KalongHunter

KalongHunter
Bab 2 : Nah Kan...



Jam setengah lima pagi


Radit yang tertidur lelap, terbangun oleh perawat yang akan memberikan suplemen nutrisi dan pengambilan darah. untuk pertama kalinya ia terbangun bukan karena suara ayam, namun suara perawat.


"Pagi mas Radit, diambil darah dulu ya!!" ucap salah satu perawat.


Radit membuka matanya, "Kukira suara ayam berkokok atau alarm, taunya suara mas perawat.. cepetan ya!! saya mau shalat subuh soalnya."


perawat itu menjawab, "Siap, nah selesai... silahkan jika ingin melaksanakan shalat subuh."


"Sini mama bantu.." ucap Bu Andari.


Radit menjawab, "Iya, mama tunggu diluar kamar mandi saja.. Radit mau ambil wudhu dulu."


"Iya.." jawab Bu Andari.


Radit berjalan ke kamar mandi, lalu ia buang air kecil kemudian ia berwudhu. "Sudah ma, bantu Radit ke tempat tidur lagi."


"Iya.." jawab Bu Andari.


Radit melaksanakan shalat subuh, setelah itu ia kembali berbaring di tempat tidurnya. "Ryan, mana si Ryan... nah ini, Halo Yan.."


"Iya Dit, ada apa??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Soal nanti study tour mandiri, tolong siapkan kelompok minimal 7 orang nanti laporkan ke Pak Nandi dan ke saya.."


"Siap Dit.." jawab Ryan.


Senja terkejut, "Ryan?? Radit?? coba Sindi bukakan tirai sebelahku itu.."


"Sebentar, Aa... aku tidak percaya ini!!" batin Sindi.


Senja melirik ke tirai yang terbuka, disana ada Radit dan mama Andari yang menatapnya dengan tatapan serius.


"Kenapa??" tanya Radit.


Senja menjawab, "Aa!! yang biasa aku lihat di channel youtube sama di Televisi kini ada di depan mata aku!! senang sekali rasanya ketemu sama kamu."


Radit tertawa, "Jangan berlebihan, saya juga manusia kok. ini aja saya bisa ada disini, saya mohon lah jangan memandang saya seperti itu!! dilarang tau.."


"Iya deh, kamu kenapa Radit??" tanya Senja.


Radit menjawab, "Biasalah, kena gigit nyamuk.. jadinya begini.."


"Oalah, sama aku juga... tapi ini ada sakit lambung juga.." balas Senja.


Radit tertawa, "Nah ini, kebiasaan makan seblak sama rujak jadinya perutnya sakit." ledek Radit.


"Iya tapi mau bagaimana lagi?? udah telanjur suka sama seblak dan rujak.." gumam Senja.


Radit memegang dagunya, "Apa ini termasuk kualat?? beli gorengan di warung bu Kosasih makannya lima ngakunya dua??" duga Radit.


"Itu kamu kali sama asisten kamu.." balas Senja.


Radit terdiam, "Enggak dong, saya sama beliau kalau makan gorengan tetap makannya lima bayarnya goceng."


"Kamu sekolah dimana??" tanya Senja.


Radit menjawab, "Di SMAN 01 Rangkai Bangsa, kebetulan saya kelas IPS kamu dimana??" tanya balik Radit.


Senja membalas, "Issh sama.. nanti lusa aku mau pindah kesana.. soalnya sekolah aku kena gusur jadinya harus direlokasi.."


"Berarti kamu tidak ikut program study tour dong??" tanya Radit.


Senja menjawab, "Iya, katanya ada study tour mini ya?? buat yang tidak ikut??"


"Ya, mirip sama kerja kelompok biasa sih.. kita datang ke sebuah kampung. nanti ke tempat tempat terkenal disana, nanti dikumpulkan dalam bentuk video dokumenter." balas Radit.


Senja mengangguk, "Aku sudah fiks daftar disana dan tinggal masuk saja setelah sembuh dari ini."


"Oke, nanti akan saya siapkan satu tempat di kelompok saya.." balas Radit.


Senja menjawab, "Terimakasih.."


"Dari cara bicaranya kok bukan kayak orang pertama kali kenal atau kayak orang pacaran ya?? lebih ke kakak adik.. apalagi Radit kan seharusnya punya saudara kembar perempuan yang hilang sejak ia masih kecil." gumam Bu Andari.


Ryan sedang mengerjakan tugas geografi miliknya, lalu bel sekolah berbunyi lebih cepat dan panjang. dimana biasanya ini adalah kode bel tanda jam pelajaran telah berakhir.


"Yeyy pulang!!!" teriak Ryan yang merapikan buku buku miliknya.


Ryan berjalan keluar kelas, lalu Indira memanggilnya.


"Ryan,..." panggil Indira.


Ryan menoleh, "Ada apa Indira??"


"Kamu sudah ambil uang refund?? terus kamu sudah buat kelompok sama Radit??" tanya Indira.


Ryan menjawab, "Sudah, sekarang ada nama Indira, Mentari, Ratu Nasywa, serta ada Ryan, Radit, Tyo dan Andra."


"Andra?? si culun itu??" tanya Indira.


Ryan menatap Indira tajam, "Semoga ini terakhir kali kamu mengucapkan hal itu, tidak boleh berkata seperti itu.. dia berhak gabung dan diperlakukan sama seperti yang lainnya."


"Iya... yaudah aku balik duluan ya!!" ucap Indira.


Ryan menjawab, "Oke, saya mau jemput adik saya dulu.."


Di SMPN 02 Hari Cerah, Nadhif berjalan menuju gerbang bersama teman temannya. tak lama, satu sekolah dibuat heboh dengan kedatangan Ryan.


"Aa.. kak Ryan!!!" teriak satu sekolah yang rata rata anak perempuan itu.


Ryan memanggil salah satu siswa di sekolah itu, "Bro, kelasannya si Nadhif bukan??"


"Iya, kenapa kak??" tanya Siswa itu.


Ryan menjawab, "Katakan padanya jika saya abangnya menunggu di dekat gerbang."


"Siap kak.." jawab siswa itu yang berjalan mencari Nadhif.


Siswa itu menemui Nadhif yang masih menunggu Maissy di dekat ruang guru, lalu ia memberitahukan soal kedatangan abangnya.


"Nadhif, ada abangmu tuh.." kata siswa itu.


Nadhif menjawab, "Oalah, oke terimakasih.. yaudah aku duluan ya!! dijemput kakak soalnya."


"Oke, hati hati.." balas Najwa, sahabatnya.


Nadhif berjalan menghampiri kakaknya yang sedang dalam mode perhatian itu, lalu ia mencium tangan kakaknya yang sedang bermain ponsel itu.


"Tumben jemput?? pasti ada maunya nih!!" duga Nadhif.


"Cepetan naik!!" perintah Ryan.


Nadhif menjawab, "Yaudah.."


...****************...


Radit sedang bersantai sambil memakan buah buahan pemberian Ryan, tak lama dr Richard datang mengecek kondisi Senja dan dirinya.


"Halo Senja, hasil cek darah tadi pagi menyatakan bahwa kamu boleh pulang besok. sama nih kayak Radit, trombositnya sudah diatas rata rata, kamu juga bisa pulang besok." jelas dr Richard.


Radit menjawab, "Alhamdulillah.. nanti saya kontrol sama siapa dok??"


"Iya, nanti per minggu depan kamu kontrol sama dr Strange dan dr Gotham.."


Radit mengangguk, "Oke, siap terimakasih dok.."


Setelah dr Richard pergi, Radit menghubungi Ryan untuk menjemput dirinya besok. "Lagi dijalan kayaknya ini anak.."


"Dreetttt!!!"


"Halo?? apaan??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Bilang ke Pak Sukarman besok jemput, nanti lu kesini juga bantu bantu sedikit. gua bisa balik besok.."


"Alhamdulillah, nanti kontrol ke dr Richard juga??" tanya Ryan.


Radit tertawa, "Sama dr Strange atau dr Gotham.."


"Wadaw, dari multiverse mana tuh?? dr strange pindah multiverse ke bumi jadi dokter spesialis anak nih.." balas Ryan.


Radit mengusap rambutnya sendiri, "Yaudah, nanti jemput jam 8 pagi soalnya urus urusnya dari habis subuh."


"Siap..." jawab Ryan.


Radit menutup teleponnya, lalu Ryan turun dari motor bersama Nadhif dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum.." ucap Ryan.


"Waalaikumsallam, eh dede kakak datang tuh.." gumam bu Raisya, mama Ryan.


Ryan mencium tangan mamanya dan pak Abiel, papa tirinya yang telah memiliki satu anak dan satu calon lagi yang masih ada di perut mamanya.


"Kamu tumben pulang kesini??" tanya Mama Raisya.


Ryan menjawab, "Biasa, kali kali ajak Nadhif kesini.. biar dia bisa adaptasi sama lingkungan barunya."


"Aku udah tau dari awal.." batin Nadhif.


Ryan mencubit pipi adiknya itu, "Uttuuuu.. sayang!! manis deh kalau lagi cemberut kayak gini."


"Isshh kakak..." ketus Nadhif sebal.


Ryan tertawa, "By the way, perutku lapar.. ada nasi gak?? kalo ada tambahin ayam atau something lah.."


"Wah,.. Ryan udah bisa adaptasi disini. tinggal nanti tinggal si Nadhif yang belum bisa adaptasi." gumam pak Abiel.


Nadhif pun menyusul kakaknya yang sedang duduk di ruang tamu dengan wajah datar karena kesal dengan ulah Ryan.


"Kakak kenapa sih bawa aku kesini??" tanya Nadhif.


Ryan menjawab, "Biar kamu bisa lebih beradaptasi."


"Begitu ya??" tanya Nadhif.


"Udah yuk mending kita makan.." seru Ryan.


"Yaudah.." jawab Nadhif dengan terpaksa.


****


Yuk Like, Vote dan Koment...