LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab87



Keyla di bawa oleh ibunya ke sebuah penginapan yang ada di Bandung, jarak dari hutan tadi ke penginapan hanya 7km. Sofia membawa anaknya turun dari mobil.


"Mah kita ngapain ke sini, kita harus cepat pulang, kasian lho, Gempara nungguin Keyla," kata Keyla heran dengan ibunya yang malah membawa Keyla ke sebuah penginapan. Keyla tidak ingin berlama-lama di Bandung, ia ingin segera pulang ke Jakarta untuk menemui anaknya yang mungkin sekarang sudah pulang ke rumah.


"Mamah tahu, tapi kamu harus istirahat dulu, dari semalam kamu belum tidur, kamu juga harus makan," Sofia menahan air matanya agar tidak turun. Sungguh sakit rasanya melihat kondidi anaknya yang sekarang. Ia tak tega melihat Keyla yang terpukul atas kepergian sang anak, tak di ketahui pasti apa Gempara masih hidup atau tidak.


"Iya Key, nanti kamu sakit, kamu harus istirahat dan isi tenaga kamu, masa kamu mau pulang dengan penampilan kamu yang berantakan kayak gini. Nanti Gempara sedih lho, liat kamu. Masa Bunanya kayak Zombi," ujar Raka berusaha tersenyum ketika melihat Keyla yang kondisi kejiwaannya mulai terganggu. Semua ini karena orang misterius itu. Jika nanti Raka menemukan orang itu, Raka pastikan dia akan mendekam di penjara seumur hidupnya.


"Tapi Gempara gimana, kasian dia nungguin aku terlalu lama," Keyla mengerucutkan bibirnya dan tangannya tak berhenti bergerak untuk memaikan ujung bajunya.


"Gemparakan ada yang nemenin, di tinggal sebentar gak papa," ucap Raka meyakinkan Keyla.


"Gak mau, aku mau pulang, mau ketemu Gempara," Rengek Keyla sudah seperti anak kecil yang meminta pulang.


Raka memegang kedua pundang Keyla dan menatapnya lembut. "Dengerin aku key, kamu istirahat dulu abis itu kita pulang,"


"Janji?" tanya Keyla, Rakapun mengangguk, "Kalau gitu aku mau bersih-bersih dulu terus istirahat sebentar, abis itu kita pulang,"


"Iya," Raka berdoa dalam hati, semoga saja Gempara cepat di temukan dalam keadaan baik-baik saja. Kalau tidak, Raka khawatir kejiwaan Keyla akan benar-benar terganggu.


•••


Setelah mengantar Keyla ke penginapan, Raka kembali ke hutan itu. Raka turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Dana yang terduduk lemas di dekat mobil pria itu, bersama Gino. Semenyara bodyguard yang tadi bersama mereka tidak terlihat, mungkin mereka masih mencari Gempara.


"Kenapa kalian di sini, apa kalian udah nemuin jejak pelaku?" tanya Raka ketika sudah sampai di hadapan mereka berdua.


"Bang kita harus iklas, mungkin benar apa yang ada di foto itu, pelaku sudah melakukan hal keji seperti yang ada di foto dan membuang tubuh Gempara ke sungai," ujar Gino berkaca-kaca. Ia tak sanggup membayangkan bocah malang itu.


"Gak mungkin, saya yakin orang itu tidak melukai Gempara dan foto-foto itu palsu, kita lihat sendiri kan, di hutan itu gak ada jejak mengenai keberadaan Gempara," Raka yakin kalau sosok itu hanya membual dan bodohnya ia percaya.


"Tapi kita nemuin sobekan baju Gempara bang, sobekan itu ada darahnya dan sekarang bang Edwin lagi kerumah sakit buat mastiin, itu darah Gempara atau bukan," kata Gino yang sebelumnya menemukan sebuah kotak yang sedikit terkubur di tanah dengan tumpukan dedaunan di atasnya. Di dalam kotak itu terdapat sobekan baju yang ada bercak darahnya dan juga sepucuk surat.


"kita juga nemuin surat ini bersama robekan baju itu di kotak yang sedikit terkubur di tanah," Gino menyerahkan surat itu pada Raka.


'Ternyata kalian benar-benar datang ke hutan ini, tapi sayang saya berubah pikiran. Saya sudah membuang jasad anak itu ke sungai karena saya mau kalian benar-benar sakit hati. Dan saya juga gak mau ambil resiko kalau nanti sidik jari saya di temukan pada bocah itu. Eh tapi kalian jangan sedih, saya meninggalkan sobekan baju Gempara buat kenang-kenangan. Di simpan baik-baik ya! Sampai bertemu lagi, dah.'


Selain tulisan itu, di bawah surat terdapat gambar kunci dan juga segitiga yang tak Raka ketahui apa makdudnya.


Raka mengepalkan tangannya. Ia sangat emosi dan ingin segera menemukan pelaku yang tega menculik Gempara dan menganiayanya. "Siapaun kamu, saya akan temukan kamu di manapun kamu berada,"


"Sebaiknya kalian berdua istirahat, biar para bodyguard yang mencari Gempara," ucap Dana yang sudah berdiri dari duduknya. Pria itu terlihat sangat marah sama seperti Raka.


"Om saja sama Gino yang istirahat, saya akan mencari Gempara sampai ketemu," ucap Raka yang enggan berhenti untuk mencari Gempara, "sungai, sungainya ada di mana?" Raka berjalan ke kiri ke kanan seperti orang linglung.


"Di sebelah sana ada sungai, tapi om gak yakin kalau Gempara di buang ke sana," Dana menunjuk jalan setapak yang menurun. Raka pun langsung pergi mengikuti jalan itu, dengan langkah cepat.


"Gino sebaiknya kamu istirahat, tapi kamu jangan ke rumah nenek dan jangan beritahu soal ini pada nenek ataupun pada paman," kata Dana menepuk pundak Gino dua kali.


"Kenapa om, kita harusnya kasih tahu mereka, biar om Seno sama anak-anaknya bisa bantu kita nyari Gempara supaya cepat ketemu, lebih banyak orang makin bagus, kan," tutur Gino.


"Om gak mau ngerepotin mereka, lagian mereka juga gak akan mau bantuin om," Dana sedikit terkekeh miris, mengingat keluarganya yang mengasingkannya. Seolah ia tak pernah ada di keluarganya. Ketika berkunjungpun keluarganya acuh padanya, bersikap seolah ia tak ada.


"Gino heran deh, kenapa nenek, om Seno, Mami Gino, kayak gak suka sama om, apa om pernah buat kesalahan sama mereka?" Gino menatap penuh selidik pada Dana, sebab ia merasa hilangnya Gempara ada sangkut pautnya dengan masa lalu Dana. Tidak mungkin kan orang misterius itu menunjuk Dana sebagai orang yang mengetahui tempat ini kalau tidak ada hubungannya.


"Om gak tau, iya, om gak punya salah apapun," jawab Dana gelagapan, "sebaiknya kamu istirahat di penginapan, om harus pergi buat nyari jejak pelaku,"


Gino yang memang sudah mengantuk karena semalam menyetir dan belum tidur pun langsung menurut. "Ya udah, Gino mau istirahat dulu sebentar, udah ngantuk sama laper juga," ucap Gino lantas ia memasuki mobilnya. Sementara Dana hanya menghela nafas dan mengepalkan tangannya.


Setelah mobil yang di kendarai Gino pergi, barulah Dana menelpon salah satu bodyguard yang di kerahkannya untuk mencari Gempara.


"Cari tahu, apa semalam ada orang yang melihat seseorang datang ke hutan ini," ujar Dana pada orang di sebrang telpon.


"Kamu juga selidiki tentang anak perempuan yang mungkin di temukan di hutan ini sekitar 25 tahun lalu, jika memang ada selidiki siapa dan dimana sekarang dia berada," sambungnya.