
Setelah pemakaman Brenda selesai, Radit dan Ryan berjalan meninggalkan makam yang masih basah itu. lalu ia mulai mencoba membangkitkan semangat Ryan yang sedang berduka.
"Yan, gua kasih lu paling cepat hari ini atau tiga hari ke depan untuk menenangkan diri. jika sudah stabil, kita mulai bisnis yang sudah lama kita rencanakan." pesan Radit.
Ryan tersenyum, "Yaudah, kalau lu mau duluan silakan aja mulai hari ini. paling besok gua menyusul menjalankan bisnis yang sudah lama direncanakan."
"Oke sip.." jawab Radit.
Radit pun menaiki motornya lalu ia pulang ke rumahnya untuk memulai bisnis barunya ini, setidaknya itu bisa berguna untuk mengisi masa liburannya.
"Sampai juga, mending persiapkan semuanya dulu.." gumam Radit.
Ia pun membuat akun bernama KalongSkyCargo untuk pelayanan kargo yang ia jalankan, lalu ia mulai mempromosikan jasanya itu.
"Oke sip, tinggal menunggu pemesan.." gumam Radit.
Sedangkan Ryan, ia berusaha menghibur diri sambil menonton video lucu yang ada di youtube disamping itu ia sedang mendesain produk layanan pengantaran makanan miliknya.
"Nah beres juga, tidur siang kayaknya enak nih.." gumam Ryan yang menonaktifkan komputer miliknya lalu ia tidur siang sejenak.
Jam menunjukan setengah empat sore, Radit yang sudah mandi dan mengerjakan kewajiban shalat ashar sedang memasang stiker usaha miliknya di salah satu dari beberapa mobil yang ia miliki.
"Nah selesai juga, mulai besok lu mulai kuli ya blue skies car." gumam Radit yang mengelus mobil miliknya.
Raina sedang berjalan sambil membawa barang, lalu ia bertemu dengan Senja yang sama sama membawa barang tapi ia menggunakan sepeda.
"Assalamualaikum Raina, kamu mau kemana??" tanya Senja.
Raina menjawab, "Waalaikumsallam, mau ke rumah Radit. dia kan buka jasa antar barang, nah aku itu mau antar barang ke kakak aku yang sudah menikah di Ciawi. kamu mau kemana??"
"Aku mau ke rumah Radit juga, minta antar barang ke daerah Tajur." jawab Senja.
Raina membalas, "Oh kita samaan dong!!"
"Yaudah bareng sama aku sini naik.." seru Senja.
Raina menjawab, "Nah itu point of viewnya, yaudah aku titip barang di bagasi depan cukup tidak??"
"Enggak, kamu pegang aja.." kata Senja.
Raina membalas, "Yaudah, aku pegang aja.. kita ke rumah Radit sekarang."
"Yaudah ayo.." jawab Senja yang mengayuh sepeda miliknya.
Ryan terbangun dari tidurnya, ia mengambil handuk lalu ia berjalan ke kamar mandi. "Akhirnya kamu bangun juga, ini udah sore lhoo.." gumam Dea.
Ryan menjawab, "Yaudah sih.."
Ryan masuk ke dalam kamar mandi, lalu Dea kembali ke rumah kedua setelah ia menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga di rumah utama.
Radit menjawab, "Waalaikumsallam, hai.. ada apa??"
"Begini, kamu kan tadi buka jasa antar barang.. nah aku sama Raina mau minta tolong untuk antar barang ke alamat ini." kata Senja.
Radit menjawab, "Oke, tapi berhubung masih ujicoba saya pasang harga 150. tidak apa apa kan??"
"Ohh yowes, aku bawanya 250 jaga jaga takutnya kamu enggak mau ini aku pake buat bujuk kamu." gumam Senja yang memberikan uang 150 ribu pada Radit.
Raina pun mengeluarkan uang dengan jumlah yang sama, "Nih Dit, kira kira sampainya kapan ya?? soalnya biar aku kabarin ke kakak aku."
"Tiga jam setengah, tapi kemungkinan bisa aja lebih cepat dari itu." jawab Radit.
Raina menjawab, "Oke.."
"Kamu mau pulang bareng aku??" tanya Senja.
Raina menjawab, "Enggak, duluan aja.. aku mau ketemu sama Ryan.."
"Ciee... kangen bukan??" goda Senja.
Radit tersenyum, lalu ia mengenakan helmnya dan menaiki motornya. "Gais, saya berangkat dulu ya!! mobil ini mulai ujicoba kargo gede besok."
"Okee..." Radit pun menancapkan gas motornya. lalu Senja kembali pulang, namun Raina mampir sebentar ke rumah Ryan.
Raina berjalan menuju pintu depan untuk menekan bel, Ryan yang keluar secara tiba tiba hampir saja membuat adanya perang dunia.
"Aa!! ish Ryan, aku kaget tau.. untung mulut kita enggak tabrakan.." gumam Raina.
Ryan tersenyum, "Lagian kamu mau ngapain??"
"Aku mau cek keadaan kamu, aku takut kamu kenapa kenapa lagi kayak beberapa tahun yang lalu." gumam Raina.
Ryan menjawab, "Ish apaan kamu ini, saya sudah tidak apa apa.. ini saya mau antar softfile buat dicetak jadi tulisan di motor dan helm."
"Ohh yaudah.." jawab Raina.
Ryan mengelus kepala Raina, lalu ia membelai lembut rambut panjang milik Raina. "Dari mukanya kayaknya minta ikut nih, yaudah ikut sama saya antar softfile nanti setelah itu kita main ke mall."
"Yaudah ayo.." jawab Raina yang kebetulan mengenakan celana kulot berwarna coklat dan kemeja berwarna putih dengan rompi warna coklat.
Raina naik keatas motor Ryan, lalu ia mengenakan helm pinjaman dari Ryan. dan mereka pun pergi ke tempat percetakan itu.
**********
Yuk Mampir,Like, Votes...