KalongHunter

KalongHunter
Bab 25 : Rencana Study Tour



Jam lima sore


Dito, salah satu orang kepercayaan Radit sekaligus pemilik travel Hamish tour serta maskapai penerbangan Hamish Group tiba di rumah Ryan untuk mengonfirmasi tentang rencana study tour mini yang akan diselenggarakan besok pagi.


"Assalamualaikum.." ucap Dito.


Dea membuka pintu, "Waalaikumsallam, maaf mau ketemu mas Ryan bukan??" tanya Dea kepada Dito.


"Iya, dia pasti di rumah kan?? motornya ada disini.." tanya balik Dito.


Dea membalas, "Ya bisa aja kan Ryan lagi keluar dan tidak membawa sepeda motor miliknya??? tapi kali ini dia ada di rumah sih, sebentar aku ambilkan minum buat masnya dulu.. sekalian panggil si Ryan."


Ryan datang dari belakang, lalu meniup bagian belakang leher Dea. "Huffttt!!!"


"Aaa Ryan, kamu jahil!! tuh ada tamu, aku mau ambilkan minum dulu." kata Dea.


Ryan menjawab, "Iya, silakan ambilkan dulu.. dia mah kasih kopi aja.."


"Jangan, air panas aja.. tapi pakai kopi." balas Dito.


Ryan duduk disamping Dito, "Itu sama aja bikin kopi wawan, oh iya bagaimana perkembangan rencana study tour besok??"


"Wawan saha coba??" tanya Dito.


Ryan melanjutkan pembicaraannya, "Kan waktu kemarin kita survei langsung kampung Jayabakti, kena hadang lalu gagal. lalu kita ke Desa SukaDuka ada masalah keamanan juga bagaimana dengan lokasi ketiga??"


"Nah itu kan kampung halaman sepupu elu, bisa disana.. hari pertama bantu bantu acara pernikahan sepupu lu.. hari kedua kita ke tempat bersejarah disana dan hari ketiga main bebas lalu pulang." jawab Dito.


Ryan mengelus kepalanya, "Iya sih, disana banyak kenalan Radit juga. baguslah, bagaimana dengan penginapannya??"


"Sebenarnya kan sepupu lu itu menyewa gedung serbasalah.. jadi lu dan kawan kawan menginap di villa punya kakek lu." jawab Dito.


Ryan membalas, "Yowes, berarti kalau menginap di kakek lu berapaan?? biar gua kondisikan dengan bendahara."


"Hmm.. total dari transport sama menginap sih jadi dua juta lima ratus, itu sudah termasuk potongan harga karena lu cucunya kakek Sugiono." balas Dito.


Ryan menjawab, "Oke, nanti gua ke rumah si Ratu Nasywa buat ambil uang transport dulu. untuk penginapan, pembayaran kita lakukan jika sudah sampai disana."


Dito menjawab, "Ashiap, kira kira penumpangnya siapa aja??"


"Gua, Radit, Andra, Agung, Tyo dan Daniel. tim ceweknya ada Ratu Nasywa, Mentari, Senja, Indira dan si Dea." jelas Ryan.


Dito menuliskan nama nama itu, lalu ia bersalaman dengan Ryan. "Oke sip, jadi besok uang transport sebelum keberangkatan??"


"Ini kopinya mas.." ucap Dea.


Dito menengok ke Dea, "Ini cewek siapa sih??"


"Kakak gua... ups maksudnya sepupu.." jawab Ryan.


Dea terdiam, lalu ia kembali masuk ke dalam rumah. Ia pun melanjutkan pertanyaannya, "Gimana?? mau diambil kapan uangnya??"


"Malam ini, bersama anak anak.." jawab Ryan.


Dito mengambil kopi itu, "Bentar, saya terima ya kopinya.. terimakasih!!"


"Sama sama.." jawab Ryan.


Di jalanan, Radit bersama Andra, Agung dan Daniel terjebak kemacetan. karena kendaraan tak kunjung bergerak, mereka pun memutuskan bermain ular tangga sejenak.


Andra pun menaikan gundu miliknya melewati tangga, aksi mereka pun membuat semua orang tertawa.


"Aduh, kena ekor.." batin Radit.


Kendaraan pun mulai melaju kembali, Radit dan anak anak pun kembali keatas motor masing masing.


"Dreetttt!!!"


"Ryan?? halo?? ada apaaan??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Lu dimana?? ke rumah gua dulu, bonceng gua ke rumah si Ratu."


"Ashiap, gua langsung kesana.. tadinya mau ke rumah sakit dan ahh macet,malas.. mending balik lagi." jawab Radit.


Ryan menjawab, "Oke, buruan.."


"Siap.." jawab Radit.


Radit dan beberapa kawannya menyelinap diantara kendaraan yang memadati pusat kota Bogor.


"Lalalala.." Radit malah bergumam.


Dengan skill yang mereka punya, akhirnya melalui jalan sempit pun mereka tempuh. "Mendaki gunung, mendaki lembah.. dikejar angsa tercebur ke sawah kemudian."


"Salah lirik woy!! ehh motorku.." batin Andra.


Setelah melalui jalur gang yang sangat sempit, Radit dan kawan kawannya tiba di rumah Ryan untuk pergi ke rumah Ratu mengambil uang study tour.


"Assalamualaikum.." ucap Radit yang berada di depan rumahnya sendiri.


Ryan menjawab, "Waalaikumsallam, by the way kan gua yang suruh lu balik. kenapa lu balik ke rumah sendiri??"


"Ehh salah, maaf.." balas Radit.


Ryan menjawab, "Ehh, lawak juga lu.. mana garing lagi.."


"Hargai gua dikit lah.." batin Radit.


Ryan langsung naik keatas motor Radit, "Gass ke rumah Ratu.."


"Lu yang bawa.." balas Radit.


Ryan mengangguk, "Oke.."


Radit mundur ke belakang, lalu Ryan naik dan menancapkan gas motor milik Radit.


"Lah berangkat lagi?? capek deh.." batin Andra.


"Mending gua balik ke kantor lagi, sebelum kena hujat netizen ada disini sendiri." batin Dito yang menancapkan gas motornya tanpa berpamitan dengan Dea.


************


...Maaf Baru Up, karena baru selesai Sidang dan sibuk mengerjakaj revisi tugas akhir....


...Yuk Like, Vote, Komen......