
mereka hanya berdiam diri tanpa berbicara satu patah kata pun, Nadia terus mengusap ngusap kepala albi dengan lembut, layak nya seorang ibu yang sangat menyayangi anak nya.
kemudian tiba tiba Albi bangun dan duduk di hadapan Nadia, albi terus memandang nadia dengan tatapan lekat.
Lalu albi mendekatkan tangannya ke wajah Nadia dan tangannya mulai melepaskan hijab yang sejak tadi di pakai oleh nadia sehingga hijab yang di pakai Nadia terlepas dan terlihatlah rambut panjangnya terikat oleh ikat rambutnya.
kini tangan albi mulai melepaskan ikat rambut nya Nadia sehingga rambutnya yang tadinya terikat kini tergerai bebas memperlihatkan betapa panjang dan indahnya rambut Nadia.
"kenpa kakak melepas ikat rambut dan hijab Nadia" tanya Nadia heran.
"jika kita sedang berduaan biarkan lah aku melihat kamu seperti ini" ucap Albi dengan matanya yang sendu.
"Aku suka melihat mu seperti ini.. tapi ingat hanya di depan ku saja kamu boleh seperti ini dan ketika kita sedang berdua saja."imbuhnya lagi
"i... iya.. kak.. "balas Nadia
Albi pun mulai mendekatkan wajahnya kepada Nadia, tetapi Nadia terus memundurkan kepalanya dan sampai pada akhirnya Mentok di sandaran kasur, dan sudah tidak bisa mundur lagi.
sehingga jadilah wajah mereka sangat dekat, hingga jarak nya cuma 15 cm.
Albi terus menatap Nadia, hingga pada akhirnya Nadia ingin berbicara, Tapi... sebelum sempat Nadia berbicara.
CUP..
Albi mencium bibir merah alami nadia, sedangkan Nadia kaget dan tersentak dia membulatkan kedua matanya, sehingga satu tangan albi mencoba menutup mata nadia, hingga nadia pun memejam kan matanya dan juga membalas ciuman dari albi, nadia dan albi saling menyautkan bibir mereka.dan hingga ciuman pun terhenti ketika sampai pada akhirnya mereka kehabisan nafas albi melepaskan ciuman nya dari nadia.
Dan albi juga menjauh kan tangannya yang tadi menutupi mata istrinya itu.
sehingga di lihatnya wajah istrinya itu memerah seperti tomat, seketika Nadia jadi merasa malu sendiri ketika albi melihat wajahnya yang memerah, dia pun langsung memalingkannya ke arah lain agar tak terlihat oleh albi.
Albi yang melihat itu langsung menggenggam kedua tangan nadia, dan menciumnya, nadia pun langsung melihat kearah albi dan dilihatnya albi sedang mencium kedua tangannya dan kemudian tersenyum kepada nadia.
kemudian Albi mendekatkan tangannya ke wajah nadia dan menyterduduk. rambut yang menutupi sebagian wajah nadia kebelakang telinganya.
"Ayo kita tidur siang"ajak Albi kepada Nadia. seraya memindahkan posisinya ke sebelah nadia dan hendak menarik nadia ke pelukannya tapi tiba tiba.
"tunggu kak" sela nadia dan kembali terduduk.
tiba tiba Nadia mencium pipi Albi dan memeluknya sangat erat, sampai dadanya menyentuh tubuh albi, Dan albi pun merasakan itu Ada benda kenyal dan hangat mengenai tubuhnya. tapi albi tidak menanggapi itu, Dan albi pun membalas pelukan nadia dan mengusap ngusap kepala nadia dengan lembut juga mencium Puncak kepala nya.
"Ada apa nad.. "tanya Albi pelan dan lembut.
"tidak biasanya kamu seperti ini"sambungnya lagi
"kakak diamlah.. aku ingin seperti ini sebentar"jawab nadia
Setelah mendengar ucapan nadia albi pun terdiam dan membiarkan Nadia memeluknya seperti itu.. tetapi Albi terus mengusap ngusap kepala nadia dan mencium Puncak kepalanya.
setelah sekitar 10 menitan mereka terus berpelukan.. hingga Albi memberanikan diri bertanya kepada nadia yang di rasanya dari tadi diam saja. tidak bergerak dari pelukannya, dan pelukan itu agak melonggar sedikit.
"nad.. "
tidak ada jawaban
"Nadia.. "
dan masih tidak ada jawaban.
Albi pun mulai melihat Nadia yang sedari tadi memeluknya, ternyata nadia tertidur sangat pulas albi jadi tidak tega membangunkannya.
"Kamu seperti anak kecil kalau sedang tidur begini"ucap nya pelan sambil menyelipkan rambut nadia ke belakang telinga nya.
"Tapi kamu cantik, dan aku suka"sambungnya lagi sangat pelan seperti berbisik.
Albi pun hendak memindahkan Nadia dari tubuhnya, tapi tidak bisa jadi albi mencoba merebahkan tubuhnya kekasur dengan berhati hati agar nadia tidak sampai terbangun akan pergerakannya sehingga albi berhasil merebahkan tubuh nya di kasur dan Nadia tetap ada di pelukannya.
Albi pun mulai memejamkan matanya dan akhirnya mereka pun tertidur sambil berpelukan.
.
.
.