KalongHunter

KalongHunter
Bab 6 : Baru Juga Sembuh...



Radit dan Ryan sedang berjalan berdua di jalanan yang sunyi, suara hewan malam dan suasana mencekam pun menghiasi perjalanan misi mereka. yaitu memancing ikan di danau dekat rumah kosong.


"Disini aja... disana terlalu gelap!!" batin Radit.


Ryan menjawab, "Oke.."


Radit melemparkan benang pancingan miliknya ke danau itu, semoga saja mendapat ikan malam ini.


"Jadi gitu Dit, gua aja bingung gimana jelasinnya ke Brenda." gumam Ryan.


Radit tertawa, "Sudah boy, nikmati saja.. nanti kalau ada apa apa serahkan pada gua semuanya."


"Iya sih,.." balas Ryan.


Tak lama kemudian, terdengar sesuatu dari atas pohon.


"Bang, satenya bang.. 2.000 tusuk makan disini."


Eits, apakah ini cerita horor?? jelas bukan.. bukan duo somplak jika merekalah yang menjahili para hantu, bukan sebaliknya.


"Lu kira gua jualan sate?? jelas jelas gua lagi mancing, mata lu budeg." batin Ryan.


Radit meluruskan, "Bukan itu, tapi rabun.."


Hihihihihi!!!!


"Aneh emang, kita enggak ngejokes lu ketawa Kun. tapi giliran kita battle joks lu kagak ketawa." batin Ryan.


Radit kembali meluruskan, "Dia lagi ngojek kali, dia aja duduk diatas joks."


"Ahh pergi ahh.. kalian gak asik buat diajak main.. udah tau gua gabut." ketus mbak Kun itu sebal.


Radit dan Ryan tertawa, "Hahahahahahaaa.."


Indira tiba di depan rumah Brenda, karena tadi ia diminta kesana oleh sahabatnya sejak SMP itu. "Assalamualaikum Brenda.." ucap Indira yang panik.


Brenda menjawab, "Waalaikumsallam, Indiraaa!!!"


"Kamu kenapa Brenda??" tanya Indira.


Brenda menjawab, "Papaku ditangkap polisi Dira!!"


"Ditangkap?? karena apa??" tanya Indira.


Brenda menjawab, "Karena menganiaya Kevin, tadi katanya Kevin berhasil diselamatkan oleh Ryan. dan dia sempat kesini buat menenangkan kakaknya Kevin, jujur aku malu Dira!!"


"Ryan?? aduh bahaya ini.." gumam Indira.


Brenda melepaskan diri dari pelukan Indira, "Kenapa memang??"


"Sejak aku mengejek Ryan saat kelas empat lalu, Ryan selalu bertingkah dingin ketika berhadapan denganku. tapi jika dengan yang lain dia biasa saja." jelas Indira.


Brenda memegang kedua pinggangnya, "Maksud kamu??"


Brenda memanyunkan bibirnya, "Kita berhadapan dengan orang yang sama, sejak ada Radit, Ryan menjadi asistennya. sama kayak cerita di film film dan komik serta Novel."


"Mereka saat ini benar benar mengikuti idola mereka.." kata Indira.


Brenda menatap Indira, "Maksudmu??"


"Mereka sekarang mulai seperti batman, memiliki kekuatan tapi bukan kekuatan super sama seperti yang umumnya. tapi mereka memiliki kekayaan, kecerdasan, jabatan, backingan serta kekuatan fisik." jelas Indira.


Brenda melanjutkan tangisannya, "Lalu aku harus bagaimana ini??"


"Sabar aja ya... ini ujian buat kamu!!" kata Indira.


Saat Radit berusaha menahan rasa kantuknya, ia dikejutkan dengan kedatangan sekelompok mahasiswa yang sedang berkeliling di danau itu.


"Eiitss, kirain siapa.. ini kakak kakak yang lagi KKN di Desa Pelari bukan??" tanya Radit.


Ryan menoleh, "Lah, itu yang udah pernah gua baca threadnya di twitter."


"Itu KKN di Desa Penari, disini namanya Pelari.. karena kebanyakan penghuni desanya mantan atlet sprint sama pemain bola." balas Radit.


Kakak kakak itu bertanya, "Kalian ngapain malam malam disini??"


"Kami lagi mancing ikan kak, lumayan buat makan besok malam.." balas Ryan.


Radit menyambung, "Kakak kakak kalau lagi mengerjakan tugas silakan saja, kami tidak akan mengganggu."


"Enggak kok, silakan saja... kita lanjut lagi ya!! dahhh!!" kata kakak kakak itu.


"Oke.." jawab Radit.


Ryan mengambil gambar selfie dengan Radit, lalu menguploadnya di instagram story miliknya. "Mancing dulu gaisss.."


Story itu pun dilihat oleh Senja dan Raina, mereka pun membalas story itu..


"Hei, si Radit kan baru sembuh.. udah mancing aja, mana disana gelap dan banyak nyamuk lagi." kata Senja.


Raina menambahkan, "Ryan, kasihan dong si Radit dia kan baru sembuh. udah diajak mancing aja, disana kan banyak nyamuk."


"Yeyy... dapat!!" teriak Radit.


Ryan pun pancingannya disambar, bukan ikan tapi kepiting danau.


"Amanlah, yuk pulang.. disini banyak nyamuk.." gumam Ryan.


Radit menjawab, "Ayo.."


****


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE, Dan KOMEN CERITA INI....