KalongHunter

KalongHunter
Bab 22 : Ryan & Ryana Dea



Jam menunjukan setengah tiga kurang, Daniel dan Agung yang sedang terjebak kemacetan melihat ada seorang anak kecil berusia 10 hingga 12 tahun sedang berjalan sendirian di jalanan yang basah karena baru saja diguyur hujan.


"Dia kenapa menangis begitu ya?? coba kita hampiri dulu.." seru Daniel.


Agung menjawab, "Baik.."


Keduanya menghampiri gadis itu, lalu mereka menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Maaf dek, kamu kenapa menangis di jalanan seperti ini??"


"Huaaa...aku ma..ma..maa..." jawab gadis itu terbata bata.


Daniel berusaha menebak, "apa??makan??"


"Bukan, hiks...hiks..hiks.." jawab gadis itu.


Daniel berusaha menanyakan apa yang sebenarnya dialami oleh gadis itu. "Oke, cerita ke om Daniel sama om Agung.. siapa tau kita bisa membantu.."


"Aku mau kakakku pulang!!" jawab gadis itu dengan lantang.


Agung mengangguk, "Nama kakaknya siapa emang??"


"Ini fotonya, namanya Nadia Apriliana.." jawab gadis itu.


Daniel melihat foto itu, "Sepertinya kakakmu lahir bulan mei, itu namanya aja apriliana."


"Bulan april dong mamat.." sahut Agung.


Daniel menjawab, "Iya yono.."


"Kakak kakak melihatnya tidak??" tanya gadis kecil itu.


Daniel menjawab, "Hmm, ini sih korban kecelakaan dan penculikan yang berhasil diselamatkan oleh Andra. mau kami antar bertemu kakakmu Odah??"


"Kaakkk... namaku Yoshi, bukan odah.." balas gadis itu.


Agung menjawab, "Itu miss Odah, tetangga lu yang julidnya bintang enam."


"Yaudah Yoshi, biar om Agung sama om Daniel antar ke rumah sakit untuk temui kakak kamu. dia sedang ditangani disana.." seru Daniel.


Gadis itu mengangguk, "Iya.."


Yoshi pun menaiki motor bersama Agung, lalu mereka pergi ke rumah sakit untuk menemui Nadia yang merupakan kakak Yoshi.


"Assalamualaikum, Dit.. Andra..," ucap Agung.


Radit terbangun dari tidurnya, "Apaan?? lu ganggu gua lagi jalan jalan di Sydney aja."


"Ini ada adik kecil katanya beliau kehilangan kakaknya, pas kita lihat fotonya. ternyata sama persis seperti yang ada di status whatsapp Andra." jelas Agung.


Andra menggosok matanya, "Whoaamm... ayo!!"


Yoshi masuk ke dalam ruang perawatan dan benar gadis yang terbaring itu bernama Nadia yang merupakan kakak Yoshi.


"Kakakk!!!" teriak Yoshi.


Nadia membuka matanya, lalu ia menangis sambil menerima pelukan hangat dari sang adik.


Yoshi dan Nadia menjawab, "Iya, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab Andra yang pergi keluar rumah bersama Radit, Agung dan Daniel.


Radit menepuk bahu Agung, "Nah, pas nih ada dua motor.. antar kita berdua balik dong!! enggak bawa motor nih.."


"Yaudah ayo.." jawab Agung dan Daniel.


Setibanya di rumah mendiang Andriawan, teman SMP Radit dan Ryan. Ryan turun dari mobil, sedangkan Dea menunggu di dalam mobil karena alasan keamanan.


"Assalamualaikum.." ucap Ryan.


"Waalaikumsallam, eh mas Ryan... maafkan Andriawan ya!!" ucap pak Doni, ayah dari Andriawan.


Ryan mengangguk, "Iya pak, maaf ini ada sedikit dari saya.. soalnya saya enggak bisa lama lama ada urusan yang mau saya selesaikan. dan maaf juga Radit berhalangan hadir.."


"Terimakasih ya mas Ryan.." ucap Pak Doni.


"Sama sama, kalau begitu saya izin pamit ya pak!! Assalamualaikum.." ucap Ryan.


Pak Doni menjawab, "Waalaikumsallam."


Ryan kembali ke dalam mobil, lalu ia menatap Dea yang terlihat mengantuk.


"Cantik juga gadis ini," puji Ryan sambil mengelus kening Dea pelan pelan hingga gadis itu benar benar terlelap.


Ryan menyalakan mesin mobilnya, lalu ia mengantarkan Dea pulang ke rumahnya. di perjalanan, ia tak henti hentinya menatap Dea yang sedang terlelap tidur.


"Wajahnya kok mirip sekali denganku ya?? apa jangan jangan dia adalah kembaranku yang hilang?? tapi entahlah, biar waktu yang menjawab.." batin Ryan dalam hati.


Setibanya di rumah Dea, Ryan menghentikan mobilnya. diluar sudah banyak anak anak terutama perempuan sedang berdecak kagum dengan mobilnya dan wajah dirinya yang lumayan cukup membuat salah tingkah.


"Dea, bangun!! kita sudah sampai di depan rumahmu!!" kata Ryan.


Dea terbangun dari tidurnya, lalu ia keluar dari mobil bersama Ryan yang akan ia perkenalkan kepada kedua orangtuanya.


"Assalamualaikum, maa.." ucap Dea.


Ryan menghela nafas sejenak, tak lama seorang ibu paruh baya keluar dari rumah itu. "Hei Dea, kamu sudah pulang ya??"


"Tumben baik?? ada apa??" tanya Dea.


Tak lama seorang pria keluar sambil membawa sebuah koper berisi pakaian. "Nih semua pakaianmu, angkat kaki dari sini!!"


"Yaudah Dea, ayo ikut bersama saya saja dulu.. jangan sentuh kakakku jika kalian tak kupastikan seperti apa nasib kalian kedepannya!!" Tegas Ryan.


Ryan dan Dea kembali masuk ke dalam mobil, lalu mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah Ryan.


******


...Ryan Ramadhan X Ryana Dea Ramadhani...