LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab89



Keyla saat ini sedang menangis di kamar penginapannya. Sedari pagi ia belum memasukkan apapun ke dalam perutnya. Ibunya sudah membujuk Keyla agar putrinya mau makan.


"Keyla, makan dulu sesuap saja," ucap Sofia menyodorkan sesendok bubur pada Keyla yang tengah terduduk di atas kasur.


"Gak mau ma, Keyla gak mau makan, Keyla cuman mau ketemu Gempara, Keyla khawatir dengan keadaan Gempara, Keyla tidak tahu apa Gempara sudah makan apa belum, kalau Gempara kenapa-napa Keyla gak bakal maafin diri Keyla," Ucap Keyla di sela-sela isak tangisnya yang terdengar pilu.


Sofia menaruh kembali sendok itu ke mangkuk yang berisi bubur.


"Sayang percaya sama mama, Gempara baik-baik saja di luar sana, kamu harus makan supaya kamu ada tenaga buat nyari Gempara, " kata Sofia berusaha meyakinkan Keyla.


"Keyla gak becus jagain Gempara, Keyla ibu yang buruk buat Gempara. Lebih baik Keyla pergi susul Gempara, dia pasti udah nungguin Keyla, kasian dia sendirian," kata Keyla yang berpikir ingin mengakhiri hidupnya, supaya bisa bertemu kembali dengan anaknya di akhirat. Keyla benar-benar sudah putus asa sekarang karena mengetahui bahwa Gempara telah di buang ke sungai dengan keadaan terluka.


"Key, Gempara pasti bakal di temukan dengan keadaan baik-baik saja, kamu gak boleh ngomong gitu," Sofia sangat sedih melihat keadaan putrinya.


"Orang itu sudah melukai Gempara, gak mungkin Gempara bisa bertahan dengan luka sayatan itu," Keyla tak bisa memungkiri bahwa Gempara tidak mungkin bertahan hidup dengan luka yang di berikan oleh orang misterius itu.


"Foto itu palsu Key, orang misterius itu tidak mungkin melukai Gempara, dia juga tidak membuang Gempara ke sungai, darah yang ada di robekan baju Gempara saja darah hewan, jadi tidak mungkin dia berbuat sekeji itu pada anak kecil seperti Gempara," Sofia sekali lagi meyakinkan anaknya. Awalnya Sofia juga percaya bahwa Gempara telah di lukai oleh orang misterius itu. Tapi setelah mendapat kiriman pesan itu, Sofia jadi yakin kalau Gempara tidaklah terluka. Ya, Sofia dan Dana tadi pagi mendapatkan pesan dari sosok misterius yang di duga adalah Sagita. Anak perempuan yang dulu pernah suaminya buang di hutan, tempat yang sama persis saat Gempara terbaring di foto itu.


"Kenapa orang misterius itu mempermainkan perasaan Keyla, apa mau dia?" Keyla bertanya-tanya.


"Mama gak tau Key, apa maunya orang itu, yang pasti kita harus kuat untuk menghadapinya, kita harus mencari dan menangkapnya, pasti ada jejak yang bisa membawa kita menemukannya," ucap Sofia yang tak bisa memberi tahu Keyla apa yang sebenarnya di inginkan oleh sosok misterius itu.


•••


"Pa, apa sebaiknya kita turuti apa yang di minta sosok misterius itu, kasihan Keyla, sekarang dia semakin terpuruk karena Gempara tak kunjung di temukan," ucap Sofia pada suaminya yang sedang menatap layar ponsel. Setelah dari kamar Keyla, Sofia langsung menemui suaminya di kamar penginapan mereka.


"Kalau kita mengaku kita bakal hancur, perusahaan yang papa rintis bakalan bangkrut Ma dan Keyla bakal kecewa sama kita begitu tahu masa lalu kita," ucap Dana tak ingin mengambil resiko. Ia tidak mau perusahaan yang akan di wariskannya pada Keyla hancur.


"Tapi Keyla bakal lebih kecewa lagi kalau Gempara kenapa-napa dan saat dia mengetahui penyebab orang misterius itu menculik Gempara, Keyla bakalan benci sama kita, apa itu yang papa mau?" Tanya Sofia. Sekarang keadaan semakin rumit, Sofia tak ingin melakukan kesalahan lagi. Ia tak mau kehilangan cucunya karena perbuatannya di masa lalu.


"Papa gak ingin itu terjadi, makanya sekarang papa tengah berusaha untuk menemukan Gempara," Dana tak sedang berdiam diri. Ia tengah mengontak beberapa orang yang ahli dalam melacak jejak pelaku.


"Anak buah yang papa kerahkan untuk mencari Gempara belum memberi kabar apapun, Mama takut, waktu kita gak banyak," ucap Sofia was-was.


"Papa ini, di situasi genting aja masih tenang, gimana sih, ini cucu kita loh, pa, yang di culik," protes Sofia karena suaminya sangat tenang seperti tidak terjadi sesuatu.


"Kalau kita panik, papa gak bisa berfikir, ma, tenang adalah solusinya," Dana hanya menyembunyikan ke khawatirannya agar tidak membuat istrinya semakin cemas memikirkan Gempara dan keinginan orang itu.


"Terserah papa deh, mama mau nemenin Keyla lagi," Sofia beranjak dan pergi ke luar untuk menemui Keyla lagi. Sofia tak bisa meninggalkan Keyla sendirian karena Keyla butuh di temani.


•••


Saat ini Keyla tengah berada di restoran yang ada di area penginapan. Ia disana bersama dengan Raka, Edwin dan Gino, yang tengah makan siang.


"Gimana, kalian nemuin sesuatu?" Tanya Keyla berharap ia mendapat kabar baik dari mereka.


"Kita gak nemuin apa-apa Key, selain surat dan sobekan baju yang kita temukan kemarin," jawab Raka. Sebenarnya kemarin itu, Raka tak ingin memberi tahu masalah surat dan sobekan baju Gempara yang mereka temukan. Namun, Gino keceplosan, jadi mau tak mau Raka memberi tahu Keyla. Dan seketika itu juga Keyla syok dan pingsan.


Dan setelah sadar, Keyla jadi percaya kalau Gempara memanglah di culik dan bukan tersesat. Keyla pun tidak jadi pulang ke Jakarta dan memutuskan untuk mencari Gempara di sungai itu. Namun, saat tengah malam tiba, mereka belum menemukan tanda-tanda keberadaan Gempara. Akhirnya mereka kembali ke penginapan untuk istirahat dan membiarkan anak buah Dana untuk tetap mencari Gempara. Tapi hingga siang ini, mereka belum menemukan Gempara sama sekali.


"Sekarang kita harus gimana, kita nyari Gempara kemana lagi, apa orang misterius itu tidak membawa Gempara kehutan itu, Mama bilang foto itu editan," ucap Keyla mengingat ucapan Mamanya yang bilang bahwa foto itu editan.


"Soal foto itu, sepertinya memang benar jika Gempara di bawa ke hutan dan di baringkan di sana, tapi untuk luka yang ada di tubuh Gempara, aku ragu," ujar Raka, setelah mengamati foto dan video itu, memang benar Gempara di bawa ke hutan itu dan di baringkan di sana. Namun, Raka menyadari sesuatu dari video itu, bahwa luka di tubuh Gempara tidaklah nyata, tapi Raka tidak tahu luka itu editan atau bukan karena tidak di temukan jejak pengeditannya. Video itu real tanpa editan.


"Aku juga sama, jika di lihat-lihat lagi, luka itu seperti lukisan, dulu temen SMA aku pernah bikin lukisan luka di tubuhnya, buat adu domba dua geng motor, dia bilang abis di pukuli terus pipinya di sayat pisau, dia motoin dirinya yang lagi di rumah sakit terus di kirimin ke teman geng motornya, kan si ketua gak terima tuh anggotanya di gituin langsung baku hantamlah mereka, eh gak lama ketahuan kalau ternyata mereka di adu domba dan luka-luka yang di tunjukkan di foto itu adalah luka hasil melukis, terus..." ucap Gino panjang lebar menjelaskan kejadian yang pernah terjadi pada jaman sekolahnya.


"Sst, cerita kamu kepanjangan," kata Edwin seraya menutup mulut Gino dengan tangannya, membuat Gino berhenti bercerita.


"Kan siapa tahu aja ada yang terinspirasi bikin cerita kayak gitu, ya kan, thor," kata Gino melirik ke arah belakang Edwin yang duduk di sampingnya.


"Ngomong sama siapa, sih?" Tanya Edwin heran karena tidak ada siapa-siapa di arah yang di lihat oleh Gino.


"Ada deh,"