
"Ma, Felis kenapa!!!"
teriak Papa Felicia dari lantai dasar,,
Mereka pun membawa Felicia ke Rumah Sakit ,,
Rumah sakit keluarga Lu
1 minggu setelah kejadian,
"Ukh... kepalaku sakit "
Ucap Felicia yang baru saja sadar,,
Felicia melihat mamanya menangis di tepi ranjang tempat tinggal tidur,,
"Huhuhu.... Maafin mama Lis, mama tau kamu menginginkan pernikahan atas dasar cinta, tapi maaaf maamah tidak akan bisa mengabulkannya "
Kata Mama Felicia sambil mengusap air mata yang terus mengalir di pelipis nya,
"Nggapapa Mah, Felis ikhlas kok "
kata Felicia sambil tersenyum walaupun tau hatinya saat ini masih remuk.
"Mamah, jangan nangis lagi ya "
kata Felicia sambil memeluk ibunya dari atas tempat tidur,,
"Iya, lis "
Kata Mama Felis tersenyum ,
Sementara itu di kantor perusahaan Lu
"Pak Mark, ini laporan yang anda minta "
Kata Pak Lee ,kepala direktur pemasaran ,,
"Tolong letakkan saja, "
kata Mark sambil menandatangani beberapa dokumen penting,,
" Tok tok tok.... "
Terdengar suara mengetuk pintu di ruangan Mark,
"Masuk."
kata Mark dingin,,
"Kamu Ya, anak kurang sopan. Berani beraninya gak sopan sama orang tua kayak kakek!!!! "
Kata Kakek Mark yang langsung masuk ke ruangan Mark, lalu menjewer telinga Mark,,
"AAAAAm......punnn kek, Mark khilaaf. Maafin Mark keekkk... Duh kek sakiitttt"
Ucap Mark meringis sambil menahan sakit di telinganya
" Huh... Untung kamu satu - satunya cucu kesayangan kakek"
kata Kakek Mark Melepaskan jeweran mautnya,, Dan duduk di kursi yang tersedia.
"Mark, Apakah kamu ingat apa yang aku tanyakan kemarin? "
kata Kakek Mark, memulai pembicaraan serius,
Flashback On,,( Kemarin )
*Semua keluarga Mark berkumpul di rumah besar,,
"Mark, kamu harus menerima perjodohan ini"
kata kakek Mark serius dengan perkataanya,,
"Gak Kakek, Mark akan menikahi gadis yang Mark cintai bukan gadis dari perjodohan ini! "
Ucap Mark tegas,,
"Plakkkk!!! "
Nenek Mark yang terbakar emosi pun menampar Mark dengan keras,,
"Apakah kamu tau Mark, bahwa kakek temanmu lah yang menyelamatkan kakek kita! bila tidak ada beliau maka mungkin kakek tidak akan di sini!!! "
kata Nenek Mark hampir terisak,mengingat jasa teman suaminya yang telah menyelamatkan suaminya.
Mata Mark mulai berlinang air mata, bagaimana tidak nenek yang ia tau hanya nenek yang baik hati, tulus dan juga agak tak tegas ini. berani menampar Mark ,,
Mark, mulai menyadari keegoisannya atas dasar pendirian yang sudah dia dirikan bersama beberapa tahun lalu*.
Flashback Off
"Iya nek ,Mark akan menikah dengan dia dan berusaha membahagiakannya "
kata Mark dengan lantang karna ini adalah kali pertama ia jujur dengan diri sendiri dan orang lain,
Walaupun hatinya tak memiliki rasa dengan wanita ,namun setidaknya Mark bisa membahagiakan wanita yang akan bersanding dengannya di pelaminan.
"Nak, kamu bisa datang ke rumah sakit keluarga kita di kamar VVIP nomor XXX ,disana kamu bisa melihat wajah orang yang akan kamu nikahi,,"
Ucap Mama Mark sambil mengelus kepala Mark pelan,,
Dengan segera Mark melajukan mobil Lambonya dengan kencang,,
Skippp\>\>\>
Mark sampai di rumah sakit keluarganya,ia langsung di sambut oleh pegawai yang berada di lorong rumah sakit,,
"Selamat datang, Tuan muda Mark"
ucap seluruh pegawai di sana dengan ramah senyum,,
Namun Mark bergegas ,,dan melewati pegawainya yang tengah menyambut kedatangannya,,
"Kamar VVIP nomor XXX"
gumam Mark sambil berjalan lurus menuju kamar yang di maksud .
Setelah menemukan kamar yang di maksud mamanya, Markpun masuk dengan masih mengenakan stelan jas lengkap .
" Nak Mark, sini nak! "
kata Mamah Felicia tersenyum lebar, tentunya senyum itu di balas oleh Mark.
Mark melihat sekilas seorang gadis yang masih terbaring lemah dengan mengenakan infus di tangannya lalu mengalihkan pandangannya.
Mama Felicia berbincang sebentar dengan Mark,,
Mendengar mamanya sedang berbicara pada seseorang Felicia bangun dari tidur dan membuka matanya .
Ia terkejut pasalnya ada seorang pemuda tampan, dan mempunyai kharisma yang kuat tak lupa memakai setelan jasnya lengkap.
biasanya Anggi yang biasanya datang menjenguk bila Felicia sakit .
"Kamu siapa? "
Tanya Felicia yang baru saja bangun tidur .
"Lis, kenalin ini Mark calon suami kamu namanya Mark "
kata Mama Felicia menjelaskan sedangkan Felicia sedikit agak terkejut dengan kedatangan Mark,,
" Mark ini anaknya mamah namanya Felicia kamu bisa panggil Felis atau Lilis "
ucap mama Felicia mencairkan suasana aneh ini.
'Bukannya Kutu buku yang kemaren ada di taman,Ohh jadi namanya Felicia '
Batin Mark bertanya,,
"Lilis Mahasiswi di Univ UI? "
Tanya Mark pada Felicia,,
" Ya, memang "
Ucap Felicia Dingin tanpa menatap wajah Mark, dan membuat Mark menghela nafas pendek
Mark tau gadis ini akan sangat susah diajak kompromi kalau kedepannya sikap dingin dan cuek nya itu tak dapat dihilangi.
"Felis kamu ngga boleh gitu sama Calon suamimu "
kata Mamah Felicia mengingatkan,
"Kan masih calon ma, belum jadi suami nya Felis "
Ucap Felicia sambil menatap tajam wajah Mark
"Felis,kamu harus lebih sopan!!!! "
Bentak Mama Felicia pada anaknya,,
"Tak apa ma, Lilis mungkin belum menerima saya ,tapi saya akan menerima lilis apa adanya ,, menjaga Lilis dengan sepenuh hati saya ,, juga melindungi lilis bila dia dalam bahaya "
Ucap Mark serius .
Mark berhasil membuat Felicia seketika mematung setelah mendengar kata kata Mark yang akan menerima dia apa adanya, menjaga dia, dan melindunginya..
Wajah Felicia mulai memerah karna itu,,
" Lis, Lisss kamu ngga papa??? Kok mukanya merah? "
Tanya Mark, di selingi tangan Mark yang menyentuh dahi Lilis untuk mengecek suhu tubuh Lilis,,
kata Felicia yang berusaha menggapai tangan Mark dengan tangannya yang di infus,,
Melihat hal itu Mark langsung melepaskan tangan Felicia,, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan pada Lilis.
Hari demi haripun berlalu ,,Mark tetap setia mendampingi Felicia di rumah sakit keluarganya,,
Bahkan Mark sampai menunda rapat penting untuk menjaga Felicia di rumah sakit.
Akhirnya Felicia di perbolehkan pulang karna kondisinya yang telah membaik,,
" Lis ,Mamah pulang duluan soalnya mama ikut papa dinas ke luarnegri "
kata Mamah Felicia ,
Felicia hanya mengangguk, ia seakan tak mengerti bahwa ini usaha mamahnya untuk mendekatkan dia dengan Mark.
"Mark, bantu Lilis beres beres ya "
kata Mamah Felicia, kemudian Mamah Felicia pun keluar.
"Mark, bantuin ya jangan pelit tenaga !"
kata Felicia Judes,,
"Tapi ada syaratnya "
Ucap Mark dengan pandangan seolah berkata 'lo gak akan mampu nerima syarat ini'
Mata Mark membuat Felicia ingin segera menculek Mata Mark ,,
"Ikutin kata kataku, sama kamu harus ikut aku ke apartemenku "
Ucap Mark Dingin,,
"Ishhh... iya ,iya "
Kata Felicia Malas berdebat,,
'Ni anak apa kagak curiga mau gue apa apain di apartemen'
"Nape lu diemm ,hellooooo,, "
Ucap Felicia pada Mark yang terus memandang matanya,,
Felicia pun memiliki ide briliant untuk mengerjai Mark,,
"Awwwwwww,sakiittt Lisss "
Ucap Mark yang habis di cubit keras perutnya sama Felicia ,,
"Rasaain,, bantu aku beresss beresss lo malah ngelamun! "
kata Felicia dengan tatapan tajam,
"Tapi kata katanya kan belom?? "
Ucap Mark ingin menyulut kemarahan Felicia lagi,
" Bodo amat, kan nanti bisa di apartemenlu"
kata Felicia tanpa rasa takut di dalam kata katanya,,
Setelah itu mereka berduapun mengemasi barang \- barang Felicia,,
Mark dan Felicia sudah berada di luar rumah sakit,, Mark mengantarkan Felicia ke mobil pengangkut barang yang khusus mengantarkan barang untuk keluarga Lu
Sedangkan Mark membawa Felicia ke apartemennya menaiki mobil Lambo yang tadi ia pakai,,
Mark Mengerjai Felicia dengan cara menambah kecepatan yang membuat Felicia berteriak histeris,,
" Oy,, Markk Lu mau gua mati,, Mamaaaa aku masih belum mau matiiiii ,aku masih cintaaaaa bumiiii"
Teriak Felicia ,yang membuat Mark tertawa puas dengan aksinya. ,
Setelah sejam perjalanan akhirnya Mark dan Felicia sampai di apartemen Mark,,
Felicia segera keluar dari mobil Mark dan berlari menuju tong sampah yang dilapisi kresek di dalamnya ,,
"Hueeeekkk. .... Hueekkk. . ..,uhukk uhukkk."
Felicia membuang semua yang ada di dalam perutnya karna mabuk daratnya tadi,
Mark berlari menuju tempat Felicia dan melihat muka Felicia yang sangat pucat dengan,, segera menggendong Felicia ke kamar Mark,,
Setelah sampai di kamar Mark ,Felicia direbahkan di kamar tidur ,, Mark tidak tau bila Felicia akan mabuk saat ia kerjai tadi,,
Mark mengambil sebuah obat ,lalu Mark memaksa Felicia untuk menghirup obat tersebut, yang ternyata Aroma terapi.
"Maafin aku Lis, aku ngga tau bakal kayak gini, Maafin aku ya Lis "
Ucap Mark lembut sambil mengelus anak rambut Felicia,
"Iya, Mark tak apa "
Jawab Felicia dengan lemas,,
"Lis, kamu bisa olesin ini ke perut kamu?? "
Kata Mark lagi ke Felicia ,yang membuat Felicia terkejut,,
"Ya bisalah, "
Ucap Felicia pelan,,
Felicia menuju ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan kamar,,
Akhirnya Felicia pun mengoleskan obat tersebut ke perutnya ,,
Setelah itu ia memberikan lagi obat itu ke Mark, dan berbaring di tempat tidur,,
Melihat Mark yang masih berkutat dengan laptopnya, Felicia memilih untuk tidur di kasur,,
Sorepun tiba Mark hampir selesai dengan tugasnya, Ia seperti melupakan sesuatu yang sangat penting,,
"Felicia,mana !"
Ucap Mark agak berteriak karna panik,,
Markpun melihat ke arah kasurnya dan benar saja Felicia masih nyenyak dengan mimpinya di sana .
Markpun tersenyum tipis dan menghampiri Felicia yang tengah tertidur membelakanginya,,
Mark mengamati setiap inci dari wajah Felicia yang tanpa ia sadari sangat cantik,,
"Eummmm"
Gumam Felicia tiba - tiba sambil membalikkan dirinya ke arah Mark ,
" Puftt, dia sangat manis ketika tidur "
gumaam Mark ,sambil mencubit pipi Felicia
" udah selesai tugasnya pak???"
Ucap Felicia tiba tiba ,seperti suara khas orang bangun tidur,
Mark menggelengkan kepalanya,
"Udah ngga mual? "
Kata Mark dengan nada bertanya,
"Udah ngga mual kok,"
Jawab Felicia singkat,
"Mark, Lapar.... "
kata felicia memegangi perutnya,,.
To Be Continuee____