
Jam menunjukan setengah sepuluh pagi, Radit yang sudah menyelesaikan soal ulangannya duduk santai sambil memantau siapa temannya yang akan mengumpulkan jawaban lebih dulu, maka ia akan ikut mengumpulkan.
"Radit, kalau sudah selesai kamu keluar saja!! jangan menganggu konsentrasi teman temanmu yang lain!!" kata pak Arif, guru olahraga di sekolah itu.
Radit yang overthingking akhirnya mengumpulkan soal ke meja depan, lalu soal ia tinggalkan diatas mejanya. lantas ia pun langsung keluar kelas sambil memainkan ponselnya.
"Pak, saya juga sudah.." ucap Ryan yang ikut mengumpulkan soal.
Indira menyimpan peralatan tulisnya, "Saya sudah pak.."
"Saya juga pak.." ucap Senja yang merapikan peralatan tulisnya.
Saat diluar, Radit dan Ryan bertemu dengan Raina yang sedang berjalan bersama teman teman satu kelasnya.
"Hai Ryan.." sapa Raina.
Ryan menjawab, "Hai juga, gimana ulangan bahasa sehari harinya?? gampang kah atau agak susah gitu??"
"Hmm... easy sih.." jawab Raina.
Ryan duduk di depan Andra yang sedang menulis sesuatu di bangku taman, ia pun lantas memulai aksi gimmicknya.
"Pak, saya mau tanya.. kepala suka pusing, mual mual sama badan pegal pegal kenapa ya??" tanya Ryan.
Andra menjawab, "Itu biasanya mas nya masuk malam.."
"Kalau masuk pagi bisa ga??" tanya Ryan lagi.
Andra menjawab, "Tidak bisa, kecuali anda lembur.."
"Itu masuk angin woy!!" teriak Senja yang berusaha meluruskan apa perkataan Ryan Pada Andra.
Andra membalas, "Tapi hati hati, anginnya kadang ke timur kadang ke barat.."
"Itu angin muson.." kata Mentari.
Kini giliran Agung yang menggantikan Ryan, "Wa, urang teh ngimpi dipatok ku oray.. kira kira kunaonnya?? ( Wa, saya mimpi dipatok ular, kira kira kenapa ya??)" tanya Agung.
"Mun anjeun dipatok oray, atau ngimpi kapanggih oray.. anjeun kudu terang heula.. oray sieneun ka Ucing.. biasana ucing sok kasada unggal wengi ( Kalau kamu dipatok ular atau mimpi ketemu ular.. kamu harus tahu, ular takut sama kucing.. dan biasanya kucing suka berbunyi setiap malam)" jelas Andra.
Raina menggaruk kepalanya, "Lalu, apa hubungannya kucing sama ular dan dipatok??"
"Lu geser sedikit.." perintah Daniel pada Agung.
Agung menjawab, "Oke..,"
"Jadi berapa totalnya pak?? Service ban depan belakang, ganti oli.. sama pasang shock breaker.." kata Daniel.
Andra menjawab, "250 ribu aja.."
"Oke ini.." ucap Agung.
Ryan kembali ke posisi semula, lalu ia bertanya kepada Andra. "Pak, kopi cap Elang masih ada tidak??"
"Sebentar, Yono kopi masih ada??" tanya Andra ke anak anak yang ada di dalam kelas.
Orang lain di dalam kelas menjawab, "Ada.."
"Berapa??" tanya Andra.
Ryan menjawab, "Satu renceng aja.."
Ryan menjawab, "Gula pasir, tepung terigu, minyak goreng sama bumbu ayam goreng.."
"Yono, Gula satu, Tepung Terigu satu, Minyak goreng satu, sama bumbu ayam goreng.... cepetan!!" kata Andra.
Senja tertawa terbahak bahak, "Pliss, udah dong.. capek aku ketawa dari tadi!!"
"Lagian, saya lagi isi data pertanyaan untuk study tour mini nanti.. sekelompok manusia ini mengganggu konsentrasi saya..," gumam Andra.
Ryan tertawa, "Hahahaha, ya maaf.., eh si Radit kemana??"
"Dia balik lagi ke dalam, lagi main laptop sendirian.." jawab Senja.
Ryan kembali berjalan masuk ke dalam kelas, lalu ia menemui Radit yang sedang asyik menonton film the Conjuring dari laptopnya.
"Bagus, lu nonton film kagak ajak kita.." gumam Ryan.
Radit menjawab, "Saat kalian battle jokes, gua memilih di kelas saja menonton film ini.."
"Yaudah... kita ikutan nonton ya!!" ucap Ryan.
Radit menjawab, "Silakan.."
Pak Ridho masuk ke dalam kelas, membuat Radit segera menutup laptop miliknya. "Baru juga mulai.."
"Yaudah, sekarang semua tasnya disimpan di depan ya!!" perintah pak Ridho.
Radit menjawab, "Baik.."
Ulangan pun berjalan lancar, saat ujian berakhir Radit dan kawan kawannya sudah keluar lebih dulu. tinggal menyisakan beberapa siswa termasuk Senja, Indira, Mentari dan Ratu Nasywa.
"Ahh selesai juga, saatnya pulang.." ucap Senja yang diikuti oleh Ratu, Mentari, dan Indira.
Anak anak gadis itu pun pulang dengan menumpangi bus umum di halte tepat depan sekolah. sambil menikmati perjalanan yang agak sedikit kemacetan, Senja menyempatkan membaca buku buatan Radit.
"Hah?? dahulu pernah ada keributan besar dan bencana banjir bandang serta tanah longsor sekalipun.. puluhan orang masih hilang.." jelas Senja.
Mentari menoleh kepada Senja, "Buku apaan itu emang??"
"Kurang tau, tapi disini hanyaa ada tulisan 3.15.." gumam Senja.
Mentari mengangkat alisnya, "Kamu tahu enggak?? kisah ini itu memang asli terjadi di daerah tempat tinggalku.. lebih tepatnya di kampung dekat kaki gunung.. jadi disana itu ada keributan besar yang menjadi sebab Indira bermusuhan dengan Ryan dan Andra.."
"Kok bisa??" tanya Senja.
Mentari menjawab, "Jadi, mamanya Andra dulu itu masih kelas 3 SMA.. hanya saja, dia dijodohkan dengan anak sahabat bapaknya yang seorang pengusaha sukses.. nah kebetulan sehari menjelang resepsi ada kejadian pembunuhan dimana korbannya adalah kakaknya mama Indira.. dan papanya Ryan saat itu melihat dan tidak sempat berbuat banyak.. hingga ada kabar burung kalau bapaknya Ryan ikut terlibat sehingga mereka memiliki dendam sampai saat ini maka dari itu dahulu Indira dibuat agar sangat membenci Ryan.. nah terkait mamanya Andra, saat setelah resepsi selesai tepatnya pukul 2.13 ada keributan antara keluarga papanya Ryan dan keluarga besan yang kebetulan sudah kelelahan karena seharian menyalami tamu undangan. dan keluarga mamanya Andra tidak sendiri, mereka dibacking oleh perusahaan keluarga besan serta semua warga daerah itu.. dan juga keluarga papanya Ryan dan percaya atau tidak keluarga papanya Ryan mendapat bantuan invasi elang sehingga akhirnya banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak.. malangnya lagi, saat jam 3.15 hujan turun dengan derasnya dan membuat beberapa orang yang bertikai tak sempat menyelamatkan diri...."
"Ohh begitu, nasib papanya Ryan bagaimana??" tanya Senja.
Mentari menjawab, "Beliau masih ada hingga sekarang, namun memutuskan bercerai karena istrinya ketahuan berduaan bersama lelaki lain.. dan kejadian itu disaksikan oleh Ryan serta Radit. dan beberapa bulan kemudian, mereka menikah, lalu kehidupan Ryan sempat seperti Cinderella namun bedanya dia dijadikan kambing hitam oleh papa tirinya.. dan Radit datang lalu memberi peringatan dan tak lama papa tirinya Ryan meninggal dunia karena diserang hewan buas di hutan."
"Pantas saja, Radit dan Ryan menjadi anak berpengaruh di kota ini." jelas Senja.
Mentari menjawab, "Ya, begitulah awal Radit dan Ryan menjadi terkenal seperti sekarang.."
"Betul juga.." jawab Senja.
******
...Yuk Like, Vote dan Koment.....