KalongHunter

KalongHunter
Bab 42 : Sehari Bersama Dea



Setelah satu jam perjalanan, akhirnya Radit tiba di rumah Devran. Karyn pun turun dari mobil, "Terimakasih ya Dit, ini buat beli bensin."


"Ashiap, sama sama.." jawab Radit yang melanjutkan pekerjaannya.


Karyn menemui Devran yang sedang bermain ponselnya bersama Rio, sepupu Radit. "Buset, lu pake minyak wangi kenceng amat baunya Dev.."


"Ehh yang pake minyak itu dia, kan dia habis treatment.." kata Devran.


Karyn menatap Devran sebal,"Iya aku tau, badan aku yang bau.. iya deh aku mandi dulu.." ketus Karyn sebal.


"Idih sentimen banget.." gumam Rio.


Radit melajukan mobilnya, tak lama ia melihat banyak orang berkerumun di pinggir jalan dengan ada mobil ringsek beberapa meter setelahnya.


"Ada apa ya?? mending cek dulu.." gumam Radit.


Radit turun dari mobil, lalu ia menerobos kerumunan itu. "Echa?? dia kenapa??" tanya Radit.


Dara menatap Radit, "Radit?? tadi itu..."


Beberapa saat sebelum kejadian.


Elsa berlari kencang hingga menabrak sejumlah orang di dalam rumah, bahkan kekasih Dara pun yang menyapa tak digubris oleh Echa yang sangat emosional.


"Echaaa!!! tunggu!!! kakak masih bisa jelasin!!" teriak Dara.


Echa terus berlari hingga ia berhasil keluar dari gerbang karena satpam lupa menutup gerbang, dan ia berlari ke tengah jalan lalu sebuah mobil truk datang dengan kecepatan tinggi sehingga tabrak lari pun tak terhindarkan.


"Braggggg!!!!"


Dara berteriak, "Echaaaa!!!"


"Begitu ceritanya, Dit aku mohon tolongin Echa.." teriak Dara.


Radit menjawab, "Yowes, ayo kita bawa dia ke rumah sakit."


Setibanya di rumah sakit, Echa dibawa ke ruang IGD untuk ditangani oleh tim dokter.


"Echaa.." teriak Dara.


Radit menoleh pada Dara, "Kamu kemana saja?? kasihan adikmu waktu wisuda kemarin dia menangis sendirian.."


"Maafkan aku Dit, tapi aku dipaksa untuk menjalani itu.." jawab Dara.


Radit menatap Dara, "Dipaksa?? maksudmu??"


Radit mengangguk, "Ohh, sekarang bagaimana??"


"Setelah tabrakan tadi, kekasih aku pergi begitu saja dan mungkin papaku akan terancam kehilangan pekerjaan dan sumber uang. karena papa kekasih aku ini yang bekerja sama dengan papaku." jawab Dara.


Radit duduk di depan ruangan itu, lalu ia menunggu perkembangan dari dokter.


Jam menunjukan setengah satu siang, Dea sedang menyetrika baju di ruang tengah. dari luar datang mama Tasya datang bersama Nadhif untuk mengunjungi Ryan.


"Assalamualaikum.." ucap mama Tasya.


Dea menjawab, "Waalaikumsallam, masuk aja.."


Mama Tasya dan Nadhif masuk ke dalam rumah itu, mereka pun menemui Dea yang sedang menyetrika baju.


"Dea?? ya ampun kamu udah kaya jadi istrinya Ryan aja.." gumam Mama Tasya.


Dea tersenyum, "Iya, selagi itu anak lagi kuli.. yaudah aku selesain semua kerjaan rumah. nanti sehabis ini aku tidur siang dulu."


"Ohh iya deh, sini sisanya biar mama aja yang beresin.." ucap Mama Tasya.


Dea menjawab, "Yaudah, sebenarnya hari ini aku capek banget. pengen istirahat dulu,.." balas Dea.


Mama Tasya tersenyum, "Tuh sekalian sama Nadhif, tidur siang dulu. nanti sore mama kasih lah kalian kesempatan buat jajan ke bazar."


"Iyaa.." jawab Dea yang berjalan ke kamar bersama Nadhif.


Dea berjalan ke kamar sambil mengelus kepala Nadhif, seperti layaknya kakak dan adik kandung. walaupun sebenarnya mereka lahir dari rahim ibu yang sama.


"Kak Dea nanti sore mau ke bazar?? kira kira kita beli apa??" tanya Nadhif.


Dea menjawab, "Kita beli makanan kesukaan abangmu aja.. tahu bakso."


"Abang aku, abang kak Dea juga.." balas Nadhif.


Dea terdiam, "Maksud kamu???" tanya Dea.


Nadhif menjawab, "Ehh tidak tidak.."


********


...Yuk Like,Vote dan Koment......