KalongHunter

KalongHunter
Bab 9 : Aksi Tak Berguna



Jam setengah lima sore


Radit, Ryan dan anak anak lainnya tiba di villa bu Rosita. mereka kesana untuk menghadiri acara lamaran Rachel, sepupu Radit. dikarenakan acara itu sejatinya privat, Radit dan kawan kawannya hanya bisa melihat dari villa satunya lagi yang berada di atas villa pertama.


"Akhirnya sampai juga, kita hanya bisa menonton dari villa atas. karena acara ini sifatnya privat, paling nanti kita bisa ikut bergabung saat makan malam." gumam Radit.


Andra menjawab, "Oke.."


anak anak itu pun turun dari motor, lalu mereka berjalan jalan ke villa atas yang sudah dipesan oleh ibunya Rachel spesial untuk Radit.


"Simpan tas kalian dulu disini, nanti kita jalan jalan dulu spotting malam habis magrib.." kata Radit.


"Siap.." jawab Anak anak lainnya.


Malam menjelang, sepulang shalat magrib di mushola. Radit dan Ryan melakukan spotting di areal sekitar Villa, dimana disana berbatasan langsung dengan pusat kota.


"Cekrekkk!!!"


Radit dan Ryan mengambil gambar bus yang sedang melintas, dengan menggunakan kamera DLSR masing masing.


"Aduh udah malam nih, aku harus cepat pulang... mana tetangga depan rumah mau lamaran lagi nanti yang ada kuping panas dengar gosip tetangga soal aku yang batal dijodohkan dengan anak sahabat papa itu." gumam Brenda yang berjalan sendirian di jalanan yang agak remang remang.


Saat sedang melangkahkan kakinya diatas trotoar, Brenda dicegat oleh sekelompok preman yang mungkin saja akan melakukan sesuatu terhadap dirinya.


"Halo cantik, sendirian aja nih??" goda salah satu preman itu.


Radit yang melihat momen itu, segera memberitahu Ryan, Andra, Agung dan Daniel. "Woy, sini..."


"Ada apa??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Itu Brenda bukan sih??"


"Kayaknya iya, yaudah kita selamatkan dia.." seru Agung.


Brenda menelan ludahnya sendiri, lalu ia tetap melangkahkan kakinya perlahan tanpa memperhatikan preman preman itu.


"Ish apaan sih kalian?? jijik tau!!" batin Brenda.


Radit yang tiba segera memberitahu preman preman itu agar menjauhi Brenda, "Woy, kalau berani jangan sama cewek dong!!"


"Apaan lo???" tanya Preman itu.


Karena tak ingin ada perkelahian yang akan memakan banyak waktu, Radit pun menggunakan pasukannya yaitu kawanan Elang yang berjumlah 20 ekor.


"Ayo kabur!!" teriak Radit.


"Aaaaa!!!!"


Kawanan Elang itu menghujamkan diri mereka ke preman preman itu hingga membuatnya lemas tak berdaya.


"Ayo cepat!!" teriak Radit yang masuk ke dalam sebuah gang menuju bagian belakang Villa.


Setelah tiba di pintu belakang Villa, mereka semua beristirahat sejenak. "Hah... capek!! Ryan, sebelumnya maafin aku ya karena udah salah paham sama kamu.. sejujurnya aku ingin mengundang kamu, tapi sahabat papaku tak mengizinkan.. dan juga kamu datang aku kira akan menyerang justru kenyataannya menyelamatkan aku.. sekali lagi aku minta maaf banget." pinta Brenda.


Ryan menjawab, "Yaudah, jangan dipikirin.. ingat saja pesan saya.. pertama jangan jahat sama orang dan jangan berhenti berbuat baik.."


"Iya, by the way.. aku pulang dulu, capek banget sumpah lari larian tadi.." batin Brenda.


Ryan menjawab, "Kita juga masuk yuk!! sebentar lagi acaranya akan dimulai..,"


"Hah.. ayo!!" jawab Radit yang kelelahan.


Mereka kembali ke villa atas, lalu mereka mengenakan jas senada berwarna biru. lalu celana crame, dan kacamata berwarna hitam.


"Ayo ke Villa bawah.." seru Radit.


"Oke.." jawab anak anak itu.


Acara lamaran pun sedang berlangsung, setelah pembukaan dan pembacaan doa. barulah Rachel dikeluarkan dari kamar untuk menerima hantaran lamaran dari pihak keluarga besan.


"Nah ini dia calonnya, silahkan ibu.. berbicara kepada sang perempuan.." ucap pembawa acara.


Rachel dan Bu Rida duduk secara berhadapan, lalu bu Rida menyematkan cincin kepada calon menantunya itu.


"Baik ibu, aku terima lamarannya dan siap menjadi menantu ibu.." ucap Rachel dengan lantang.


Semua pun bernafas lega dan berbahagia, acara pun berakhir dengan acara makan bersama dimana Radit dan kawan kawannya datang di saat yang tepat.


"Hai Radit,... silahkan makan dulu!! ajak teman teman kamu sekalian!!" seru Rachel, gadis berusia 18 tahun itu.


Ryan menjawab, "Pas banget, habis lari larian tak berguna lalu makan kemudian.."


"Asisten lu ketularan somplaknya.." batin Daniel yang ikut mengambil nasi bersama Ryan.


Radit pun ikut mengambil makanan bersama anak anak yang hanya ikut menyesuaikan itu.


*************


Yuk Like, Vote dan Koment.....