
Jam setengah tujuh malam
Radit, Senja dan Mentari sedang menunggu hasil tes DNA dokter di sebuah klinik, mereka pun masih penasaran siapa mereka sebenarnya.
"Kalian bertiga silakan masuk.." ucap pak Dokter Azwar.
Radit, Mentari dan Senja duduk di depan dokter. lalu mereka mendengarkan penjelasan terkait hasil tes DNA mereka.
"Apakah kalian bertiga ini merupakan saudara kandung??" tanya Pak Dokter.
Radit menjawab, "Bukan dok.."
"Tapi di data ini menunjukan bahwa kalian bertiga adalah kakak beradik, satu diantaranya sudah satu tahun lebih tua.." jawab pak Dokter.
Radit terdiam, "Lalu bagaimana dok??"
"Jadi, kamu dengan perempuan ini memang saudara kembar.. dan gadis yang di tengah ini adalah kakak kandung tertua kalian.." jawab pak Dokter lagi.
Radit terdiam, lalu menerima tiga map berisi hasil tes DNA itu. "Mentari?? kakak??" ucap Radit dan Senja yang menangis lalu memeluk mentari.
"Ihh ternyata aku punya dua adik kembar selama ini.." gumam Mentari.
Radit menjawab, "Bukan kita saja, ada bulan, bintang dan pagi.."
"Hah?? pliss ayo pulang sekarang ke rumah kamu.. aku udah enggak sabar pengen peluk adik adik aku.." pinta Mentari.
Radit menjawab, "Ayo.."
Ketiganya pun pulang ke rumah, sesampainya disana mereka menemui kedua orangtua yang selama ini mengasuh Mentari sudah ditangkap oleh polisi dengan keadaan penuh luka.
"Radit??? Mentari?? Senja?? sini..." panggil mama Andari kepada tiga anaknya itu.
Radit, Mentari dan Senja segera memeluk mama Andari lalu melepaskan rindu setelah 16 tahun mereka terpisah.
"Dit, ini adalah Senja saudara kembar kamu, dan ini Mentari.. kakak kandung kamu.. maafkan mama yang mulai memberanikan diri untuk berbicara hari ini." kata mama Andari.
Radit menjawab, "Iya ma, lalu ada apa dengan mereka??"
"Mereka adalah orang yang selama ini mama titipkan Senja dan Mentari, mama janji akan ceritakan ini semua pada kalian.. tapi bukan malam ini.." gumam Mama Andari.
Radit mengangguk, "Iya ma, tidak apa apa.."
"Bawa mereka semua pak!!" perintah Radit pada pak polisi.
Mereka menjawab, "Baik.. ayo!!"
Radit, Mentari dan Senja pun masuk ke dalam rumah dan memulai lembaran hidup baru di keluarga yang sesungguhnya.
Beberapa hari kemudian
Radit, Mentari, Senja, Bulan, Bintang dan Pagi duduk di meja makan untuk menyantap sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. mama Andari dan papa Surya pun merasa senang dengan kembali lengkapnya formasi keluarga kecil itu.
"Radit, minta telur dadarnya dong!!" pinta Mentari.
Radit menjawab, "Iya, ini..."
"Mama senang sekali kalian akur, kalian tidak menyangka kan jika Radit itu saudara kandung kalian??" tanya mama Andari.
Radit menjawab, "Kalau Senja dari awal udah curiga, ini pasti adikku.."
"Iya.." jawab Senja.
Radit tersenyum, lalu ia menyantap menu sarapan itu.
"Oh iya, mama akan ceritakan mengapa kalian bertiga bisa terpisah.. jadi gini, Radit dan Senja yang saat itu kembar tidak identik diminta oleh tetua desa kita dulu agar dipisah, katanya sih khawatir akan saling suka.. untungnya sekarang hal itu tidak terjadi." jelas mama Andari.
Radit membalas, "Lalu bagaimana lagi??"
"Senja lah yang akhirnya mama titipkan dulu, lalu mama mengalami hilang kontak tiga tahun setelah Senja dititipkan.. soal Mentari, dia sudah lahir sebelum pernikahan mama dan papa yang sekarang memiliki kalian.. dia itu sebelumnya ditinggal papa kandungnya saat masih dalam kandungan.. makanya mama titipkan, sama katanya biar enggak jadi pembawa masalah barulah Mentari di titipkan ke pasangan suami istri yang semalam ditangkap itu.." jelas mama Andari lagi.
Radit tersenyum, "Yaudah cukup penjelasannya, terimakasih.. kita semua mengerti kok.. yang terpenting keluarga kita kembali lengkap."
"Iya, ini udah siang nih.. ayo berangkat!!" seru Senja.
Radit menjawab, "Mama, kita berangkat dulu.. Assalamualaikum.."
"Waalaikumsallam, hati hati ya!!" pesan mama Andari.
*****************
...Yuk Like, Vote, Komen.....