerah mereka untuk berbelanja, dan ini juga pertama kalinya mereka berbelanja bersama.