
Albi pun akhirnya masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri (mandi junub😅).
di kamar nadia berhasil memakai pakaian nya. kemudian dia berjalan mendekati meja rias walaupun masih perih tapi di tahannya karna sudah lebih baik dari sebelumnya makanya dia bisa berjalan.
Nadia pun duduk di depan meja rias dan mulai menyisir rambut nya dan juga mengeringkannya dengan hair dryer.
setelah itu dia kembali lagi ke kasurnya dan merebahkan tubuhnya tak perlu waktu lama Nadia pun sudah terlelap tidur, nadia tidur dengan tidak memakai bra karna p*y*d*r* nya masih agak nyeri sedikit itu juga karna albi meremasnya dan sebagainya gak usah di sebutin ya.. 😆😆
Albi pun akhirnya keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan mandi junub nya. albi pun langsung mengambil pakaian nya tanpa minta ambilkan dengan istrinya karna tau istrinya masih merasa sakit jika harus berjalan.
setelah memakai pakaiannya albi pun mendekati tempat tidurnya dari kejauhan dia sudah bisa melihat istrinya sedang berbaring.
"Dia sudah tidur rupanya"ucap albi seraya naik ke atas kasur nya dan berbaring di sebelah nadia.
Albi pun mencium kening nadia dan mengelus kepala nadia dengan lembut.
karna nadia tidur nya telentang jadi albi bisa tahu kalau istrinya itu tidur tanpa memakai bra.
"kenapa nadia tidak memakai branya.. untung saja hanya aku saja yang melihatnya tidak ada orang lain" ujar albi
albi pun menarik selimut sampai menutupi bagian dada istrinya dan ikut merebahkan tubuh nya di sebelah nadia sambil memeluknya.
matahari pun mulai timbul menapakkan cahaya nya yang terang.
pagi itu nadia dan albi bangun lebih siang dari biasa nya mungkin karna lelah akibat aktivitas malam nya itu, jadi mereka bangun ke siangan.
sekarang pukul 07.30 tak ada siapa pun diantara mereka yang bangun. mereka masih saling berpelukan dalam tidur.
tiba tiba nadia mulai mengerjapkan mata nya dan mengumpulkan kesadarannya setelah dia benar benar sudah sadar nadia pun mencoba bangun tapi tidak bisa, karna nadia masih di dekap oleh albi yang masih tidur, dia pun terdiam sebentar menatap wajah suaminya yang tampan itu
dia melihat wajah albi dengan seksama nadia menjalankan telunjuknya di wajah albi di lihatnya alis yang tebal bulu mata yang lentik juga hidung yang mancung.
tangan nadia terhenti pada bibir seksi albi yang dengan mulut ini albi menciumi bibir nadia dan seluruh tubuhnya.
Nadia pun teringat dia belum sholat subuh nadia melihat jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul 07.40.dia pun kaget setelah melihat jam dan dia tidak habis kenapa dia bisa bangun jam segini padahl biasanya nadi selalu bangun subuh bahkan sebelum adzan subuh dia sudah bangun tapi sekarang.
Nadia pun berusaha melepas kan pelukan albi tapi tidak bisa, nadia pun berusaha membangunkan albi dari tidurnya.
Albi pun bangun tapi tetap tidak membuka mata nya.
"Hemmm.. "
"ayo bangun kak.. sekarang sudah siang"ucap nadia sambil merapikan rambut albi yang sedikit acak acakan
Tapi albi tidak menghiraukan ucapan nadia.. albi malah mengeratkan pelukannya dan kembali tidur.
"Ayolahhhh... kakkk.. kita belum sholat subuh"seru nadia seraya minta lepaskan dari deakapan albi.
sebenarnya Albi sudah bangun tadi subuh ketika mendengar adzan subuh albi pun juga sudah sholat subuh tapi dia tidak mauu membangunkan nadia karna tidurnya nyenyak sekali jadi tidak tega kalau membangunkan.
selesai sholat subuh albi kembali merebahkan tubuh ny di sebelah nadia sambil mendekap nadia .
"Aku sudah sholat subuh"ucap albi dengan suara serak khas bangun tidur
"hah.. jadi kakak sudah sholat duluan kok ngga bangunin nadia sih" seru nadia
albi pun membuka mata dan tersenyum kepada nadia.
"kamu tidurnya nyenyak banget sampai aku ngga tega buat bangunin jadi aku sholat duluan deh" jawab albi
Nadia pun mendengus kesal dan cemberut.
"Ya sudah sekarang lepasin.. Nadia mau sholat"pinta nadia pada albi.
" Punya kamu masih sakit ngga ,perlu aku gendong lagi? " tanya albi
seketika wajah nadia menjadi merah mendengar itu. nadia langsung memalingkan wajah nya ke arah lain.
"sudah mendingan kok, gak perlu aku bisa kok" tolak nadia
albi pun melepaskan nadia dan membiarkan istrinya itu pergi untuk mengerjakan kewajibannya
Nadia pun masuk ke kamar mandi, untuk cuci muka gosok gigi dan berwudhu. setelah itu nadia melaksanakan kewajibannya kepada sang maha pencipta.