
Albi masih terduduk di kasur, iya masih memikirkan ucapan Nadia barusan, yang bilang kalo dia masih belum siap.
Sebenarnya Albi sudah menduga ini kalo istrinya pasti belum siap untuk melakukannya, ini semua gara gara dia yang terbawa suasan, di tambah adik kecilnya yang mulai bangun membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
Akhir nya Albi pun mencoba menenangkan pikirannya agar lebih rileks dan tenang supaya hawa tubuh nya yang tadi memanas bisa reda.
Setelah beberapa menit iya mencoba menenangkan pikirannya akhirnya hawa panas itu dan juga adik kecilnya mulai reda tidak meronta ronta lagi.
"Flashback ON"
nadia pun masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung mengunci pintunya.
"apa aku tadi salah, sudah menolak keinginan kak albi.. itu ku lakukan karna aku belum siap, tapi jika aku terus seperti ini aku akan membuat kak albi tersiksa.. sebagai laki laki yang normal wajar saja jika kak albi, menginginkan hasrat birahi nya tersalurkan, apa lagi aku sekarang istrinya, kak albi memiliki hak penuh atas diriku. "
Nadia pun memutuskan untuk mencuci muka nya agar lebih segar, dan iya pun akhir nya keluar dari kamar mandi.
Flashback OFF
ceklek
Nadia keluar dari kamar mandi, ketika itu Albi sedang duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan HP nya, ketika iya sedang asik memainkan HP nya, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan Albi langsung mengarahkan pandangan nya ke orang Yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.
Di lihatnya Nadia keluar dan iya berjalan mendekati Albi yang sedang duduk di kasur, Albi pun meletakkan HP yang sedang di pegang nya ke atas nakas.
Nadia pun duduk di sebelah Albi dan memulai pembicaraan.
"kak.. "
" Iya, ada apa.. "
" pasti kakak marah ya, sama Nadia"
"sudahlah, gak usah di bahas lagi"
"tapi... kak.. "
"udahlah nad.. aku tau kamu belum, dan aku akan menunggumu sampai kamu siap. " ucap Albi sambil memegang kedua tangan Nadia.
Nadia yang mendengar ucapan Albi tadi pun langsung merasa senang, dan juga perasaan nya jadi agak sedikit lebih tenang, karna ternyata Albi mau mengerti dan memaklumi nya .,
"Tapi untuk mencium dan memelukmu bolehkan" tanya Albi
Nadia hanya menganggukkan kepala, tanda memperbolehkan ucapan albi tadi.
"terimakasih" ucap Albi.
**Tiba-Tiba terdengar suara pintu yang di ketuk
Tok
Tok
Tok
Nadia pun berjalan untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya itu.
ceklek
"eh mamah, ada apa mah" tanya nadia pada ibu nya, yang mengetuk pintu tadi adalah bu nisa, ibu dari Nadia
"Mamah ganggu ya.. "ucap bu nisa
"engga kok mah"jawabnya
"Yaudah ayo sekarang turun, kita makan Siang bersama, mamah udah masak banyak loh hari ini "seru bu nisa
"Oke mah... kalo gitu aku panggil kak Albi dulu, mamah duluan aja nanti kita nyusul kok" jawab Nadia pada ibunya.
"Yaudah mamah duluan yah" ucap bu nisa seraya berjalan pergi meninggalkan kamar anaknya**.
Nadia pun menutup pintu kamar nya lagi, setelah selesai bicara dengan ibunya, lalu iya kembali menghampiri Albi yang masih terduduk di tepi tempat tidur.
" Siapa? Mamah ya? " tanya albi ketika Nadia menghampirinya.
"Iya, ayo kak sekarang kita turun kebawah mamah menyuruh kita makan siang bersama" ajak Nadia
"ya udah ayo.. " ucap Albi seraya berdiri dari duduk ny.
"Sebentar kak, Nadia mau makai kerudung dulu" ucap Nadia lalu iya berjalan ke arah lemari untuk mengambil kerudungnya.
"Ayo"ajak Nadia setelah memakai kerudung.
Mereka pun berjalan keluar kamar bersama, yang di dahului Nadia di depan dan di iringi Albi di belakangnya.
Sesampainya ruang makan, mereka duduk bersebelahan, Yang disana sebelumnya sudah Ada papahnya, mamah nya, dan kakak laki laki Nadia juga kakak ipar nya juga anak perempuan mereka yang berusia 3 tahun, dan satu lagi adik perempuan Nadia.
Sekarang di sana sudah terkumpul semua anggota keluarga, dan juga di tambah Nadia dan Albi, merek pun menyambut kedatangan Nadia dan Albi ketika mereka mendatangi meja makan.
" Auntyyy "teriak Sena,seraya berlari ke arah Nadia yang baru datang dan Nadia pun memeluknya dan juga menggendong nya, sena adalah anak dari kakaknya Nadia.
"Sena sayang, kok datang gak bilang bilang aunty sih"tanya Nadia pada sena
"kata ayah, sena gak boleh bilang bilang aunty dulu.. bial nanti suplise" ucap Sena dengan nada bicara anak anak seumuran nya.
"Ini pasti Uncle Albi kan "tanya sena pada nadia, yang di angguki sena.
"Sena mau di gendong uncle... "pinta sena pada Albi.
"yaudah ayo.. sini uncle gendong"nadia pun menyerahkan sena.
"Sena cantik banget sih uncle jadi gemes deh"ucap Albi ketika menggendong sena.
"makacih uncle"jawab sena
"yaudah yaudah ayo sekarang kita makan"ajak pak fahri
albi pun menyerah kn sena pada orang tua nya dan iya duduk di kursi sebelah nadia.
Anggota keluarganya pun tahu kalau itu akan jadi rutinitas Nadia sekarang sebagai seorang istri.
Suasana Makan siang pun penuh dengan obrolan obrolan ringan dan juga candaan di sela sela makan mereka.
" papah kok tumben udah pulang siang siang begini"tanya Nadia di sela makan mereka
"jelas lah papah pulang cepet, nanti sore kan kakak mau berangkat kerumah mertua kakak, aku juga untung tadi ada rapat para guru jadi cepet deh pulang sekolahnya, "ucap Nabila adik perempuan Nadia.
"kak Nando juga pulang kesini jauh jauh cuma mau ketemu nadia sebelum pergi kerumah kak albi juga" tanya nadia pada kakaknya
"Kakak sih habis selesai acara pernikahan kamu nginep disini gak pulang kerumah,ya tentu lah kakak mau melihat kamu sebelum kamu meninggalkan rumah ini" jawab nando
"Nadia jadi terharu "ucapq nadia
"oh iya, nak Albi bagaimana pekerjaanmu"tanya pak fahri
"selama aku cuti ini sih.. pekerjaan di tangani haikal adik laki laki ku pah" ujar nya sambil mengunyah makanan dalam mulut ny.
dan masih banyak obrolan obrolan mereka di sela makan mereka. setelah selesai makan, mereka semua pun berkumpul di ruang keluarga untuk bersantai sambil bercengkrama.
"kakak ipar, apa kalian sudah melakukannya"tanya Nabila tiba tiba tentu saja orang di sekitar mereka yng mendengar ucapan itu kaget, dan Nadia yang duduk di sebelah Nabila pun langsung mencubit lengan adiknya itu.
"aaauww.. sakit tau kak"ringis Nabila sambil mengelus tangannya
"Nabila kamu gak boleh dong nanya nanya begitu"ucap pak fahri
"iya ada anak di bawah umur nih yang mendengarnya"ucap Rina istri dari nando.
"iya iya.. maaf"ucap nabila
"rencana nya jam berapa nak kalian mau pergi"tanya bu nisa pada nadia dan albi
"habis asar mah rencana nya"jawab albi
"mamah berharap kamu bisa menjaga Nadia dan melindunginya "pinta bu nisa
"tentu mah itu pasti"jawab albi
"Nanti sering sering ya main kesini, pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian"ucap pak fahri
"nad jangan nyusahin suami mu ya"ucap nando
"iya kak. "
tidak tersa waktu kepergian nadia kerumah mertuanya pun tiba, nadia sudah menyiapkan semua keperluan nya dan semua barang nya pun iya bawa.
ketika hendak pergi.
"kak, nanti aku bakal kangen banget lo sama kamu, harus sering sering nginep disini ya"kata nabila sambil memeluk nadia.
"ih tumben banget bilang kangen,iya iya asal kak albi ngizinin nginep aja"ucap nadia yang masih berpelukan dengan adiknya
"ya kangen lah orang kita gak serumah lagi.. hiks.. hiks.. hiks"ucap nya sambil mengeluarkan kan air mata dan melepaskan pelukan mereka.
"Tenang aja, Nanti kalo sempat seminggu sekali kami kesini kok"ujar albi kepada adik ipar nya
"bener ya.. awas bohong"ucap nabila yang sudah berhenti nangis sambil menatap nadia dan albi, dan di angguki keduanya.
"mah pah, albi pamit ya"ucap nya
"nak, sekarang nadia papah serahkan kepada kamu, papah harap kamu dan nadia bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan kalian masing masing" ujar pak fahri
"nad.. sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, kamu harus melayani suami kamu dan menuruti apa pun permintaan nya karna itu sekarang adalah kewajiban kamu"ujar bu nisa.
"ingat nad.. kamu gak boleh menolak apa pun perintah suami mu"sambung nya lagi
Dan nadia hanya bisa mengangguk, rasa nya berat untuk nadia meninggalkan keluarga nya tapi apa daya, iya harus ikut suaminya kemana pun suami nya pergi, ingin rasa nya iya menangis tapi iya menahannya karna tidak mau keluarganya melihat nya menangis karna itu akan membuat keluarga nya semakin berat nanti berpisah dengannya.
setelah berpamitan dengan semua orang mereka pun pergi dari rumah itu mengarahkan mobil yang di kendarai albi ke jalan Raya menuju rumah orangtua albi.
Di dalam mobil Nadia terlihat melamun mengarahkan pandangannya ke jendela mobil melihat jalanan dari dalam.
sedari tadi albi terus sekali kali mengalih kan pandangan nya kepada istrinya.
dan iya berinisiatif menggenggam tangan istrinya itu agar iya merasa lebih tenang, di saat albi menggemgam tangan istri nya dengan satu tangan yang masih memegang kemudi,
akhirnya nadia tersadar dari lamunannya
iya melihat tangan albi menggenggam tangan nya lalu iya tersenyum ke arah albi, albi yang melihat nadia tersenyum juga ikut membalas senyuman..
mereka akhirnya sampai di kediaman albi rumah yang mewah itu terlihat bak istana .mereka pun masuk dan turun dari mobil.
Ketika Di dalam rumah mereka du sambut dengan hangat oleh keluarga albi.
"eh..anak anak mamah sudah datang kapan sampainya nak"kata bu nita sambil cepika cepiki dengan anak nya dan juga memeluknya.
"Baru saja mah"jawab albi
"Nak mama seneng deh kamu akhirnya menikah dengan albi"ucap bu nita kepada nadia, nadia hanya bisa ternyesum mendengar perkataan mertuanya.
"terimakasih ma, mama sudah mau menerima nadia sebagai menantu di keluarga ini"kata nadia yang tangannya masih di genggam oleh bu nita.
"yah.. bagaimana pekerjaan ayah"sapa albi kepada ayah ny sambil memeluknya.
"semua baik, tidak ada kendala apa pun"jawab ayah nya sambil melepaskan pelukan anaknya dan berjalan menghampiri nadia dan istrinya.
"nak, akhirnya kamu sekarang menikah dengan albi ayah senang akhirnya ayah sekarang punya satu orang Putri lagi"ucap pak harry sambil memeluk nadia
"nadia juga senang bisa punya ayah sebagai orang tua nadia"seru nadia sambil tersenyum
"ya sudah kalian sepertinya lelah sekarang albi ajak lah istrimu istirahat"ucap pak harry
"iya ayah, kami pamot ke kamar dulu ya" pamit albi seraya mebggandebg tangan istrinya.
"ayah, mama, kami ke kamar dulu ya"pamit nadia mereka pun berlalu pergi ke kamar albi meninggalkan orang tuanya di ruang tamu.