
Sekarang mereka sudah selesai bermain dan menghabiskan waktu bersama.
"Key, kita duluan ya!" Kata Hana pamit untuk pulang.
"Iya, hati-hati" jawab Keyla.
Setelah itu Hana dan kedua adik kembarnya melenggang pergi.
"Pak tolong di bawa ke mobil ya!" ujar Keyla pada sopir yang sebelumnya ia suruh menyusul ke dalam mall untuk membawakan barang belanjaannya.
"Baik, nyonya" katanya. Keyla pun pergi menuju tempat parkir dan di ikuti oleh supirnya.
Saat di tengah perjalanan seseorang yang membawa banyak barang belanjaan tidak sengaja menabraknya hingga barang orang itu jatuh berserakan.
"Sorry" ucapnnya tanpa melihat Keyla karena pria itu langsung memunguti belanjaannya.
"No problem" Kata Keyla lantas ia pun membatu pria itu. Saat Keyla mau mengambil sebuah paper bag dan pria itu pun berniat sama, terjadilah adegan di mana tangan Keyla yang bersentuhan dengan pria itu.
Keduanya lantas saling menatap satu sama lain dan betapa terkejutnya saat tahu mereka saling mengenal.
"Edwin"
"Keyla"
Ucap keduanya bersamaan. Keyla pun cepat-cepat berdiri, saat hendak pergi tiba-tiba Edwin memeluknya dengan cepat.
"Key, aku kangen sama aku. Aku hancur tanpa kamu, Key. Aku bener-bener butuh kamu di samping aku." lirih Edwin yang memeluk erat Keyla. Cowok itu menitikan air matanya. Ia sangat senang bisa kembali bertemu dengan mantan istrinya setelah pertemuan terakhirnya, empat tahun yang lalu.
Keyla berusaha melepaskan pelukan Edwin, tapi bukannya terlepas malah semakin erat. "Ed jangan bodoh, hubungan kita sudah berakhir jadi tolong lupain aku"
"Aku gak bisa, Key" Edwin sudah mencoba berbagai cara untuk bisa melupakan Keyla tapi semua percuma. Edwin tidak bisa berpaling dari Keyla, meski hubungan mereka sudah berakhir. Selama Keyla belum menjadi istri orang lain, Edwin pasti bisa mendapatkan Keyla kembali ke pelukannya.
Gempara yang melihat ibunya di peluk pria asing langsung memasang ekpresi wajah marah lantas ia menarik-narik baju pria itu.
"Om jangan peluk Buna, nanti Pupu malah" kata Gempara memperingati.
Mendengar suara imut itu Edwin langsung melepas pelukannya dan menoleh ke sumber suara dan mendapati anak kecil yang tadi sempat bertemu dengannya.
Edwin menoleh pada Keyla untuk meminta jawaban. "Key, dia anak siapa?"
"Dia... anak aku sama Raka" Kata Keyla, dengan cepat ia memangku Gempara dan segera pergi dari sana.
Sementara itu, Edwin membeku di tempat. Harapannya untuk kembali pada Keyla benar-benar musnah kala mendapati Keyla sudah memiliki anak bersama pria lain.
•••
Keyla baru saja sampai dirumah, saat masuk kedalam ternyata sedang ada tamu.
"Itu mereka pulang" Terdengar suara ibunya menyeru. Awalnya Keyla tidak tahu siapa orang yang bertamu ke rumah orang tuanya dan pada saat tamu itu menengok ke arahnya barulah Keyla mengetahuinya yang ternyata itu adalah Raka.
"Pupu" Gempara menyeru sambil berhambur ke pelukan Raka.
"Gege kangen Pupu." Ucapnya dengan manja.
"Aduh anak pupu ini manja banget sih, baru juga seminggu gak ketemu udah kangen aja" Raka memangku tubuh mungil Gempara untuk duduk di pangkuannya. Keyla juga ikut duduk di samping Raka, setelah cewek itu menyalim tangan ke dua orang tuanya.
"Gege kan da bica jauh dali Pupu, Gege maunya baleng telus sama Pupu sama Buna juga"
"Dih manja" Keyla mencibir anaknya sendiri.
"Bialin. Buna cembulu, mau di manja juga ya cama Pupu"
"Kamu mau di peluk juga atau mau duduk di sini" kata Raka menepuk-nepuk pahanya mempersilahkan Keyla untuk duduk di pahanya.
"Cini Buna duduk di sebelah Gege" Kata Gempara yang duduk di paha Raka.
"Iya Key duduk aja di pangkuan Raka, gak usah malu-malu" Goda Sofia.
"Apaan sih kalian ini" Kata Keyla bukannya merasa kesal seperti biasnya, ia malah tersipu malu dengan wajah yang sedikit merona.
•••
"Ka... Tadi aku sama Gempara ketemu Edwin" Kata Keyla saat sudah berada di depan pintu luar.
"Terus apa reaksi dia pas ketemu kamu bawa anak?" Tanya Raka.
"Bukan dia yang bereaksi tapi aku! Aku bener-bener takut pas Edwin ketemu Gempara. Aku takut dia tahu gempara anaknya dan dia ngambil gempara dari aku, apalagi tadi dia nanya Gempara anak siapa!" Adu Keyla. Ia sangat cemas dan tidak rela mantan suaminya tahu jika Gempara anaknya.
"Aku kan udah bilang kamu gak perlu takut." Ucap Raka seraya menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Keyla ke belakang telinganya.
"Karena yang seharusnya takut itu aku Key, aku takut kehilangan kalian berdua" lanjut Raka dalam hatinya.
"Sekarang mendingan kamu masuk terus istirahat. Jangan khawatirin apapun, okay" Kemudian Raka memeluk Keyla sebentar dan mengecup pucuk kepalanya. Hal itu membuat Keyla tersenyum simpul.
"Iya Ka"
"Aku pulang"
"Hati-hati Ka"
•••
Pagi harinya saat Gempara bangun dari tidurnya, ia mencari-cari keberadaan Raka, namun tak menemukannya. Gempara menuruni anak tangga untuk menuju dapur, karena ia tahu pagi-pagi ibunya pasti berada di sana, siapa tahu pupunya juga sedang bersama Bunanya.
Begitu sampai di dapur Gempara hanya mendapati Bunanya bersama seorang Art.
"Buna, Pupu mana?" Tanyanya pada Keyla yang sedang membantu Bibi menyiapkan sarapan di dapur.
"Pupu, nginap di rumah oma sama opa" beritahu Keyla.
Mendengar itu Gempara langsung menangis. "Huaa, Pupu"
"loh, non itu anaknya kenapa nangis?" tanya Bibi.
"Gak tau bi" jawab Keyla.
"Kenapa nangis?" Tanya Keyla pada Gempara, ia tak mengerti kenapa tiba-tiba anaknya menangis. Mungkin karena biasanya yang membangunkan Gempara di waktu pagi adalah Raka dan sekarang Gempara terbangun dengan sendirinya dan mendapati Pupunya tidak ada.
"Pupu ninggalin Gege, Pupu da ajak Gege, Pupu udah da tayang lagi cama Gege" Keluh Gempara di barengi isakan tangis.
"Huss, gak boleh ngomong gitu. Pupu tuh sayang sama kamu, Pupu sebenarnya mau ajak kamu, tapi semalam kamu udah tidur pulas." Kata Keyla memberi alasan.
"Kenapa ... Pupu ... tidul di lumah ... oma sama opa? Kenapa da... tidul baleng kita?" Tanya Gempara sesegukan.
Keyla berpikir sebentar mencari alasan yang bisa di terima oleh akal. Tidak mungkin-kan Keyla memberi tahu Gempara bahwa Pupunya tidak tidur bareng mereka karena Keyla dan Raka belum menikah. Di Canada juga Keyla dan Raka tinggal terpisah meskipun satu atap. Raka tinggal di lantai bawah dan Keyla di lantai atas, bukan hanya mereka saja yang tinggal di sana, ada juga para pegawai di rumah itu. Salah satunya ada yang di tugaskan orang tua mereka untuk mengawasi Keyla dan Raka agar tidak berbuat macam-macam.
"Pupu kan lagi kangen oma sama opa udah lama gak ketemu jadi Pupu nginap di sana" Kata Keyla akhirnya.
"Buna ayo ke lumah oma" Rengek Gempara.
"Gak usah, nanti Pupu ke sini lagi, kok"
"Da mau, Gege maunya ke lumah oma opa kalau da Gege nangis lagi" Ujar Gempara mengancam.
"Ya udah nanti siang kita kesana." Ucap Keyla pasrah dari pada Gempara nangis.
"Mau sekalang" Protesnya.
"Ini masih pagi, nanti siang aja ya kalau gak mending gak usah ke rumah oma" ancam Keyla tegas.
"Oke nantli ciang" Kata Gempara luluh dan menurut.
"Sekarang ayo mandi, terus setelah itu kita sarapan" ajak Keyla.
"Da mau mandi dingin" tolak bocah kecil itu yang langsung duduk di meja dan memakan sarapannya.
"Ya ampun Ge, kamu tuh ngikutin siapa, sih? Makan gak cuci muka dulu." Keyla geleng-geleng kepala melihat tingkah absur anaknya, persis dirinya di masalalu. Oh tuhan, kenapa sifat jeleknya harus menurun pada anaknya?