LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
Bab49



"Ganti pose," ucap seorang fotografer yang mengintruksi Keyla.


Keyla dengan lihai menggerakkan badannya mengganti pose sesuai instruksi sang fotografer, sudah dua jam lamanya ia menjalani pemotretan yang seharusnya Alisya yang melakukan.


"Next," ucapnya lagi.


"Oke good job" ucapnya seraya membidik pose-pose Keyla yang terlihat memuaskan di matanya.


"Berapa lama lagi?" Tanya Keyla seraya membenarkan atribut yang menempel pada badannya.


"Satu pose lagi udah kelar," jawab fotografer yang di angguki Keyla. Keyla bersiap untuk pose selanjutnya.


Ckrek


"Oke udah selesai kamu bisa istirahat," ucapnya. Keyla mengangguk.


Keyla melangkahkan kakinya menuju kursi yang sengaja disediakan untuk dirinya, pemotretan kali ini sungguh melelahkan karena Keyla di haruskan berganti pose selama dua jam belum lagi ia harus gonta-ganti baju.


"Vit bisa bantuin saya copotin ini?" Ucap Keyla kepada Vita salah satu staff di sini.


"Ini saya emang mau copotin," ucapnya mendekat ke arah Keyla dan melepas satu persatu hiasan yang ada di rambut Keyla.


"Kak Rahma belum dateng ya?" Tanya Keyla karena belum melihat Rahma.


"Udah, dia di depan kak," ucap Vita, Keyla mengangguk sebagai respon.


"Jadwal saya sudah clear semua?" Tanya Keyla.


"Udah kak," jawab Vita.


"Eh kak denger-denger kakak udah nikah ya?" Tanya Vita, Keyla mengerutkan dahinya.


"Udah sih, muka saya keliatan masih jomblo kan," ucap Keyla terkekeh.


"Pede banget kak," ucap Vita ikut tertawa.


"udah belum sih pusing kepala saya, berat banget ni atribut," ujar Keyla mengeluh.


"Oke udah," jawab Vita seraya memasukkan beberapa atribut Keyla ke dalam koper besar.


"Thanks Vit," ucap Keyla seraya beranjak dari tempatnya.


Keyla berjalan keluar dari tempat pemotretan.


"Key, kamu keruangan saya ya, ada yang mau saya kasih," ucap Rahma yang memang berpapasan dengan Keyla.


"Langsung kesana nih?" Tanya Keyla.


"Iya masuk aja saya keluar bentar," ucap Rahma yang di angguki Keyla.


Keyla akhirnya pergi ke ruangan Rahma dan menunggunya di sana. Sambil menunggu Rahma, Keyla lebih memilih mengeluarkan hpnya.


Keyla mengerutkan dahinya Edwin dari kemarin hpnya tidak aktif bahkan terkahir dilihat pukul sebelas malam.


"Apa Edwin beneran mau pulang?" Tanya Keyla kepada dirinya sendiri.


Keyla menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Edwin akan pulang. Jelas-jelas dia sangat sibuk disana mungkin perkataannya kemarin, Edwin menyuruh Keyla menunggu itu untuk satu bulan kedepan.


Cklek


Pintu ruangan di buka memperlihatkan Rahma yang membawa dua minuman di tangannya.


"Tar malem kantor kita ada acara," ucap Rahma seraya meletakkan minuman itu di depan Keyla.


"Acara apa kak aku kok ngga tau?" Tanya Keyla kenapa ia baru tahu sekarang.


"Kamu terlalu sibuk Key, sampai saya bingung gimana cara ketemu sama kamu," ucap Rahma membuat Keyla terkekeh.


"Acara apa kak?"


"Pesta," jawab Rahma.


"Aku di undang nih kak ceritanya," ucap Keyla.


"Jelas key, kamu harus datang awas kalau nggak datang," ucap Rahma seperti sebuah ancaman.


"Oke seperti yang kakak mau aku pasti datang" ucap Keyla terkekeh pelan.


"Udah gitu aja sih, kalau kamu mau pulang gak papa," ucap Rahma.


Keyla mengangguk, ia segera berdiri dari tempatnya. Memang sedari tadi Keyla ingin pulang karena badannya sudah mulai lelah. Perlu di istirahatkan.


"Nih bawa saya beliin bukan buat pajangan Key," ujar Rahma memberikan minuman kepada Keyla yang lalu tertawa.


"Oke kak thanks coffee nya," ujar Keyla yang di angguki Rahma, setelah itu Keyla melenggang pergi dari ruangan Rahma.


Keyla menuju mobilnya, ia memasang seatbelt di tubuhnya, sebelum menyalakan mobilnya Keyla memilih untuk meminum coffe yang di berikan oleh Rahma, tapi kegiatan meminumnya terhenti.


"Minum coffee boleh gak si kalau lagi hamil," gumam Keyla.


Karena ragu dan takut terjadi sesuatu pada Dede bayinya Keyla memilih meletakkan saja minumannya.


Keyla segera menyalakan mobilnya dan menjalankannya.


Jakarta sangat macet, di tambah lagi sekarang sedang panas terik membuat Keyla gerah di dalam mobil, meskipun AC sudah kencang tapi Keyla masih kepanasan.


"Gila kenapa macet banget," dumel Keyla seraya menatap jalanan sekitarnya yang memang sangat macet.


Keyla dengan sabarnya menunggu, bisa-bisa dia sampai di rumah pukul dua siang jika keadaannya macet seperti ini. Dari pada Keyla pusing lebih baik ia menyalakan music Mozart yang sangat cocok untuk ibu hamil. Musik mengalun indah di telinganya membuat Keyla tenang. Tidak lama Keyla sedikit bernafas lega karena jalanan di depannya sudah mulai longgar dan mobilnya bisa berjalan kembali.


Satu jam kemudian setelah terjebak dalam kemacetan akhirnya Keyla sampai di rumah. Mobilnya sudah terparkir rapi di garasi, Keyla turun dari mobil ia berjalan ke dalam rumahnya, tujuan utama Keyla adalah dapur karena perutnya sudah lapar.


Jujur Keyla tidak bisa mengatur pola makannya yang cenderung berantakan itu. Keyla menghela nafasnya pelan seharusnya ia tidak boleh seperti itu mengingat di dalam perutnya sekarang ada nyawa yang harus dia jaga.


Ia memakannya dengan tenang.


"Sepi banget di rumah, mama jadi kangen papa kamu de," ucap Keyla seraya memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.


Keyla memilih meneruskan makanannya meskipun sedikit tidak selera. Jujur ia ingin memeluk Edwin sekarang dan seharian full bersamanya di rumah, tapi dia bisa apa-apa keduanya sama-sama sibuk. Edwin sibuk kerja begitu juga dengan Keyla.


Keyla menyudahi makannya ia meletakkan piring di wastafel dan mencucinya. Setelah itu dia pergi ke kamar untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.


Keyla melirik jam dinding yang menunjukkan pukul satu siang, dan cuaca sangat panas-panasnya sekarang, sepertinya Keyla akan tidur siang saja tentunya setelah ia membersihkan badannya.


Keyla mengambil pakaian ganti dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian.


Keyla sudah siap dengan pakaian santainya, ia berjalan ke arah ranjang dan menidurkan badannya. Awalnya Keyla ingin tidur siang tapi matanya tidak bisa terpejam lebih tepat nya dia tidak mengantuk.


Keyla mengganti posisinya menjadi terlentang.


Ting.


Sebuah notifikasi di hpnya berbunyi, dengan malas Keyla mengangkat badannya dan berjalan mengambil hpnya Yang ada di dalam tas.


Keyla mengecek notifikasinya.


"Bunda," gumam Keyla seraya membuka chat dari ibu mertuanya itu.


Bunda Lena: Key kamu di rumah kan bunda otw nih ke rumah.


Keyla segera membalas pesannya.


Keyla: Iya Bun aku dirumah kok 


Setelah membalas pesan dari bundanya, Keyla memilih keluar kamar, ia menunggu Lena saja di ruang tamu dari pada di dalam kamar Keyla karena itu akan membuatnya merasa bosan.


Saat di ruang tamupun Keyla merasa jenuh. Ia harus memiliki aktivitas yang bisa menghibur dirinya. Tiba-tiba Keyla teringat Hana yang suka senyum-senyum sendiri ketika melihat hp. Keyla segera membuka hpnya lalu melihat-lihat video yang sering di tonton Hana.


Keyla, mengklik video musik itu dan mendengarkan lagu yang Keyla tidak tahu artinya, tapi musiknya membuat Keyla mengangguk anggukan kepala mengikuti ketukan dan ia sedikit bersenandung.


Tidak lama kemudian sebuah mobil terdengar tengah memasuki halaman rumahnya. Keyla menghentikan aktivasnya dan langsung bergegas untuk membuka pintu rumahnya.


Terlihat Lena turun dari mobilnya. Keyla tersenyum saat menatap Lena berjalan ke arahnya.


"Apa kabar Bun?" Tanya Keyla seraya memeluk Lena.


"Baik Key kamu sendiri gimana?" Tanya Lena.


"Baik kok Bun," jawab Keyla tersenyum.


"Bun masuk yuk aku buatin minum," ucap Keyla yang diangguki Lena.


Keyla meninggalkan Lena di ruang tamu ia segera membuatkan jus buah mangga untuk ibu mertuanya.


"Bunda bawain kamu brownis," ucap Lena seraya meletakkan paper bag di meja makan Keyla.


"Makasih Bun, bunda buat sendiri?" Tanya Keyla seraya mengupas mangga yang ada di tangannya.


"Iya bunda sengaja buatin buat kamu," ucap Lena, Keyla tersenyum ia segera menyelesaikan pekerjaannya.


"Bunda suka jus mangga kan?" Tanya Keyla seraya meletakkan jus mangga yang sudah jadi di depan Lena.


"Suka, apa lagi cuaca lagi panas banget kayak gini," tutur Lena sambil mengipaskan tangannya.


"Bun jusnya aku bawa ke depan aja ya kita ngobrol di depan, disini panas," ucap Keyla yang di angguki Lena, setelah itu keduanya meninggalkan dapur.


Keyla dan Lena berbincang bincang kecil sesekali mereka tertawa karena obrolan keduanya. Keyla merasa jika Lena sangat cocok dengannya apalagi topik pembicaraannya tidak membosankan. Keyla sangat beruntung mendapat ibu mertua yang penyabar seperti Lena, bahkan Keyla merasa jika Lena bukan ibu mertuanya melainkan seperti ibu kandungnya.


"Key, belum ada kabar baik?" Tanya Lena.


Keyla mengerutkan dahinya.


"Kabar baik apa Bun?" Tanya Keyla yang sedikit Lola.


"Bunda pengen banget punya cucu," ucap Lena, Keyla menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Bun sebenarnya aku hamil,"


"Apaaa!!" Kejut Lena.


"Bun maaf ya baru ngasih tau sekarang," ucap Keyla merasa bersalah.


"Kamu lagi hamil? Seriusan?" Tanya Lena mendadak menjadi antusias. Keyla menganggukkan kepalanya pelan.


"Bunda seneng banget astagaa," ucap Lena memeluk Keyla. Keyla terkekeh.


"Apalagi Keyla, Bun." ucap Keyla membalas pelukan Lena.


"Kalau gitu bunda mau pulang aja deh bunda mau kasih tau papa kamu sekalian bunda mau buat syukuran," ucap Lena masih antusias.


"Bunda jangan pulang dulu dong, aku nggak ada temennya, lho. Bosen di rumah sendirian," rengek Keyla.


"Hahaha iya-iya bunda terlalu antusias sih," Lena terkekeh.


"Edwin udah tau kan, Key?" Tanya Lena, Keyla menganggukkan kepalanya.


Lena tersenyum senang karena sebentar lagi keinginan untuk menggendong bayi mungil akan terwujud.


"Udah berapa Minggu sayang usianya?" Tanya Lena.


"Satu bulan Bun,"