
Markpun mematikan telfonnya dan berangkat, ke area dekat apartemennya ,,
"Sial ,batraiku habis saat genting begini"
Kata Felicia sambil menatap kesal ponselnya,,
"Hei cantik,, Mau kemana?? "
Tanya seseorang dengan baju sobek sobek dan mabuk dari arah gang sempit dan gelap,,
" Sayang, ayo kita lakukan hal yang lebih menyenangkan selagi pacarmu akan ke sini"
Ucap Pemabuk itu sambil menarik tangan Felicia ke gang tersebut,,
"Tidak, aku tidak mau!!!! "
Kata Felicia tegas dengan wajah serius,,
Dengan segera pemabuk itu membungkam mulut Felicia dengan salah satu tangannya,agar Felicia tidak berteriak meminta tolong ,,
Dan tangan lainnya memegangi kedua tangan Felicia dengan erat,,
Felicia mencoba berteriak namun, suaranya tertahan oleh tangan yang tengah membekap mulutnya,,
"Diam, sayang kamu cukup manis bila kamu diam saja "
Kata Sang Pemabuk sambil mendorong perlahan ,Felicia ke sudut gang,,
Felicia menangis karna ketakutan,, Ia menggeleng gelengkan kepalanya ,
( isyarat :tidak)
Di waktu yang bersamaan Mark mengebutkan Mobil sportnya berharap agar ia bisa segera menemukan Felicia.
"Liss,, kamu di mana si! "
Gumam Mark frustasi sambil mengemudikan mobilnya ke arah supermarket yang ada di dekat apartemennya ,
Dengan menggerakkan badannya dan berusaha berteriak walau tak bisaa,
Setelah pemabuk itu berhasil melepaskan baju Felicia ,,Sekarang ia hendak melepaskan Br\* yang dikenakan Felicia,,
"Lepaskan gadis itu,, bodoh!!! "
Ucap seorang lelaki tampan dan tinggi di mulut gang,,
"Siapa kau,, braninya kau begitu pada ketua geng perampok yang terkenal di kota ini! "
Kata Pemabuk itu meremehkan ,,
Lelaki itu berjalan ke arah sudut gang,
sambil merenggangkan otot otot jari jemarinya,,
"Bugh... "
Lelaki itu melayangkan pukulan kepada Pemabuk tersebut tepat di perutnya ,, hingga pemabuk itu jatuh tersungkur ,,
Tanpa ia (pemabuk) sadari ia meluputkan pandangannya dari Felicia,,
Sehingga Felicia berlari ke arah belakang lelaki itu,,
"Kuat juga kamu,, "
Kata pemabuk itu sambil mengusap air liur nya yang keluar karna tinjuan,,
"
" Awas saja bila aku bertemu denganmu lagi !!"
Ucap Pemabuk itu sambil berlari keluar gang,,
"Kamu ngga papa?? "
Tanya lelaki itu menoleh pada Felicia,,
"Emm... Ngga papa kok,, "
Ucap Felicia pelan sambil menunduk menyembunyikan ketakutannya,,
Lelaki itu mendekap Felicia dengan satu tangan, dan mengelus anak rambut Felicia dengan tangan lainnya,,
"Tak apa menangislah, jika kamu mau .Tak apa ,,keluarkan semuanya di sini "
Kata lelaki itu dengan suara beratnya,,
Felicia Menangis sekeras kerasnya di dada bidang lelaki asing yang tak dikenalnya itu,,
Ia balik memeluk lelaki itu, menyembunyikan tangisannya,,
Setelah tangisan Felicia mereda ,,lelaki itu baru melepaskan dekapannya,,Felicia melihat ada air mata dan ingusnya di baju lelaki tersebut,,
" Maaf,, "
Kata Felicia, sambil mengusap air matanya,,
"Tak apa,, ini tak masalah "
Ucap lelaki itu tersenyum manis,,membuat Felicia tersenyum lega,,
Di sisi lain,, mata Mark tengah mencari keberadaan Felicia di bantu para bawahannya,,
Mereka di sebar Mark di seluruh kota tersebut agar bisa menemukan Felicia dengan lebih mudah .
"Lis, kamu dimana si?? "
Ucap Mark sedih sambil menelpon Felicia lagi, walaupun tidak dijawab olehnya,,
"emm, bagaimana kalau kamu pulang ke apartemen ku dulu?? "
Kata Lelaki itu menawarkan ,,
"Tidak, aku tak ingin merepotkanmu lagi"
Ucap Felicia sambil tersenyum manis,,
"tak apa,, aku tak keberatan "
Ucap lelaki itu sambil menggandeng tangan Felicia keluar gang,,
Feliciapun pasrah dibawa pulang lelaki itu,,
Sementara itu di Apartemen lelaki asing itu,, Felicia mencoba tenang walaupun hatinya sangat gelisah dengan keadaan Mark yang masih mencarinya,,
"Kenapa kamu terlihat memikirkan sesuatu ,ada masalah?? "
Tanya lelaki itu sambil membawakan teh hangat kepada Felicia
"Tidak. "
Ucap Felicia menyembunyikan kegelisahannya,,
Lelaki itu menyodorkan teh hangat pada Felicia,,
"Terimakasi "
Ucap Felicia menenggak habis teh hangat tersebut,
"Kenalin, aku Justin"
Kata Justin sambil mengulurkan tangannya,
"Felicia , "
"Justin, makasi telah nolong aku"
Kata Felicia tersenyum manis,, entah kenapa senyum itu membuat hati seorang Justin meleleh dibuatnya,
Seperti bukan pertama kalinya dia bertemu dengan Felicia,,
"Sama sama"
Ucap Justin mengalihkan pandangannya,,
Tidak hanya mereka berdua yang ada di apartemen itu, namun juga ada beberapa pembantu wanita,,
Malampun tiba,, Justin sedang tugas kuliahnya,ia hendak minum kopi dan turun ke bawah melewati sofa,,
Ia tersenyum saat melihat Felicia sedang lelap tertidur di sofanya,, iapun mengangkat Felicia ke kamarnya,,
Justin memandang lama wajah Felicia,, entah kenapa wajah ia serasa tak asing baginya.
"emmmm"
Felicia membalikkan badannya membelakangi Justin, Justin tersenyum tipis.
Justinpun terlelap tidur di lantai kamarnya,,
Pagipun tiba Felicia bangun lebih dulu daripada Justin,,
Felicia melihat Justin yang tengah tidur di lantai kamar,, Ia Segera mengambil selimut Justin, agar ia tak kedinginan.
'Brakkk!!!!!"
Suara pintu menggelegar di seluruh ruangan,,
Seorang perempuan blasteran, Indonesia - Korea masuk tanpa permisi ke kamar Justin.
"Sayang siapa dia?? "
Kata perempuan sangat sangat marah,,Saat mihat Felicia berada di dekat Justin yang tadinya tengah tidur,
"Ha? Siapa si yang?? "
Ucap Justin yang baru saja terbangun, karna suara Perempuan itu ,,
"Dia ,, "
Kata perempuan itu sambil menunjuk jarinya ke arah Felicia,,
"Dia pacar baruku "
Kata Justin enteng,, membuat Felicia bingung dengan kata Justin barusan,,
"Plakkk!!!! "
Perempuan itu menampar wajah Felicia dengan tamparan keras,,
"Heh, Jal*ng apa kau baru tidur dengan Justin hingga kau bisa menjadi pacar barunya Hah???"
Kata Perempuan itu merendahkan Felicia,,
Sementara Felicia masih memegangi pipinya yang panas karna tamparan barusan,,
" Berapa kali kau tidur dengan, Justin??? 1 kali atau berkali kali!!!!"
Ucap Perempuan itu lagi dengan nada merendahkan,,
Sedangkan Justin melihat Felicia tengah menunduk, dan menangis tanpa suara. Itu membuat hati Justin sakit seketika.
"Jaga omongan kamu Rosa!!! "
Kata Justin sambil memeluk Felicia,,
" Oh, ya ampun Justin.Kamu lebih memilih Jal*ng tak tau malu itu daripada aku?? "
Ucap Rosa sambil tertawa,,
" Ya, mulai sekarang kita putus. Jangan pernah datang ke hidupku lagi!!! "
Kata Justin tegas,,
" Awas kamu Justin, Akan kubuat menyesal kamu meninggalkanku!!! "
Ucap Rosa, sambil meninggalkan rumah Justin dengan rasa benci,,
"hiks..... Justin gara gara aku,, kamu dan pacarmu putus,, Maaf "
Kata Felicia tak kuasa membendung tangisannya,,
" Sudah, tak apa. Dia tak ingin cintaku,, tapi dia ingin uangku"
Kata Justin,, sambil mengusap rambut Felicia lembut,,
Beberapa hari pun berlalu,, mereka berdua semakin akrab layaknya pasangan yang tengah dimabuk cinta,,
Mereka tengah berada di Lapangan Basket pribadi di apartemen Justin,,
"Yah, Sial aku kalah lagi darimu! "
Ucap Felicia kesal karna ia kalah tanding basket dengan Justin,,
Felicia pun duduk di tepi lapangan,,
"Jangan kesal gitu Lis,, aku jago karna dulu saat SMA pernah jadi ketua tim basket "
Kata Justin menjelaskan,
"Benarkah, bisa kau ajari aku?? "
Kata Felicia bersemangat,,
"Oke, tapi cium aku dulu,, "
Ucap Justi sambil menyodorkan pipinya,,
" Ngga, ah. Ngga mau! Tapi kompensasinya aku beliin makan Malam ok?? "Kata Felicia menawar,,
"emm,, kalok aku ngga mau gimana? "
Goda Justin, sambil mendekat ke arah wajah Felicia dan membuat Felicia gugup,,
"Ish,, Aku akan marah"
Ucap Felicia memukul pelan dada Justin,, mengalihkan kegugupannya,,
"Canda Lis,, Iya deh mau. Ambilin kompensasinya sekarang dong lis,, "
Kata Justin manja,, sambil duduk di samping Felicia
"Iya, bentar aku mau ke dapur ambilin kamu minum,, "
Kata Felicia ,bangkit.
"Aku maunya minum kopi, belikan ke Alfamei ya,, "
Ucap Justin manja
Justin menarik tangan Felicia lalu dia terjatuh ke atas tubuh Justin,,
" Tolong tetap begini,, beberapa menit saja "
Kata Justin sambil memeluk erat tubuh Felicia yang ada di atasnya,,
Seketika wajah Felicia memerah karna perkataan \+ perbuatan Justin kepadanya,, Pikirannya mulai meracau kemana mana,,
Setelah beberapa menit Justin pun melepaskan pelukannya, sedangkan Felicia segera berlari agar menghindari situasi anaeh itu.
Di Alfamei tak sengaja ia berpapasan dengan seorang lelaki yang paling ia kenal,, namun Felicia tak tau,,
Felicia pun melanjutkan memilih milih kopi,, Dan beberapa makanan ringan lain,,
Ada sepasang tangan menelusup di antara sela sela lengan Felicia,, Felicia kaget dan berusaha tenang.
Seseorang itu menyandarkan dagunya ke pundak Felicia,,
"Aku rindu kamu, Lis "
Ucap suara berat,, yang sangat ia kenal.
"Mark, apa itu kau?? "
Tanya Felicia sambil membalikkan badannya,,
To Be Continue......