
Sesampainya dirumah nadia dan albi masuk kedalam kamar mereka, sambil menaruh barang-barang mereka masing-masing ketempatnya.
"Nad.. bisa minta tolong ambilkan handuk kaka yg ada di lemari gak, tadi lupa bawa soalnya" kata albi yang sedang berbicara di kamar mandi
"Iya kak sebentar nadia ambilkan dulu" nadia pun bangkit dari tempat tidur menuju ke arah lemari pakaian. Ya selesai menaruh barang tadi nadia langsung merebahkan dirinya di kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu sedangkan albi langsung membersihkan diri nya.
"Ini kak handuknya" ucap nadia yang berdiri disepan pintu kamar mandi.
albi pun membuka pintu tersebut dan mengambil handuk yang di pintanya tetapi bukan hanya handuk yang di raih albi tapi tangan nadia pun iya raih dan tarik sehingga ikut masuk ke dalam kamar mandi.
Dan terjadilah aksi panas didalam kamar mandi, cuaca yang panas tidak menjadi halangan bagi mereka.
"Nad terimakasih ya" ucap albi sambil memeluk nadia dari belakang.
"Iya kak sama-sama" jawabnya sambil bergidik geli karna hembusan nafas albi yang begitu terasa di pundak nya.
mereka pun akhirnya keluar dari akamr mandi setelah selesai berkegiatan tidak lupa juga untuk benar-benar mandi tentunya.
...Beberapa hari kemudian...
"Nad gimana apa sudah mendingan" tanya Albi setelah menaruh air putih itu ke meja nakas samping tempat tidur mereka.
Setelah kemarin mereka mandi dan bermain-main sebentar di kamar mandi, malam nya nadia langsung demam dan muntah-muntah.
" Udah mendingan kak paling perlu istirahat aja pasti besok udah sembuh" ucap nadia sambil tangannya mendekap tangan suaminya albi dengan memejamkan mata, beberapa hari nadia sakit ini memang dia agak manja dengan albi entah karna sudah terbiasa atau lagi memang tidak mau jauh dengan albi.
"Kita ke rumah sakit aja ya nad udah 2 hari ini kamu muntah-muntah sampai ga nafsu makan walaupun demam nya udah turun tapi kaka khawatir kalo kamu kenapa²"
"Yaudah ka besok aja ya ke rumah sakitnya ini sudah malam lebih baik kita istirahat dulu" kata nadia dengan suara lemah lembut nya
Nadia pun kini sudha terbiasa tidur dengan pelukan albi dan itu membuatnya nyaman dan dapat tertidur dengan lelap.
"Kak" ucap nadia yang tidur di pelukan dada bidang suaminya
"Hmmm kenapa sayang" jawab albi dengan mata yang terpejam
"Maafin nadia ya kak karena beberapa hari ini menyusahkan kaka" ucap nadia merasa bersalah dengan suaminya
"Hey.. Nyusahin apa kaka gak merasa di susahin kok" jawab albi sambil melihat kearah istri nya
"Maaf kak karena kaka harus ngurusin nadia yang lagi sakit nyiapin baju kaka dan nadia sendiri makan pun kaka jadi harus pesan online itu pun kaka juga beresin dan bersihin rumah sendiri di tambah kaka harus pergi kerja ke kantor" ucap nadia sambil melihat ke arah suaminya dan tanpa sadar mengeluarkan air mata dan menangis
" Itu kan wajar sayang..kamu kan lagi sakit dan pekerjaan seperti itu sudha biasa bagi kaka dan kaka pun tidak merasa susah kok" ucap albi sambil menghapus air mata yang menetes di pipi istrinya
"Ishh sudah ya nangis nya nanti ilang loh cantiknya" ucap albi gemas sambil menatap istrinya kemudian di elus nya rambut nadia dan di rpaikannya anak rambut nadia yang sedikit menutupi wajahnya.
"Terimakasih yaa kamu sudah mau jadi istri kaka" ucap albi tulus sambil mencium kening istrinya. Dan mereka pun akhirnya tertidur sambil berpelukan
.
.
.
.