KalongHunter

KalongHunter
Bab 62 : Cerita Baru Radit



Di bandara Kota Baru, sebuah pesawat Airbus A350 yang dikemudikan oleh pilot captain Raditya dan Co Pilot captain Daniel melakukan landing setelah melakukan penerbangan dari Jepang. kebetulan, Senja yang setiap sore pulang dari kampus melakukan spotting dan ia berhasil mendapatkan foto pesawat yang dikemudikan oleh kakaknya itu.


"Yesss... bangga sekali!! spot pesawat dimana di dalamnya ada kakak aku.." ucap Senja dalam hati dan tersenyum bahagia.


Setelah pesawat sedang menurunkan penumpang, Radit pun keluar dari pesawat lalu ia berjalan pulang bersama Captain Daniel.


"Dreetrrrttt!!!"


"Halo Dit!!" ucap Indira yang berada di seberang telepon.


Radit menjawab, "Iya, kenapa Indira??"


Indira menjawab, "Dit, aku kan akan menikah besok. kamu bisa kan datang?? soalnya si Ryan sibuk banget dia ada penerbangan Kargo ke Dubai."


"Iya, ini saya mau pulang.. berarti saya pulang ke rumah kamu aja ya!!" balas Radit.


Indira menjawab, "Iya.. hati hati dijalan Dit!!"


Radit pun menaiki taksi, lalu ia pulang ke rumah Indira bersama Captain Daniel karena mereka berdua akan melakukan dokumentasi acara pernikahan Indira.


Di rumah Indira, Ryan sedang makan sore. ia akan berangkat ke bandara setengah jam lagi, namun Radit belum juga datang.


Radit turun dari taksi, lalu ia berjalan ke rumah Indira yang sudah ada tenda disana.


"Rame benar!! nanti kita mulai dokumentasi dari sini, nanti semua prosesi akan dilaksanakan sebelah sana dekat pintu samping. dan kalau posisi pelaminan disana jauh juga ya??" tanya Radit.


Daniel menjawab, "Benar juga.. tapi ini keinginan Indira, paling kita hanya bisa kasih saran doang."


"Benar.." jawab Radit.


Ryan menyantap makanan yang sudah disediakan oleh Dea, lalu Dea menatap Ryan dengan tatapan sedih karena di kesempatan kumpul besar keluarga dia malah bekerja.


"Yan, emang enggak bisa libur??" tanya Dea.


Ryan menjawab, "Enggak, sebenarnya pengen juga ikutan acara ini.. cuman karena pekerjaan inilah dan pengen mencoba hal baru makanya acara sakral kayak begini Iyan enggak ikut dulu."


Radit datang, lalu ia mencoba menggagalkan upaya Ryan untuk makan.


"Assalamualaikum.. woy makan lu??" tanya Radit.


Ryan membalas, "Waalaikumsallam, enggak ini lagi senam mulut.."


"Ohh senam mulut, kok aneh ya mukanya??" tanya Radit lagi.


Ryan menjawab, "Ya iyalah ini lagi mau makan, perasaan dari tadi mau makan aja susah. gua udah mau berangkat ini!!" ketus Ryan sebal. "Lu besok gantiin gua ya!!" pinta Ryan.


Radit menjawab, "Iya.. eh si Indira kemana??"


"Lagi dibersihin dulu, kamu kalau mau makan ambil saja di dapur." perintah Dea.


Radit menjawab, "Iya, ayo Niel.."


setelah makan, Ryan langsung beranjak keluar untuk berangkat bekerja. "Kak, bilang sama mama.. Iyan berangkat bekerja dulu ya!!"


"Iya, hati hati dijalan ya!!" balas Dea.


Ryan langsung menaiki taksi, kemudian ia pergi ke bandara untuk menunggangi pesawat Boeing 747-400 SCD milik Hamish SkyCargo.


Radit yang selesai mandi dan shalat magrib segera makan malam, Indira yang selesai dibersihkan terkejut karena yang sedang makan bukanlah Ryan. namun Radit dan Daniel.


"Radit?? Ryan mana??" tanya Indira.


Radit menjawab, "Dia sudah berangkat tadi, kamu kok kelihatan lebih cantik ya??" balas Radit.


"Itu dia Dit, yang bikin aku enggak tenang meskipun besok adalah hari bahagia aku itu. yang aku dapat dari Nadhif, Ryan jika berada di dua pilihan sulit akan mengorbankan salah satunya jika ada sesuatu yang menganggu dirinya di salah satu pilihan itu." jawab Indira dengan wajah kebingungan.


Radit meletakan sendok dan garpu yang ia pegang, lalu ia menjelaskan kepada Indira soal Ryan.


"Ryan tidak sejahat itu, mungkin dalam hatinya dia ingin ada disini dan meramaikan pernikahan kamu. dugaan Adit sih kayaknya ada salah satu dari keluarga kita atau someone yang mengucapkan sesuatu yang mengganggu Ryan." duga Radit.


Daniel membisikan sesuatu kepada Radit, "Coba kamu tanya Dea, tadi saat kita datang hanya dia saja yang wajahnya murung." saran Daniel.


Radit memanggil Dea, "Dea, sini Adit pengen tanya dulu.."


"Ada apa Dit??" tanya Dea.


Radit balas bertanya, "Kamu yang ada apa?? kok kamu murung?? juga tadi saya lihat Ryan murung.. kalian tadi pergi ke sebuah tempat tidak??"


"Iya... tadi aku sama Iyan pergi ke acara di Desa Seberang.. nah disana itu aku lumayan lama.. dan aku cukup terkenal disana.. sehingga warga Desa Seberang menyarankan aku agar menerima lamaran seseorang.. saat itu juga Ryan wajahnya langsung murung dan mengajak aku pulang.. aku juga dicegat oleh mereka karena muncul gosip jika aku menolak lamaran seseorang itu maka aku akan kesulitan mendapat jodoh lagi. kebetulan sebelum mengetahui Ryan adalah adik aku juga, sudah ada dua orang yang lamarannya aku tolak." jelas Dea.


Radit tersenyum, "Oalah, kamu belum tahu ya?? Ryan sama saya itu sebelas dua belas. punya sikap introvert, ga betah di keramaian.. mungkin Ryan langsung murung juga karena energinya sudah habis."


"Ohh, pantas tadi ada anak lokal yang meminta Ryan dan aku agar segera pulang.. katanya sih acara undangan itu adalah jebakan." lanjut Dea.


Radit melanjutkan makan malamnya, "Saat ini saya sendiri termasuk kalian semua dalam ujian, yaitu kalian harus bisa menghadapi persoalan berat."


"Maksud kamu??" tanya Dea.


Radit menjawab, "Kalian harus bisa memilah dan memilih anjuran yang disarankan oleh kaum tua. dalam hal ini saya enggak ajarin kalian buat durhaka, tapi jika menemukan saran yang agak janggal dari mereka. kalian punya hak untuk mempertimbangkan, menolak serta memberikan pemahaman bahwa yang mereka katakan itu salah."


Indira mengangguk,"Jadi kesimpulannya adalah saat menjalani rumah tangga nanti, aku harus punya pendirian yang kuat??"


"Iya, serta saran dari orangtua saya sebagai wali kamu dan juga keluarga mertua kamu hanya sebagai jembatan. kamu tinggal pilih aja, yang tepat lakukan yang tidak tinggalkan." jelas Radit.


Indira menjawab, "Iya, yaudah aku ke kamar dulu.."


"Oke.." jawab Radit.


**************


...Yuk Like,Vote, Koment.....