LOVE AFTER MARRIAGE

LOVE AFTER MARRIAGE
29. Bab



Hari sudah berganti hari, minggu sudah berganti minggu dan bulan berganti dengan bulan.


Kini kehidupan rumah tangga nadia dan albi pun diliputi dengan kemesraan.


"Semangat kerjanya sayang jangan lupa makan dan jangan terlalu capek ya" Ucap albi sambil mencium kening nadia dengan sedikit lebih lama.


"Kaka juga semangat yaa.. jangan di paksain kalo emang sudah capek" Jawab nadia sambil memeluk tangan kekar sang suami tak lupa juga habis itu nadia mencium punggung tangan albi, tanda hormatnya pada sang suami.


"Yaudah kaa.. nadia keluar dulu nanti, nadia kabarin yaa kalo kaka jemput nadia" ucapnya sambil membuka pintu mobil.


"Iya sayang nanti di kabarin kok" Sahut albi sambil menggenggam tangan istri nya yang sebelah kanan itu, seakan tak ingin berpisah dengan nadia. Tapi mau tak mau albi pun melepaskan tangan sang istri.


" Baik anak-anak kerjakan tugas yang ibu kasih tadi dengan waktu 20 menit yaa di mulai dari sekarang"


"Baik buuu" Sahut para mirid nadia


...Waktu berlalu begitu cepat sampailah sudah pernikahan nadia dan albi ini di tahun ke 2...


"Sayang ayo bangun.. ini sudah pagi loh betah banget sih tidur" ucap albi di telinga istri nya yang masih terbaring di tempat tidur king size itu. Karna tidak ada sahutan sama sekali albi pun membisikkan sesuatu ke telinga sang istri


"Sayang kayanya punya mas bangun lagi nihh katanya mau nambah lagi, gak cukup yang malam tadi" bisik albi di telinga istrinya, yang sontak membuat nadia terbangun


"Eungggg.. mas ihhh" lenguh nadia karna tangan albi sudah menjalar kesana kemari di balik selimut mereka itu.


Memang malam tadi mereka sudah melakukan percintaan panas 2 ronde dan dibalik selimut outih itu memang mereka tidak semoat memakai pakaian karna saking lelahnya sehingga membuat mereka langsung tertidur malam tadi dan pagi ini albi ingin menambah lagi katanya.


"Massss.. tubuh nadia rasanya sudah remuk ini bekas tadi malam aja belum hilang masa mas mau nambah lagi"


Dan itu sukses membuat mata nadia terbuka, karna tadi ia masih mebutup matanya karna saking ngantuknya, dan setelah tangannya dapat merasakan punya sang suami yang menegang kembali mata nya langsung terbelalak.


"Yaudah mas jajan nih di luar" ancam albi pura pura oada istri nya itu, dan sobtak ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari nadia.


"Gitu yaa sekarang main jajan jajan.. yaudah sana jajan aja nadia ngga ngelarang kok.. tapi nanti punya mas nadia potong dulu pakai kapak"


Dan itu justru membuat albi tertawa terbahak-bahak.


"Mas cuma bercanda kok sayang" ucapnya sambil memeluk istrinya itu yang sedang bersandar pada dinding tempat tidur.


Nadia yang mendapat pelukan dari lelaki yang menikahinya 2 tahun lalu itu pun, membalas pelukan itu.


"Mas"


"Hmm" sahutnya sambil mencium puncak kepala sang istri


"Gimana kalo kita ngangkat anak aja biar bisa cepet punya anak.. kata orang itu bisa buat memancing biar cepet punya anak" Tanya nadia, ya memang selama 2 tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai anak , padahal mereka berdua sama-sama subur tapi mungkin belum rezekinya. Dan perjalana mereka selama 2 tahun untuk mempunyai anak pun tidak lepas dari treatment- treatment yang membantdan itu pun tidak lepas juga dari ejekan orang-orang yang mengatakan bahwa sang istri mandul lah bahkan dirinya katanya yang mandul tapi jika memang belum saat nya mau bagaimana.


.


.


.


.