KalongHunter

KalongHunter
Bab 64 : Geng Seblek



Dua Pekan kemudian


Radit, Ryan dan Daniel yang baru saja selesai berdinas berjalan di bandara Kota Baru. tak lama, mereka bertemu dengan Indira yang sudah membawa koper dan beberapa tas besar bersama suaminya.


"Hai Dira!! baru sekarang ikut sama suaminya??" tanya Radit.


Indira menjawab, "Enggak, aku udah ikut ke rumah suami dari tiga hari pasca menikah. kalau yang kalian lihat ini adalah pakaian dan beberapa perlengkapan milik adiknya suami aku."


Ryan mengangguk, "Ohh, kirain kamu ikut sama suami kamu naik pesawat."


Mas Dhanu, suami Indira tertawa. "Ya enggak lah mas, saya sama Indira cuman beda kecamatan masa iya harus naik pesawat??"


"Bercanda mas, berarti habis ini mau langsung pulang ke rumah??" tanya Ryan.


Mas Dhanu menjawab, "Iya, ini lagi nunggu adik saya lagi pesan tiket. kalau kalian mau pulang silakan.."


"Baik, kita pulang dulu ya Dira!! Permisi.." ucap Radit yang pulang bersama Daniel dan Ryan.


Di perjalanan, mereka singgah sebentar ke sekolah Bintang dan Nadhif untuk menyaksikan momen kedua anak itu wisuda SMP.


"Sampai sekolah itu aja ya pak!!" ucap Ryan.


Pak Driver menjawab, "Oke sip, disini aja??".


Ryan menjawab, " Iya, nih uangnya pak.."


"Oke, terimakasih mas.." ucap pak Driver.


Ryan menjawab, "Sama sama.."


Radit, Ryan dan Daniel yang masih berpakaian pilot pun masuk ke dalam areal sekolah itu. lalu mereka disambut layaknya pahlawan oleh peserta didik disana.


"Aaa!! Halo kak Daniel!!"


"Kak Ryan!!"


"Kak Radit!!"


Ketiga pilot yang sebenarnya bukanlah tamu undangan khusus itu pun duduk bersama beberapa siswa yang menjadi pengisi acara.


"Dek, geseran dikit!! kita bertiga mau duduk!!" ucap Radit.


Gadis pengisi acara itu menoleh, lalu ia merasa terkejut karena yang ada di hadapannya itu adalah trio pilot yang sangat ia sukai.


"Kak Radit?? Kak Ryan?? Kak Daniel??" panggil gadis itu.


Dea, Senja, Mentari, Bintang, Nadhif dan Aryani datang lalu menemui Radit. "Radit?? Ryan?? Daniel?? tumben kalian kesini??" tanya Senja.


Radit menjawab, "Iya, soalnya kita takut.. kalau kita tidak kesini, nanti kalian akan kesal dan memilih mengikuti apa kata orang."


Senja memanyunkan bibirnya, "Ihh segitunya, padahal dari muka kalian enggak bisa dibohongi loh kalau kalian lagi kelelahan."


Daniel merangkul Aryani, "Acaranya udah kelar??"


"Belum, sebentar lagi.." jawab Mentari.


Daniel mengangguk, "Oke.."


Selang beberapa menit, datang bu Sinta. ia adalah perempuan yang sering disebut sebagai mak comblang atau orang yang biasa menjodohkan yang belum menikah.


"Hei Dea, ternyata sudah dari tadi ibu cariin kamu ternyata ada disini.." kata Bu Sinta sambil menatap Dea.


Ryan berusaha melindungi Dea dengan cara menghalangi langkah bu Sinta untuk berbicara dengan Dea. hal itu pun membuat Bu Sinta semakin jengkel.


"Hei, kenapa saya dihalangi sih?? kan saya ingin bicara sama Dea." tanya bu Sinta yang keheranan.


Ryan tersenyum sinis, "Karena ulah ibu, keluarga saya menjadi hancur. dan sekarang papa kandung saya juga sudah tiada karena kelalaian saya, diperparah lagi sama ibu yang menjebak mama saya agar terjebak dalam perselingkuhan."


Radit berusaha menenangkan Ryan, lalu ia meminta Bu Sinta agar pergi dari daerah itu sebelum balatentara ia dan Ryan datang.


"Mending ibu pergi dari sini, sebelum keadaan semakin memburuk.." pesan Radit dengan wajah tegas.


Bu Sinta mencuri pandang ke belakang Dea dan Senja, ternyata disana ada penampakan kakek buyut Ryan dan Radit yang sudah lama mendahului mereka.


"Aaaa!!! Iyaaa..." teriak Bu Sinta yang langsung pergi dari tempat itu.


Ryan berusaha menenangkan diri, lalu ia memilih pulang karena energinya sudah habis. "Mending kalian juga pulang, kasihan aku sama kalian.. pasti sudah kelelahan.."


"Iya.." jawab Radit yang menyusul Ryan.


Setelah beberapa jam tertidur lelap, Radit, Ryan dan Daniel bangun dari tidurnya. lalu mereka berjalan ke keluar kamar.


"Hei, akhirnya kalian bangun juga!! apalagi kamu Ryan.. kamu tadi emosian kayak gitu??" tanya Raina.


Radit menjawab, "Ryan dan termasuk saya sama Daniel itu tadi energinya sudah habis. cuman yang terparah itu Ryan, makanya dia tadi emosian."


Senja teringat sesuatu, "Oh iya, Radit, Ryan dan Daniel memiliki masalah yang sama. yaitu Intovert, dan mereka sekarang sudah masuk dalam fase menuju ambivert stabil."


Radit tersenyum, "Iya, kami seringkali terpancing emosi."


"Ohh, yaudah kalian cepat mandi!!!" perintah Mentari.


Ryan menjawab, "Iya.."


Ryan, Radit dan Daniel pun pulang ke rumah masing masing untuk mandi.


***********


...Yuk Like, Vote, Komen.....