
setelah membersihkan diri dan sholat magrib berjamaah, tak lupa juga ganti baju.
dia memakai baju lengan panjang berbahan dingin dan celana panjang kemudian menguncir rambutnya.
akhirnya nadia pun keluar dari kamarnya dan mulai membenahi lagi belanjaan yang baru saja di belinya, meletakkan nya pada tempat yang semestinya.
Di dalam kamar
Albi sedang duduk di sofa kamar mereka sambil memangku sebuah laptop dia memeriksa beberapa email email yang masuk dari kantornya.
Di dapur
Sekarang nadia sudah selesai meletakkan semua belanjaan nya ke tempatnya.
Kemudian dia lanjut untuk memasak makan malam untuknya dan Albi,tak lupa dia memasak nasi dulu di rice cooker.
"Sekarang mau masak apa yah" ujarnya sambil melihat lihat isi kulkasnya.
"yang simple aja deh.. ayam masak balado aja lah biar gak ribet" ujarnya sambil mengambil bahan bahan nya.
Nadia mulai dengan merebus ayamnya dulu sampai setengah matang, Kemudian sambil menunggu ayam dia lanjut mengupas bawang dan memotong tomat dan cabe juga bahan campuran yang lainnya. Dan memasukkannya ke dalam blender untuk menghaluskan bumbu.
Kemudian menumis bumbu yang sudah halus juga memasukkan beberapa lembar daun salam dan daun jeruk nipis supaya menambah kan aroma sedap.
Albi sudah menyelesaikan pekerjaannya dia pun langsung meletakkan laptopnya di tempat yang semestinya.
Albi keluar dari kamar dan mencari keberadaan istrinya. Setelah dia tau istrinya ada di dapur sedang memasak, dia pun menghampirinya dengan cara mengendap ngendap dan tidak bersuara.
Albi sudah berdiri di belakang nadia, tentu saja nadia tidak tahu jika albi sudah ada di belakangnya karna terlalu fokus memasak.
Albi melingkarkan tangannya di pinggang nadia dan meletakkan dagu nya di pundak nadia.
Tentu saja nadia langsung tersentak kaget ketika mendapati tangan albi melingkar di pinggangnya. nadia pun menoleh kepada albi.
"Astaghfirulloh.. kakak ngagetin aja sih hampir aja nadia jantungan tau" ucap nadia
"Maaf.. kamu sedang memasak apa"tanya albi sambil memeluk nadia dari belakang.
"cuma ayam masak balado"jawabnya sambil mengaduk aduk masakannya dan menaruh ayam yang di rebusnya tadi ke dalam bumbu tumisan itu.
"kayanya enak tuh.. pedes gak"tanya Albi yang dari tadi masih memeluk nadia.
Nadia tidak menjawab pertanyaan albi karna telalu sibuk.
"kak.. lebih baik kakak tunggu di meja makan aja deh.. nadia susah gerak kalo kakak seperti ini "ujar nadia
"kenapa.. kamu gak suka aku seperti ini"tanya albi sambil memonyongkan bibir nya tanda cemberut.
"ngga bukan gitu.. nadia hanya kesusahan bergerak aja kalo kakak seperti ini, kakak mau gak bantuin nadia"ujarnya memindah topik pembicaraan.
albi pun melepaskan pelukannya dari nadia
"ya sudah apa yang perlu aku bantu"ucap albi
"tolong siapin piring di meja makan dan tolong ambil nasi di rice cooker bawa ke meja makan juga.. "perintah nadia, Albi pun langsung melaksanakannya setelah sudah semua yang di suruh nadia selesai di kerjakan. Albi pun mengambil minuman untuk mereka dan juga buah yang sudah di potongnya untuk nadia.
setelah itu mereka berdua pun makan malam setelah masakan yang di buat nadia matang.
di meja makan.
"enak nad.. kamu pinter masak"seru albi sambil terus menyuap makanan ke mulutnya.
"makasih kak" jawab Nadia sambil tersenyum
mareka berdua pun makan dengan lahap sampai tidak bersisa.
nadia pun langsung mencuci peralatan bekas makannya dengan albi, albi juga membantu dengan membersihkan meja makan.
" Ini nad, makan buah nya" suruh albi sambil menyodorkan piring yang ada buah itu nadia pun menyambutnya dan memakan buah itu.
Albi duduk di sebelah nadia sambil merentangkan tangannya di sofa itu.
Mereka menonton TV yang acara nya sukses membuat mereka tertawa.
Jam menunjukkan pukul 21.30
Nadia mulai mengantuk tapi tidak dengan albi.
"Kak.. aku ke. kamar duluan ya." ucap nadia seraya berdiri dari duduknya.
"Tunggu Nad.. aku mau ke kamar juga" albi pun langsung mematikan TV dan mengikuti nadia masuk ke kamar.
setelah Di kamar Nadia langsung masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi setelah itu baru tidur bisanya seperti itu.
sambil menunggu nadia keluar kamar mandi albi berganti pakain dulu menjadi baju tidur.
Akhirnya nadia pun keluar dari kamar mandi dan juga sudah mengganti baju nya menjadi baju tidur.
Nadia langsung menghampiri kasurnya yang sudah ada albi disana menunggu nya.
Nadia mendudukkan tubuhnya di kasur sambil menyandarkan belakangnya di sandaran tempat tidur itu. Kala itu albi juga duduk di hadapannya sambil menatap nadia.
Lalu albi merebahkan kepala nya di pangkuan nadia seperti biasa juga nadia selalu mengusap ngusap kepala albi dengan lembut, kali ini Albi ingin menagih sesuatu kepada nadia.
"Nad.. "ucap albi seraya bangun dan menghadapkan tubuhnya ke arah nadia.
"Hemm.. "
"Aduh..kenapa sih kamu kak ngancingin bajunya begitu "seru nadia ketika iya melihat baju albi yang di kancingin timpang, apalagi yang di kancingin cuma bagia perut dan bagian dada bidangnya di biarkan terbuka.
Nadia pun langsung mengancingi baju albi dengan betul dari bawah sampai atas.
"Kamu ngga ingat ya"seru albi sambil membiarkan kan nadia mengancingi bajunya.
"Ingat apa? " tanya nadia tapi tangannya masih terus mengancingi baju suaminya itu.
" Aku kan menyimpan Sesuatu untuk Nanti malam, dan sekarang sudah malam aku mau sesuatu itu"ujar Albi Sambil tersenyum Hangat kepada nadia.
Ketika satu kancing baju lagi mau di pasangkan nadia tapi seketika tangannya berhenti, ketika mendengar perkataan albi itu, Nadia baru ingat Apa yang di maksudkan suaminya itu.
Nadia pun menatap suaminya dengan rasa canggung.
"pantas saja kak albi tidak mengancingi baju nya dengan benar, dia sengaja.. karna ingin meminta hak nya" gumam nadia dalam hati.
"bagaimana nad.. apa kamu mau..tapi kalau kamu belum siap nanti saja"tanya Albi
Nadia mengambil nafas dalam dalam lalu membuang nya.
"baiklah, tapi kak aku takut"ucap nadia lirih
Albi pun menggenggam tangan nadia mencoba menenangkannya.
"Kalau kamu takut penjam kan matamu"ucap albi dengan suara lembut.
"Apa ini akan sakit"tanya nadia lagi
"mungkin awal awal akan sakit tapi nanti tidak sakit akan sakit lagi" jawab Albi sambil mengelus kepala nadia dengan lembut.
"pelan pelan ya kak.. "pinta nadia dengan suara lirih.
"Iya, aku akan pelan pelan"jawab Albi dengan tatapan sendunya
Albi pun melepas genggaman tangan nya pada nadia. lalu albi mencium kening Nadia, nadia pun memejamkan matanya.