KalongHunter

KalongHunter
Bab 3 : Kegabutan Ryan



Radit pontang panting di dekat tempat tidurnya, sudah ada enam balik ia seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa sih bolak balik melulu dari tadi??" tanya Bu Andari.


Radit menjawab, "Warung makan padang disini jauh ya??"


"Lah dari tadi kamu cari nasi padang?? sabar ya Dit, nanti kalau sudah sembuh bisa makan di warung makan itu lagi." batin bu Andari.


Senja tertawa melihat tingkah Radit yang membuatnya makin kuat untuk menghadapi penyakitnya.


"Besok... semangat!!" teriak Radit.


Jam setengah tujuh Malam


Ryan sedang duduk diatas motornya sambil bermain gitar miliknya, tak lama mamanya keluar dari rumah sambil membawa banyak barang. ia pun segera menghampiri mamanya karena beliau sekarang sudah hamil tua.


"Mama mau kemana??" tanya Ryan.


Mama Raisya menjawab, "Ryan, kalau kamu lagi menganggur tolong antar barang ini ke rumah bu Salamah. ini alamatnya, nanti mama bilang ke Bu Salamah."


"Baik ma.." jawab Ryan.


Ryan pun mengantar barang itu ke rumah bu Salamah sesuai permintaan mamanya, tak lama Nadhif keluar lalu menemui mama Raisya.


"Kak Ryan kemana ma?" tanya Nadhif.


Mama Tasya menjawab, "Dia mama minta untuk antar barang ke rumah bu Salamah, gapapa buat latihan kerja."


"Ohh yaudah, ini aku menginap disini?? kan aku enggak bawa baju ganti. mana kak Ryan enggak bilang kalau mau menginap lagi." ketus Nadhif sebal.


Mama Tasya tersenyum, "Aduh ini anak gadis mama.. yaudah ayo masuk lagian ini sudah malam."


Dengan mengendarai motornya menembus dinginnya malam, Ryan pergi mengantarkan barang ke rumah bu Salamah yang berada di komplek cempaka. tak lama, ia tiba di depan rumah bu Salamah.


"Assalamualaikum, Paket.." ucap Ryan.


Seorang gadis berjilbab biru dan berkerudung merah keluar dari areal rumah, lalu Ryan mundur tiga langkah ke belakang agar ada jarak antara dirinya dan gadis itu.


"Waalaikumusallam,ini paket mamaku ya?? berapaan semuanya om??" tanya gadis itu.


Ryan terdiam, "Om?? setua itukah diriku??"


"Om.." ucap gadis itu sambil melambaikan tangannya.


Ryan menjawab, "Semuanya jadi Enam ratus lima puluh ribu rupiah saja, usahakan uang pas ya!!"


"Iya ini.." balas gadis itu.


Ryan menyimpan uang itu ke dalam tas kecil miliknya, "Terimakasih, semua barang ini apa isinya dan untuk apa??"


"Untuk aku jual lagi sama mama di butik besok, isinya bahan bahan pakaian.." jawab gadis itu.


Ryan berpikir sejenak, "Hmm bisnis, menarik juga.. tapi apa ya?? oh yaudah sekali lagi terimakasih ya!!"


"Sama sama,.. sebentar biar barang barangnya diambil dulu sama om dan ayahku.." kata gadis itu.


Ryan mengangguk, "Silakan.."


Gadis itu membawa barang barang itu ke dalam areal rumahnya, setelah selesai Ryan kembali ke motornya.


Ryan menaiki motornya, lalu ia kembali pulang ke rumah mamanya.


Di perjalanan, ia teringat pernah membuat Tahu isi bakso dengan bumbu saus cabai, saus tomat, saus mayonaise dan Kecap yang dicampurkan dalam satu wadah. ia pun menyimpan ide itu untuk dibahas bersama Radit esok hari.


Keesokan harinya, Ryan pergi ke rumah sakit untuk menjemput Radit. kebetulan hari itu hari sabtu, sehingga ia bisa membantu kepulangan Radit dari rumah sakit.


"Alhamdulillah, pulang juga.." ucap Radit yang menunggu di ruang tunggu rumah sakit.


Ryan tiba di rumah sakit bersama pak Sukarman, lalu ia menemui Radit yang sedang menunggu mamanya mengurus sisa administrasi.


"Dit!! mana barang barang yang akan dibawa pulang??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Ini saja, kalau paper bag satunya berisi pakaian gua yang tidak sempat terpakai."


"Cuman tiga ini aja??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Iya.."


Ryan pun membahas idenya itu, "Dit, semisal kita bikin usaha lu mau gak??"


"Hmm... tahu isi bakso sih, nanti lu ke pasar beli footagenya. nanti kita buat di rumah gua!!" perintah Radit.


Ryan menjawab, "Nice, okelah.."


"Dit, ini administrasinya sudah selesai. ayo kita pulang!!" seru mama Andari.


Radit menjawab, "Iya ayo.."


Di rumahnya, Bintang dan Pagi sedang asyik berdandan. ya mereka berdua adalah adik dari Radit, mereka pun berlari keluar rumah saat sebuah mobil masuk ke dalam areal rumah.


"Kak Radit akhirnya pulang!!" sambut Bintang.


Ryan membantu Radit untuk berjalan masuk ke dalam rumah, lalu pak Sukarman membantu membawakan paper bag ke rumah Radit.


"Kalian sudah gadis aja ya!! apalagi Si Bulan udah berumur sembilan tahun." gumam Radit.


Bintang mengambil air minum, lalu pagi merapikan bantal agar kakaknya itu bisa berbaring.


"Hati hati kak.." kata pagi.


Radit berbaring di ruang tengah rumahnya, lalu ia mulai membahas soal rencananya. "Jadi, mulai lusa saja... besok biar gua bisa istirahat dulu.."


"Oke siap Dit.." jawab Ryan.


Pagi menoleh kepada Ryan, "Ada apaan emang??"


"Kita nyoba jualan tahu isi bakso.." jawab Ryan.


Pagi mengangguk, "Ohh oke, nanti aku bantu untuk membuatnya.."


"Iya, nanti kita buat untuk kita sendiri.. dan beberapa orang untuk ujicoba. kalau enak dan ada yang bersedia membayar, nanti kita buka open pre order.." jawab Radit.


Ryan mengangguk, "Oke.."


*****


Yuk Like, Vote dan Koment..