LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
22.rambut basah



Setelah alya keluar dari kamar nadia dan albi, Alya turun ke bawah menghampiri kakak-kakaknya  yang ada di situ.


Tapi sebelum sampai ke bawah alya berpapasan dengan Albi yang hendak menuju kamar nya untuk mengajak nadia turun kebawah dan memakan, makanan yang telah di bawa para adiknya itu.


"Loh Nadia mana "tanya albi yang mengentikan langkahnya ketika berpapasan dengan alya di tangga.


"Ada di kamar tuh.. "Jawab alya sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah kamar albi dan nadia.


"Sudah selesai ya mandinya, kok ngga di ajak ke bawah " ucap albi.


"kata nya mau ganti baju dulu, sambil beres beres kamar mungkin "ujar alya mengira ngira.


"oh.. ya sudah kakak mau ke kamar dulu.."pamit albi seraya hendak melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan alya.


"Eh kak tunggu.. "kata alya sambil menahan tangan albi yang hendak berlalu meninggalkannya.


"Ada apa"Tanya albi sambil menghadapkn tubuhnya ke arah alya.


"Nanti bikinin alya keponankan yang banyak ya.. dan yang imut dan lucu juga"pinta alya pada albi sambil tersenyum dan mengangkat ngangkat dua alisnya.


Albi yang mendengar itu sempat bingung sebentar, kemudian dia tahu,pasti alya menyangka albi dan nadia habis melakukan itu,ketika alya masuk kamar albi dan nadia dan melihat kondisi dan situasi kamar itu, memang sih.. karna kedatangan alya dan haikal tadi jadinya albi belum sempat membereskan kamarnya yang berantakan itu.


"Oke deh.. laksanakan"jawab albi mengiyakan ucapan alya tadi sambil memberikan tanda hormat.


kemudian alya meninggalkan albi untuk pergi ke bawah sambil tertawa melihat respon albi tadi, sedangkan albi menerus kan langkahnya tadi untuk masuk ke dalam kamar.


Albi pun membuka pintu kamarnya.


ceklek


Di dalam kamar, Nadia sedang merapikan seprei kasur nya yang tersingkap dan juga acak acakan, setelah tadi dia selesai membereskan beberapa baju yang berserakan.


Albi yang melihat itu langsung membantu nadia merapikan tempat tidurnya.


"Nad.. setelah ini ayo kita turun dan makan masakan mamah yang di alya dan haikal tadi. "suruh albi pada nadia yang masih membereskan tempat tidur.


"Iya.. kak albi sebaiknya mandi dulu deh."ucap Nadia


"emmm.. oke tapi kamu tungguin aku ya"ujar albi


"Iya"jawab nadia singkat.


Albi pun berlalu pergi masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Sedangkan nadia setelah  selesai merapikan tempat tidurnya.


Nadia yang sudah mengganti baju santainya tadi dengan gamis kini beralih ke meja rias untuk memakai jilbab nya,setelah itu sambil menunggu nunggu albi yang sedang mandi, Nadia pun beranjak dari duduknya dan kemudian dia menghampiri lemari baju kemudian nadia  menyiapkan pakaian untuk suaminya dan lalu meletakkannya di atas kasur.


Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka keluarlah albi yang baru saja selesai mandi dengan rambut yang basah dan menitikkan air jugan badan yang masih ada bulir bulir airnya sehingga albi terlihat sangat seksi dan albi hanya memakai handuk putih yang di lilitkan di pinggangnya, dan membiarkan badannya terekspos sehingga memperlihatkan dada bidangnya dan kulit putih nya, nadia yang melihat itu tiba tiba saja wajah nya berubah menjadi merona padahal itu bukan kali pertama melihat albi seperti itu tapi tetap saja nadia belum terbiasa.


Albi pun langsung menghampiri nadia yang berdiri di samping tempat tidurnya,


Albi pun menyambut pakaian yang di berikan nadia kepadanya kali ini tanpa bertanya tentang CD nya, karna albi sudah tahu pasti nadia sudah mengambilkannya dan juga sudah terbiasa dengan rutinitasnya menyiapkan pakaian untuk albi.


Albi pun membawa pakaian itu dan memakainya di ruang ganti .


Setelah itu dia keluar dari ruangan itu dengan sudah memakai pakaiannya, kini albi beralih ke meja riasa istrinya untuk mengambil sisir rambut, lalu mulai menyisir rambut nya, tapi dari tadi nadia terus memperhatikan albi yang sedang menyisir rambutnya.


"kenapa rambut kak albi masih terus menitikkan air, kalau terus begitu nanti bajunya akan basah dan tidak nyaman ketika di pakai" gumam nadia dalam hati.


kemudian nadia mengambil handuk kecil yang ada di dalam laci lemarinya, lalu berjalan menghampiri albi yang sedang menyisir rambutnya.


"kak albi ayo duduk sebentar"suruh nadia yang sudah ada di samping albi dan menyuruh nya untuk duduk di kursi meja rias itu.


"untuk apa duduk"tanya albi.


"sudahlah kak.. duduk aja" suruh nadia lagi sambil menggandeng tangan albi dan mendudukannya di kursi itu.


Albi pun sekarang sudah duduk sambil membelakangi meja rias dan kini albi menghadap kan badan nya ke arah nadia.


Lalu nadia mulai mengangkat handuk yang di ambilnya tadi, dan meletakkan nya di atas kepala albi yang masih menitikkan air itu.


Lalu mulai menggosok gosok kan handuk itu ke rambut albi agar rambut yang basah itu bisa kering sedikit dan tidak menitikkan air lagi.


" Kamu ngapain sih nad.. aku kan baru nyisir rambut, kalo kaya gini kan jadi acak acakan rambutnya" kata albi


"rambut kak albi masih basah dan terus menitikkan air nanti baju kak albi basah" jawab nadia yang masih menggosok gosokan handuk di kepala suaminya itu.


Albi pun hanya pasrah membiarkan nadia melakukan apa pun kepadanya.


setelah di rasa rambut albi sidah tidak menitikkan air lagi, nadia pun meletakkan handuk itu di bahunya, kemudian nadia mengambil sisir yang di letakkan suaminya tadi di atas meja.


kemudian nadia mulai menyisirkan rambut albi sampai rapi. Albi yang melihat perilaku nadia padanya hanya tersenyum bahagia.


"Nah... sudah, coba kak albi lihat ke cermin deh rapi ngga "kata nadia yang sudah selesai dangan pekerjaan nya tadi.


albi pun membalikkan badan nya dan melihat ke cermin.


"Ini sih lebih rapi dari pada aku sendiri yang menyisir"ujar albi.


"Ah ngga itu sama aja " ucap nadia


"Ngga ini lebih rapi loh.. "ujar albi, nadia pun hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.


.


.


.