LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
11.rumah baru



Sekitar 25 menitan mereka sampai di tempat tujuan  Albi langsung turun dan membuka pagar rumah itu, kemudian dia masuk lagi ke dalam mobil dan melajukan mobilnya masuk ke dalam garasi rumahnya itu.


kemudian mereka turun dan Albi membuka bagasi mobilnya dan menurunkan koper milik Nadia kemudian dia berjalan kearah pintu rumah itu dan mengeluarkan kunci yang ada di saku celananya untuk membuka pintu rumah itu.


pintunya pun terbuka  mereka berdua pun masuk berbarengan, nampak lah rumah yang cukup besar dengan 2 lantai juga terlihat berdomisili warna cream dan coklat tampak sangat mewah.


Albi pun membawa Nadia ke kamar utama yang ada di rumah itu dan kamar itu juga yang akan jadi kamar mereka.


"bagaimana apa kamu suka dengan rumah ini"tanya Albi sambil meletakkan koper nadia dekat lemari.


"Ya Nadia suka kak.. "balas Nadia sambil mendudukkan tubuh nya di tepi kasur king size di kamar mereka itu.


"Bagus lah.. Aku membeli rumah ini ketika sebelum menikah tapi aku sangat jarang tinggal di sini, tapi aku selalu menyuruh orang untuk membersihkan rumah ini 3 hari sekali makanya tempat ini terawat"ucap nya seraya merebahkan tubuhnya di samping Nadia.


Nadia pun berdiri dan menghampiri pintu kaca yang mengarah kan ke balkon dia pun membuka pintu itu, dan takjub melihat pemandangan kota yang Indah dari atas balkon itu.


Albi pun bangkit dan melihat kearah Nadia kemudia dia berjalan keluar menghampiri Nadia dan memeluknya dari belakang dan menruh dagu nya di atas bahu nadia.


Nadia agak terkejut ketika ada seseorang yang memeluknya dari belakang, tapi dia tahu kalau itu adalah suaminya jadi Nadia membiarkannya.


"pemandangannya Indah sekali kak"katanya sambil memegang tangan albi yang melingkar di perutnya.


"Apa kamu suka "tanya albi


"iya kak"jawab Nadia


Albi pun melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Nadia menghadap ke arahnya.


Albi pun mencium kening Nadia singkat kemudian Albi memeluknya lagi.


"Aku berharap pernikahan kita ini akan langgeng terus dan kita akan hidup bahagia"ujarnya sambil memeluk tubuh Nadia. Nadia pun membalas pelukan Albi dan mengusap ngusap punggung suaminya itu dengan lembut.


"Aminnn.. kak. Aku berharap kakak bisa menerima segala kekurangan dan juga kelebihan Nadia dan memaklumi nya" ucap Nadia yang masih mengusap ngusap punggung laki laki yang kini sudah menjadi suaminya .


"Iya kamu juga semoga kamu bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan ku, kita akan memulai rumah tangga kita dari awal menghadapi suka dan duka bersama sama"ucap albi, entah kenapa mereka jadi saling mengungkap kan isi hati tapi tidak saling mengungkapkan kata Cinta, mungkin masih belum ya.


Albi pun melepaskan pelukannya dan memandang wajah perempuan yang sekarang jadi istrinya, kemudian


CUP


Albi mencium bibir Nadia sekilas, Nadia pun kaget dan membelalakkan kedua matanya.


"terimakasih"ucap albi


kemudian Nadia tersadar kembali dan menjawab kata kta suaminya.


"sama sama" balasnya kemudian tersenyum.


kemudian Albi mengajak Nadia masuk lagi kedalam, dan kemudian dia menutup pintu kaca itu. dan mereka duduk di sofa yang ada di kamar itu.


"kak.. aku ingin melihat lihat dapurnya." pinta nya kepada Albi berharap albi mau menemaninya dan menunjukkan dapurnya karna Nadia masih belum biasa di rumah ini.


"Ayo aku perlihatkan dimana dapurnya "balasnya sambil menggandeng tangan Nadia dan turun kebawah, karna memang kamar mereka berdua ada di atas.


ketika sudah di dapur Albi pun melepas kan tangan Nadia yang sejak tadi di gandengnya.


"Ini dapurnya" kata Albi


"wah Bagus sekali dapurnya rapi dan bersih"ucapnya sambil melihat lihat dapur itu dan melihat barang barang yang masih baru itu karna memang barangnya tidak pernah dipakai pemilik nya jadi semua masih baru.


kemudian beralih ke kulkas Nadia membuka Kulkas hendak melihat apa saja isi di dalam kulkas itu.


Ketika Nadia membuka kulkas itu..


Dia heran.. kenapa seisi kulkas kosong dan hanya ada air putih saja di dalam kulkas itu.


"kenapa isinya cuma air putih saja" tanya nya bingung melihat keadaan isi kulkas suaminya yang kosong hanya ada botol air mineral.