LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab75



Pesawat dari Canada-Indonesia sudah mendarat dengan selamat di bandara. Seorang pria yang tengah menunggu salah satu penumpang pesawat tersebut menghampiri seorang wanita, yang di yakini adalah orang yang di tunggunya sejak tadi.


"Dengan ibu Keyla?" Tanya pria itu.


"Iya pak, bapak siapa ya" jawab orang yang ternyata benar bernama Keyla --dengan bingung.


"Saya Rijal, sopir utusan tuan Raka, yang di perintahkan untuk menjemput nyonya dan menemani nyonya selama di indonesia" jelas pria yang mengaku supir itu.


"Buna siapa dia" tanya seorang anak lelaki sembari mendongak menatap wanita yang di panggilnya Buna.


"Bapak ini supir yang akan mengantar kita ke rumah nenek sama kakek" Keyla tersenyum dan menunduk untuk melihat anak lelaki berumur empat tahun itu.


"Yeayh, kita ke rumah grandma, Let's go buna" ucap Gempara semangat seraya menarik tangan Keyla untuk pergi.


"Let's go" Kata Keyla.


Pria itu mengambil alih koper yang tadi di bawa oleh ibu dan anak itu, lantas mereka menaiki mobil.


•••


Saat ini wanita cantik itu tengah menatap pinggir jalan ibu kota yang di laluinya dari balik jendela mobil yang melaju. Sudah hampir lima tahun dia pergi meninggalkan kota tempat dia di besarkan dan tempat membuat cerita dalam hidupnya. Sebenarnya ia tidak ingin berada di kota ini. Bukannya ia tidak suka dengan kotanya, hanya saja ia tidak ingin kembali mengingat kenangan masalalunya. Jika bukan karena Gempara ia sudah enggan untuk kembali.


Ya! Keyla kembali karena permintaan Gempara yang ingin bertemu dengan Nenek Kakeknya. Sepertinya anaknya itu benar-benar ingin bertemu mereka sampai dia merajuk dan tidak mau di bujuk dengan apapun.


"Hoam"


Terdengar suara menguap, seorang anak kecil terbangun dari tidurnya. Anak kecil yang tadi semangat dan ceria itu selama perjalan tertidur dan entah kenapa sekarang ia terbangun.


"Buna i'm hungli" suara serak nan imut khas bangun tidur, keluar dari mulut anak kecil yang sekarang tengah mengusap perutnya yang keroncongan.


"Kamu laper sayang" Keyla bertanya lembut pada anak lelakinya.


Gempara, mengangguk gemas.


"Kasihan bangen anaknya Buna pasti lapar banget" ucapnya seraya mencubit gemas pipi anak laki-laki itu.


"Pak kita mampir dulu di restoran terdekat ya" kata Keyla pada supir yang tengah mengemudi.


"Baik nyonya"


Tak berarapa lama akhirnya mobil itu menepi di sebuah restoran. Anak dan ibu itu turun dari mobilnya, tanpa melihat-lihat dulu keadaan restoran mereka langsung saja masuk. Begitu sampai di dalam beberapa pengunjung restoran terpana oleh kecantikan dan ketampanan ibu dan anak itu. Meski masih anak-anak tapi ketampanan anak laki-laki itu sudah terpancar dan membuat orang-orang terpesona olehnya. Apa lagi kecantikan sang ibu membuat pria dan wanita terpana melihatnya.


Mereka duduk di meja kosong dengan di sambut pelayan restoran. Mengambil buku menu lantas ia membacanya, Ia pun yang kangen masakan indonesia di buat senang karena restoran yang Ia kunjungi adalah restoran dengan menu makanan khas indonesia. Tanpa banyak pikir lagi wanita itu langsung memesan hidangan yang akan di santap olehnya dan putra kecilnya.


"Mbak, saya pesan Ayam Goreng satu porsi, Rendang satu porsi, sama Mie aceh satu porsi minumannya Es Cendol dua" pesan Keyla. "Sudah itu aja"


"Di tunggu ya kak" Ucap pelayan lantas dia melenggang pergi.


"Buna lapel" Kata Gempara seraya menarik-narik baju Keyla dengan pelan.


"Iya sayang tunggu sebentar ya, makanannya segera datang kok" Kata Keyla. Ia merogoh tisu untuk mengelap tangan Gempara, lantas ia menyemprot tangan mungil itu dengan hand sanitizer yang selalu ia bawa untuk menjaga kebersihan anaknya.


"Jangan lama Gege lapel, nanti tating di pelut Gege malah, kalo malah nanti pelut Gege di makan sama tating" ungkapnya dengan mimik wajah yang begitu menggemaskan.


Keyla terkekeh geli melihat tingkah anaknya yang sangat lucu, "Kata siapa cacing di perut kamu bakal marah terus makan perut kamu"


"Kata Pupu" Jawab Gempara.


"Aish,,, Kamu tuh percaya aja sama Pupu" Kata Keyla seraya mencubit gemas hidung Gempara.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang, pelayan menaruh satu persatu makanan itu di meja. Gempara yang memang sudah lapar langsung mengambil sepotong ayam goreng itu, saat hendak menggigitnya ibunya menegur.


"Gempara baca doa dulu sayang"


"Upss, lupa" kata Gempara yang langsung mengangkat kedua tangan tanpa menaruh paha ayam dan ia-pun membaca do'a. Setelah itu barulah ia makan dengan tenang.


Keyla geleng-geleng kepala ketika melihat tingkah anaknya yang persis seperti Pupunya.


"Buna, minumannya ada tating" Kata Gempara saat ia melihat minuman yang hendak Keyla minum.


"Ini bukan cacing, ini Cendol sayang" Kata Keyla memberi tahu.


"Oh, Enak da Buna"


"Enak banget, kamu coba deh" Gempara pun mengambil Cendol miliknya lantas bocah itu menyeruputnya.


"Em.. Manis kayak dede Ula" Gumam Gempara lantas ia cekikikan.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Keyla melihat tingkah aneh anaknya.


"Da papa, tendolnya manis Buna, Gege suka"


Saat Keyla sedang menyantap makannya satu hal yang baru Keyla sadari, ternyata Restoran yang ia kunjungi saat ini adalah restoran yang dulu sering ia datangi bersama sahabatnya. Suasana Restoran tersebut terlihat sama seperti dulu, hanya saja para pegaiwainya yang berbeda. Keyla celingak-celinguk mencari ke beradaan Hana siapa tahu sahabatnya itu sedang ada disini. Tapi hasilnya nihil, Hana sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.


"Kayaknya Hana gak ke sini deh" Kata Keyla, kecewa.


•••


Di kejauhan seorang pria yang baru saja masuk restoran tidak sengaja melihat seorang wanita cantik bersama anak lelaki yang tengah menikmati makanan. Merasa familiar pria itu menghampiri mereka.


"Hy, kamu Keyla kan?" Sapanya begitu sampai di depan wanita cantik yang tengah makan.


"Iya, kamu... Gino kan" Kata Keyla sedikit ragu dengan pria yang berpenampilan rapi di hadapannya.


"Iya aku Gino, apa kabar Key, lama gak ketemu tambah cantik aja" ucap Gino yang merupakam sepupu Keyla, adiknya Hana.


Keyla berdiri dari duduknya, "Pake kak, No, kebiasaan deh." Tegurnya.


"Iya maaf kak" kata Gino lantas mengulurkan tangan untuk salam, Keyla pun menyambut uluran tangan Gino.


"Kabar aku baik No, kamu gimana?" Tanya Keyla lantas ia kembali duduk.


"aku juga baik" ucap Gino seraya duduk di kursi depan Keyla.


"Kamu sekarang tambah dewasa ya, dari penampilan kamu beda sama yang dulu" Puji Keyla setelah melihat penampilan Gino yang rapih dan dia sekarang lebih sopan tidak urakan seperti dulu.


"Aku makin ganteng kan, kak. Kamu pasti kesemsem sama aku, tapi sayang aku udah ada yang punya" Kata Gino tersenyemum menggoda.


"Nyesel aku ngomong gitu, ternyata masih sama cuma penampilan aja yang beda, tingkat ke-pd-annya gak pernah ilang" Sesal Keyla.


"Itukan ciri has Gino, gak pd gak hidup" jawabnya bangga.


"Terserah kamu aja No" tukas Keyla.


"Kak, itu buntut lo?" Tanya Gino menunjuk dengan gerakan mata dan Alis.


"Hah, buntut" Kikuk Keyla tak mengerti.


"Maksudnya itu bocah anak kamu kak" Jelas Gino.


"Iya, ini anak aku namanya Gempara" Kata Keyla sambil mengelus belakang kepala Gempara.


"Gege kenalin ini om Gino, sepupunya Buna"


"Hallo Om Ino" Sapa Gempara setelah menelan makannannya. "Jangan panggil aku Gempala ya om. Panggil aku Gege"


"Hallo Gege, ponakan om yang ganteng" Kata Gino, lantas ia menggeser kursinya ke sebelah Gempara.


"Ponakan om gemesin banget sih, Gege mau gak om beliin mobil-mobilan sama robot-robotan?" Tanya Gino sambil mengunyel-ngunyel pipi tembem Gempara.


"Gak mau gege maunya di beliin mobil-mobilan sama lobot-lobotan sama Pupu" Tolak Gempara karena ia hanya mau mainan dari Pupunya, selalu.


"Gege belinya bareng om aja, anggap aja hadiah welcoming dari om untuk Gege" Rayu Gino.


"Mm." Gempara terlihat menimang-nimang ajakan Gino. "Okye om, nantli Gege injin dulu sama Pupu dan Buna"


"Oke Gege, ponakan om yang gemesis"


•••


Setelah lama berbincang dengan Gino, akhirnya ia berpamitan untuk melanjutkan perjalannya menuju rumah orang tuanya.


"Gino, aku duluan ya"


"Aku anterin ya kak" Tawar Gino.


"Gak usah, aku kan udah ada sopir yang antar jemput" Kata Keyla.


"Ya udah deh, Hati-hati ya kak. Salam buat om sama tante."


"Iya"


"Bye om Ino" Kata Gempara melambaikan tangannya lantas ia dan Keyla pun pergi.


"Bye Gege" Balas Gino.


Saat Keyla keluar dari restoran dia berpas-pasan dengan seorang pria yang ia kenal.


"Keyla"