KalongHunter

KalongHunter
Bab 55 : Kejadian Mengerikan



Setelah berhasil menghilangkan nyawa mama Kiran, sekelompok warga berusaha mencari Kiran yang sudah melanggar perjanjian agar tidak melaporkan apa yang sudah ia alami sejak dulu. seketika langit dipenuhi jutaan kawanan Elang dari berbagai macam spesies yang terbang mengitari wilayah itu.


"Lihat!! banyak burung disana!!" teriak salah seorang warga.


Tak lama, Radit datang bersama Ryan dan puluhan burung Elang yang ikut bersama mereka. dengan kecepatan tinggi, Radit menabrakan motornya pada kerumunan warga itu.


"Braggg!!!"


Awalnya warga mengira yang datang itu adalah benar Radit, akan tetapi mereka terkejut setelah melihat wajah dua pengendara itu yang malah mirip karakter joker di film batman.


"Aaaaa!!!!"


Dua manusia itu mulai menyerang, serta kawanan Elang yang menghujamkan diri ke puluhan warga yang kalang kabut.


"Ini saatntya!!" seru Radit dan Ryan yang sebenarnya bersembunyi di balik rumah Kiran.


Radit dan Ryan mengevakuasi jenazah mama Kiran, lalu membawanya ke rumah sakit. mereka pun akhirnya lolos setelah menaiki helikopter yang dibawa Radit dan disimpan di lapangan belakang rumah Kiran.


"Dreettttt!!!!"


"Halo Dit?? bagaimana perkembangan soal mama aku??" tanya Kiran.


Radit menjawab, "Kami sudah membawa mama kamu, tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya!!"


"Mamaaaa!!!!" teriak Kiran.


Senja merebut ponsel dari Kiran, "Kamu bawa ke rumah sakit mana??"


"Cahaya Kasih, kamu antar Kiran kesana!!" perintah Radit.


Senja menjawab, "Baik kami kesana sekarang!!"


Senja dan anak anak lainnya menyusul ke rumah sakit yang dimaksud Radit, lalu Radit dan Ryan pun tiba di rumah sakit Cahaya Kasih.


"Cepat bawa dia!! agar nanti bisa kita urus untuk pemakamannya.." perintah Radit pada petugas rumah sakit.


Petugas itu menjawab, "Baik.."


Radit dan Ryan segera mengembalikan helikopter itu ke hanggar milik Hamish group, setelah itu mereka kembali ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.


"Kak... ini mama aku bukan??" tanya Kiran pada petugas yang membawa jenazah tertutup kain.


"Mamaaaa!!!!" teriak Kiran yang berusaha ditenangkan oleh Senja, Rara dan Mentari.


Radit dan Ryan pun datang, lalu mereka meminta Kiran bersabar dan mengikhlaskan mamanya itu.


"Sabar ya Kiran!!!" ucap Radit dan Ryan.


Kiran semakin meneteskan air matanya, "Nanti bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpa mama??"


"Sabar ya... nanti ada orangtua kami semua yang bisa menjadi orangtua kamu.." jawab Ryan.


Kiran menjawab, "Iya.."


Beberapa bulan kemudian


Di depan makam kedua orangtuanya, Kiran yang sudah menjadi yatim piatu memberikan sebuah buku raport miliknya yang memiliki nilai bagus.


"Ma, pa.. lihatlah.. ini nilai raport aku...udah enggak ada yang merah lagi.. aku udah bahagia sekarang.." ucap Kiran yang didampingi oleh Senja dan Rara.


Senja menenangkan Kiran, "Kiran, mama dan papa kamu pasti senang disana.. kamu sudah jauh lebih baik sekarang.."


"Iya, sekarang kita sudah kelas tiga.. kita akan segera berpisah untuk meraih mimpi kita masing masing." ucap Kiran.


Senja dan Rara tersenyum, "Iya.. hari ini sudah sore.. lebih baik kita pulang.."


"Ayo.." jawab Kiran yang pulang dari pemakaman itu.


Di rumahnya, Radit semakin serius dengan usahanya bersama Ryan yaitu layanan angkutan barang dan penumpang. mereka pun menyempatkan mengobrol dengan adik adik mereka.


"Dek, kamu sudah punya rencana mau kuliah dimana??" tanya Radit dan Ryan pada Bintang dan Nadhif.


Keduanya menjawab, "Belum tahu kak.."


"Ohh yaudah.." jawab Ryan dan Radit.


...***********...


...Yuk Like, Vote, Komen.....