LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab59



Edwin menyiapkan sarapan pagi untuk Keyla yang tengah berada di kamar. Edwin membawakan satu gelas susu dan juga satu mangkok bubur ke dalam kamar.


Saat membuka knop pintu Edwin melihat Keyla yang masih tertidur dengan tenang, Edwin segera masuk dan meletakkan makanannya di nakas, ia membangunkan Keyla.


"Key bangun," ucap Edwin seraya memegang lengan Keyla.


Keyla membuka matanya hal pertama yang ia rasakan adalah pusing menyerang kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Edwin seraya membantu Keyla untuk duduk.


Keyla menggelengkan kepalanya pelan.


"Bentar lagi aku mau berangkat ke kantor, mungkin pulang telat," ucap Edwin.


Keyla terdiam, Edwin akhir-akhir ini selalu pulang telat sampai larut malam, bahkan saat libur Edwin tidak pernah di rumah, sudah terhitung seminggu lamanya Edwin seperti itu.


"Bisa temenin aku, jangan berangkat kerja," ucap Keyla menatap Edwin penuh harap.


"Nggak bisa Key, pekerjaan aku banyak di kantor," tolak Edwin seraya mengelus pelan rambut Keyla.


"Please temenin aku Ed, aku nggak mau sendiri di rumah," bujuk Keyla.


"Aku panggilin bunda," ucap Edwin.


Keyla menggelengkan kepalanya. Ia hanya ingin di temani oleh suaminya bukan yang lain.


"Please Ed,," mohon Keyla seraya memegangi lengan Edwin.


Edwin melepaskan tangan Keyla.


"Jangan manja biasanya kayak gimana," ujar Edwin.


Keyla langsung terdiam, mulutnya tidak bisa berkata-kata lagi, matanya bahkan sudah memanas menahan tangis.


"Nggak usah cengeng, seharusnya kamu ngerti pekerjaan aku banyak, nggak cuman buat ngurusin kamu aja,"


Mendengar perkataan Edwin, hati Keyla menjadi sakit. Lebih penting pekerjaannya kah di banding Keyla yang sedang mengandung buah hatinya.


"Kamu tau nggak Ed, kamu minta di ngertiin tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," ucap Keyla dengan tatapan sendu.


Edwin menghela nafasnya panjang.


"Ayolah Key kamu udah dewasa kamu bisa jaga diri kamu sendiri," tegas Edwin.


"Bukan masalah dewasa, tapi tanggung jawab kamu sebagai suami mana? Aku hamil anak kamu dan aku cuman mau di temenin," ucap Keyla sudah terisak.


"Aku tanya sekali lagi apa kabar kamu yang kemarin mau gugurin dia hmm! Tanggung jawab kamu mana sebagai seorang ibu!" Ucap Edwin sudah tersulut emosi.


Keyla sudah tidak bisa menjawab lagi ucapan Edwin hatinya terlanjur sakit akan ucapan Edwin padahal keduanya sudah sepakat tidak akan membahas masalah itu lagi. Tapi kenapa Edwin mengungkitnya.


Keyla terisak, ia menggigit bibir bawahnya, ia takut dengan Edwin sekarang. Kenapa dia seperti itu dengannya. Keyla memutar ingatan saat respon Edwin yang biasa saja saat tahu Keysa pelaku di balik Keyla yang hampir keguguran dan saat Edwin marah besar saat tahu kalau Keyla berniat menggugurkan kandungan. Bisa di pastikan Edwin masih mencintai Keysa dan sedang ingin menyingkirkannya secara perlahan. Edwin benar-benar tidak adil apa dia sudah tidak mencintai Keyla lagi.


"Minum susunya, jangan sampai dimuntahin lagi," ucap Edwin tanpa memperdulikan Keyla yang terisak sembari melamun.


"Aku berangkat," pamit Edwin seraya beranjak dari tempat tidurnya dan memilih berangkat ke kantor meninggalkan Keyla yang masih tetap pada posisinya.


•••


Keyla berusaha melupakan kejadian tadi pagi dan pikiran buruknya tentang Edwin. Ia memilih bersantai bersama Hana di Cafe, tapi nyatanya tidak semudah itu. Keyla sekarang malah terlihat murung di hadapan Hana dan hal itu membuat Hana bingung sekaligus khawatir karena sedari tadi Keyla di tanyai dan jawabannya selalu tidak apa-apa.


"Key cerita kalau ada apa-apa jangan buat aku ikutan mikir," ujar Hana


"Aku gak papah, han," jawab Keyla. Tuh kan jawaban pasti itu lagi. Hana itu cewek jadi dia peka apa kata dari GPP.


"Bibir boleh bohong tapi mata kamu nggak bisa bohong," ucap Hana membuat Keyla terdiam.


"Cuma masalah kecil, aku gak papa," ucap Keyla dengan pikiran yang terus menerawang jauh.


"Iya apa masalah nya, siapa tau aku bisa bantu,?" Bujuk Hana agar Keyla bercerita.


"Edwin" lirih Keyla.


"kenapa lagi? Masih marahan?" Tanya Hana.


"Aku bingung Han, Edwin kadang suka buat aku nangis tapi kadang juga buat aku luluh,"


"Aku nggak tau kenapa dia nggak segan-segan buat marah-marah sama aku, bahkan aku nangis pun dia kayak nggak peduli," cerita Keyla.


Hana menghela nafasnya panjang.


"Dia bentak kamu?" Tanya Hana.


Keyla mengangguk, sebenarnya Keyla tidak ingin menceritakannya kepada Hana karena itu bisa membuat Edwin kehilangan kewibawaannya tapi semakin di tahan ia merasa tersiksa sendiri karena tidak bisa bercerita dengan siapapun kecuali Hana. Keyla percaya pada Hana, tidak mungkin Hana menceritakannya lagi pada orang lain.


"Kamu tau Han, aku trauma minum susu, setiap aku muntahin susu yang aku minum. Edwin pasti bakalan marah dan aku takut Han," ucap Keyla mengingat kejadian-kejadian di mana Keyla muntah dan Edwin memarahinya. Jika sekali dua kali masih bisa ia terima sebagai bentuk nasihat tapi kalau setiap hari Keyla tidak bisa terima karena rasanya sakit.


"sialan! Sumpah aku gregetan sama Edwin, mau aku bantuin buat matahin tulangnya, mumpung aku lagi mode pengen habisin orang," ucap Hana membuat Keyla sedikit terhibur karena ucapannya.


"Aku sumpahin si Edwin suatu hari nanti bakalan ngerasain gimana rasanya muntah kerena hormon ibu hamil" kata Hana membuat Keyla mengernyitkan dahi.


"Emangnya bisa" tanya Keyla. Bagaimana bisa laki-laki merasakan hormon dari ibu hamil.


"Bisa dengan kamu hamil lagi. My be" ujar Hana terdengar ragu. Keyla menggelengkan kepalanya sebuah senyum terbit di wajahnya.


Hana ikut tersenyum meskipun ucapan agak konyol setidaknya Keyla bisa tersenyum.


"Nggak usah dipikirin kasian keponakan aku," ucap Hana.


"Mau ikut aku ke mall? Itung-itung buat refreshing?" Tanya Hana.


"Okee bantuin aku habisin uang di ATM Edwin," Kata Keyla seraya terkekeh.


"Siap itu mah gass ayok, ngga usah disisain," ucap Hana semangat.


•••


Jam menunjukkan pukul dua siang Keyla dan juga Hana saat ini sudah berada di area pusat perbelanjaan.


"Lucu banget," ucap Keyla tidak sengaja melewati beberapa pakaian khusus untuk bayi.


"Beli kalau lucu," ujar Hana.


"Aku belum tau dia cowok apa cewek," ucap Keyla membuat Hana terkekeh.


"Menurut kamu ponakan aku cewek apa cowok?" Tanya Hana seraya melihat-lihat baju bayi yang memang terlihat sangat menggemaskan itu.


"Aku maunya cowok, aku yakin pasti keren banget anak aku kalau udah gede dan aku bakalan kasih dia nama Gempara" ucap Keyla terlihat antusias.


Hana lagi-lagi terkekeh.


"Gempara? Bagus aku suka," ucap Hana terlintas di benaknya ingin cepat memiliki anak, pasti akan seru kalau anaknya dan anak Keyla bersahabat atau mungkin berjodoh jika mereka berlainan jenis, "Aku jadi pengen punya anak"


"Aku cariin jodoh mau gak, kamu kan jomblo karatan," kata Keyla langsung mendapati pelototan dari Hana.


"Nggak ada kandidat yang cocok buat aku selain oppa-oppa korea seperti Chanyeol EXO, Taeyong NCT, Cha Eun-wo,.." ucap Hana terpotong, belum sempat menyebutkan idol korea yang menjadi tipenya.


"Stop gak usah halu. Kata siapa nggak ada kandidat yang cocok selain oppa-oppa" sangkal Keyla.


"Siapa coba aku pengen tau," tanya Hana.


"Raka" ucap Keyla langsung mendapat gelak tawa dari Hana.


"Mana mungkin Raka, yang ada aku tempur mulu sama si curut. Kamu tau sendiri aku sama dia gimana, udah seperti Tom and Jerry" Kata Hana mengingat masa-masa sekolahnya yang selalu adu mulut dengan Raka. Dan yang menang pasti Raka karena mulut cowok itu sudah seperti mulut cewek. Lemes banget.


"Jodoh nggak ada yang tau,"


Hana hanya bergeleng-geleng mendengar ucapan Keyla yang ngaco itu.


"Cari makan yuk Han, aku laper nih," ajak Keyla yang di angguki Hana.


Setelah itu keduanya segera mencari tempat makan yang ada di Mall dan pilihan Keyla jatuh pada makanan Jepang kesukaannya.


Keduanya memasuki tempat makan itu, tapi di pintu masuk Keyla hampir saja terjatuh ditabrak orang jika Hana tidak segera memegangi bahu Keyla.


"Kalau jalan pake mata dong mbak!" Marah Hana.


"Ah sorry saya nggak sengaja," ucapnya tanpa melihat siapa yang ia tabrak ia akan beranjak tapi Keyla menahan tangannya.


Wanita itu pun menatap Keyla.


"Oh ternyata kamu, Gimana udah kena mental tentang sesuatu yang saya kasih tau ke kamu" ucapnya.


Keyla mengepalkan tangan nya.


PLAKKK


Hana membelalakkan matanya tidak percaya Keyla barusan menampar wanita itu, bahkan semua orang yang ada di sana sudah menjadikan ketiganya pusat perhatian.


"Key," Panggil Hana seraya memegangi tangan Keyla agar tidak melakukan apapun lagi.


"***** maksut kamu apa haaa nampar saya!!" ucapnya seraya berteriak.


"Kamu pantes dapetin itu Keysa Januartha" ucap Keyla seraya tersenyum sangat lebar di hadapan Keysa dan dengan santainya Keyla menarik Hana pergi dari tempatnya meninggalkan Keysa yang tengah mengumpat.