
kini albi dan nadia pun turun kebawah, dan ketika mereka turun alya dan haikal langsung menyambutnya.
"akhirnya turun juga.. lama banget sih di kamarnya hampir aja kami mau pulang ini"ujar haikal
"Iya.. maaf ya kalian jadi nunggu lama, tadi kak albi mandi dulu' ucap nadia.
"ngga papa kok kak santai aja.. "ucap alya yang duduk di ruang tamu itu.
"Ya udah kita makan dulu yuk nad "ajak albi kemudian albi dan nadia berlalu pergi ke meja makan meninggalkan alya dan haikal di ruang tamu.
Albi dan nadia pun langsung memakan makanan yang di bawa alya dan haikal tadi dengan lahap dan tidak ada pembicaraan di antara mereka ketika sedang makan karna terlalu fokus dengan makanan yang begitu enak itu.
selesai makan albi dn nadia menghampiri alya dan haikal yang sedang duduk di ruang tamu sambil membawakan minuman dan camilan untuk mereka.
Di ruang tamu.
Nadia meletakkan minuman dan camilan yang di bawanya dengan nampan itu ke atas meja. lalu dia menduduki kan tubuhnya di sebelah albi.
"Makasih kak.. jadi repot repot gini nyiapin minum"ucap alya.
"ngga repot kok.. "jawab nadia sambil tersenyum.
"oh iya.. kak albi ayo kita main game aku audah bawa PS tuh"ajak haikal pada albi sambil menunjuk PS nya yang sudah terpasang di TV albi.
"Ya udah ayo.. aku udah lama nih ngga main game"ujar albi seraya berdiri dari duduk nya dan melangkahkan kaki mendekati TV itu.
Albi dan haikal pun kini bermain game di PS itu.. sampai lupa dengan dunia karna saking asiknya.
Sedang kan alya dan nadia masih duduk di sofa sambil bercerita cerita dan makan camilan dan minuman yang di suguhkan tadi.
setelah cukup berceritanya kini mereka memilih memasak makan siang dan langsung pergi kedapur Nadia mulai bergulat dengan bahan bahan makanan dengan alya yang juga ikut membantunya.
sehingga tak terasa azan sholat zuhur pun berkumandang menandakan sudah masuknya waktu sholat itu.
mereka berempat pun menghentikan aktifitasnya dan kini mulai bergantian mengambil air wudhu lalu mereka melaksanakan sholat zuhur berjamaah yang di imami oleh albi.
selesai sholat albi dan haikal melanjutkan lagi aktifitasnya yang terhenti tadi.
Sedangkan nadia dan alya pergi ke dapur untuk menyelesaikan pergulatan mereka yang juga sempat terhenti tadi.
Akhirnya dunia pergulatan memasak dua wanita ini pun selesai juga.
mereka membuat soto Lamongan, perkedel jagung, ayam goreng dan tak lupa sambel nya.
Nadia dan alya pun membawa nya ke meja makan, dan mulai menyiapkan segala sesuatunya, setelah semua sudah siap.
Nadia menyuruh alya untuk memanggil dua laki laki yang sedari tadi main game itu untuk makan siang.
ruang tamu.
"hahaha.. kamu kalah terus tuh kal.. "ujar albi menertawakan haikal yang selalu kalah main game nya.
"ih.. aku sengaja kali kak kalahnya, coba aja kalo aku serius mainnya kakak bakal kalah "ujar haikal tidak mengakui kekalahannya.
"kalo kalah ya kalah aja "ucap albi sambil tertawa.
tiba tiba alya datang ke ruang tamu dan mengajak albi dan haikal, untuk pergi kw ruang makan untuk makan siang.
"kak ayo kita makan siang bareng,kak nadia dan aku sudah masak loh. "ajak alyaΒ sembari duduk di tengah tengah dua kakak laki lakinya itu, tapi ternyata omongannya di kacangi sama albi dan haikal.
"kak.. ayo makan yuk alya udah laper nih"ajak nya lagi, tapi masih di kacangin albi dan haikal yang masih sibuk main game.
"Hallo.... kakak kakak ku denger gak sih dari tadi adiknya ngomong sampai berbusa ini mulut"ujar alya sambil berdiri di depan antara dua kakaknya.
"Ya makan aja sih.. gak usah ganggu orang lagi main gitu dong"seru haikal sambil menyuruh alya minggir karna dia nutupin layar TV nya.
"alya minggir dong kakak gak liat layar nya nih"ucap albi sambil menengadahkan pandangannya ke layar tv yang di tutupi alya.
"Ya makanya ayo "ajak alya lagi, tapi ternyata dia malah di senggol oleh haikal sehingga tubuhnya tidak menutupi layar TV lagi.
Alya yang merasa kesal pun langsung menarik semua kabel TV dan PS itu sehingga tercabut dari colokannya dan seketika saja TV dan PS itu mati, dan permainan pun terhenti.
Tentu saja game yang sedang di mainkan albi dan haikal pun juga jadi terhenti karna ulah alya.
Albi dan haikal pun sama sama berteriak ke pada alya.
" Alyaaaaaaa"teriak keduanya bersamaan seraya berdiri.
"kenapa di matiin sih"seru albi.
"Kamu tau gak itu..aku hampir aja menang"ujar albi
"Ya siapa suruh kalian gak dengerin aku ngomong"jawab alya sambil meletakkan kedua tangannya di atas dada.
Alya yang tahu kalau sekarang dia lagi dalam keadaan darurat segera berteriak menyebutkan nama nadia.
"Kak nadiaaaaa.. " teriak alya yang sudah di rangkul dua kakak laki lakinya itu .
"kenapa sih pake teriak teriak"ujar haikal.
"tolongin alya kak nadiaaa"teriak alya lagi kini kepala nya sudah di jitakin sama albi dan haikal.
nadia yang mendengar ada suara suara yang memanggil nama nya pun langsung mendatangi asal suara itu.
"ada apa alya kok teriak teriak"tanya nadia ketika sudah sampai di ruang tamu.
"Ini kak.. tolongin alya dari dua orang ini"ujar alya yang sekarang pinggangnya malah di gelitikin haikal
"hah emangnya kamu kenapa al"tanya Nadia
"Iya kenapa sih alya ini.. orang mau ngerangkul doang pake teriak segala"ujar albi, yang pura pura baik sama alya.
"Ya udah ayo sekarang kita makan "ajak nadia, mereka semua pun akhirnya pergi ke ruang makan dan duduk di kursi kursi meja makan itu.
alya dan haikal pun langsung mengambil makanan, sedangkan nadia dia mengambilkan makanan dulu untuk suaminya, kemudian setelah itu baru nadia mengambil makanan untuknya.
"so sweet banget sih kak nadia"ucap alya sambil tersenyum.
"Pengantin baru al, masih anget anget nya"ujar haikal sambil mengunyah makanan nya.
" wih... masakan kak nadia enak banget"ujar haikal sembari mengacungkan dua jempolnya.
"Siapa dulu dong.. istri aku"ujar albi
"eh tapi.. alya juga bantuin kak nadia loh tadi"seru alya.
"Kan cuma bantuin.. bukan masaknya"kata haikal.
Alya pun hanya bisa cemberut karna perkataan haikal barusan. sedangkan nadia hanya terus geleng gelang kepala melihat kelakuan kakak beradik ini.
selesai makan seperti biasa albi membersihkan meja sedangkan nadia mencuci piring tapi kali ini alya membantu nadia mencuci piring.
πππππππππππππππ
Setelah menjelang petang haikal dan alya pun berpamitan untuk pulang.
Albi dan Nadia pun mengantarkan mereka sampai ke depan rumah.
mobil yang di bawa haikal dan alya pun sudah pergi jauh, albi dan nadia masuk kembali ke rumah, nadia langsung pergi masuk ke kamarnya, Albi pun mengikuti dari belakang setelah mengunci pintu.
Di kamar.
Nadia duduk di depan meja rias kemudian melepas jilbab nya dan albi pun menghampiri nadia kemudian memeluknya dari belakang, sambil mencium pipi nadia kemudian meletakkan dagu nya di atas Puncak kepala nadia.
"Kak.. Jangan seperti ini aku merasa tidak enak karna aku berkeringat dan belum mandi pasti bau kan"ujar Nadia
Tapi albi sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.
"Kamu itu selalu Wangi tau"ucap albi jujur, memang nadia selalu menjaga tubuhnya dan dia juga selalu mandi berendam di wewangian sehingga bau harum itu menempel di tubuhnya.
"Kak.. aku mau mandi tolong lepaskan "pinta nadia.
"Kita mandi bareng aja gimana"ajak albi sambil mencium Puncak kepala nadia.
"Apa!!! "ucap Nadia kaget.
"Aku tidak mau"tolak nadia dengan muka yang merona.
"hmm.. ya sudah kita tetap seperti ini saja" kata albi
Nadia pun mulai bingung bagaimana caranya agar dia bisa lepas dari pelukan suaminya itu.
nadia pun berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. dengan tetap di peluk oleh albi.
Nadia menatap albi dengan lekat tapi albi menatap nadia dengan tatapan bingung.
Kemudian Nadia mengeluarkan tatapan paling memelasnya kepada albi berharap albi akan mau melepaskannya.
Albi pun akhirnya luluh ketika melihat tatapan Nadia dia pun melepaskannya.
"Ya sudah pergilah ke kamar mandi sebelum aku berubah pikiran "ucap albi
Nadia pun langsung tersenyum dan langsung mencium pipi albi kemudian berlalu pergi masuk ke kamar mandi.
"Kenapa aku malah membiarkan nadia pergi sih.. cuma karna melihat mata nya"ujar albi tapi albi kemudian tersenyum sambil memegangi pipinya yang tadi di cium nadia.