
Jam Lima pagi
Sebuah mikrobus AC milik Hamisi Trans sudah tiba di depan rumah Radit, secara bersamaan juga pak Nandi datang dengan diantar oleh anaknya menggunakan motor. Pak Nandi pun menemui Radit dan Ryan yang sudah menyiapkan beberapa barang untuk dibawa.
"Assalamualaikum.." ucap Pak Nandi.
Radit menjawab,"Waalaikumsallam, Pak langsung naik ke dalam bus saja.. kita tunggu yang lain dulu.."
"Siap Dit.." jawab Pak Nandi.
Tak lama, Andra, Indira, Mentari, Ratu Nasywa, Agung, Tyo dan Daniel datang. lalu mereka semua langsung membawa barang mereka ke dalam bus, "Yang barang bawaannya agak besar bisa disimpan di bagasi."
"Tidak ada Dit.." jawab Indira.
Senja dan Dea pun ikut naik, Radit sebagai ketua tim dan Pak Nandi sebagai pengawas pun membuka kegiatan itu dengan berdoa.
"Ayo semuanya berdoa, semoga acara ini dilancarkan.. berdoa mulai.." ucap Pak Nandi.
"Selesai.."
Setelah berdoa, perjalanan pun dimulai. mereka semua melalui jalanan kota dimana saat di perjalanan banyak bus bus antar kota yang mulai berangkat.
"Yakin sih, si Radit bakalan panen.." gumam Senja.
Ryan sebagai cucu pemilik villa yang akan ditempati pun memberikan arahan dan membacakan aturan yang harus mereka taati.
"Baik kawan kawan, mungkin kita akan tiba sebelum dzuhur, maka dari itu setibanya disana semua laki laki melaksanakan shalat dzuhur dan khusus perempuan menyesuaikan dan saya tekankan agar bagi perempuan yang sedang halangan diharapkan mengantongi bawang putih, gunting dan yang pasti tetaplah berdoa dan memohon perlindungan kepada yang Maha Kuasa agar terjaga dari hal yang tidak diinginkan." Jelas Ryan.
Anak anak pun menjawab, "Baik.."
Radit memberikan uang dengan jumlah yang sesuai kesepakatan pada pak sopir, itu adalah gabungan dari uang crew, bensin serta penyewaan unit yang nantinya akan menjemput mereka lusa.
"Ini pak.. sesuai kesepakatan." ucap Radit.
Pak Andi, selaku crew sekaligus sopir cadangan menjawab, "Baik, terimakasih.. nanti kita jemput lagi lusa ya??"
"Iya.. itu baru setengahnya yang untuk crew. nanti sisanya saya berikan saat kepulangan." jawab Radit.
Di perjalanan, mereka disuguhkan oleh pemandangan alam yang sangat indah. dari curug atau air terjun, pegunungan, hingga langit biru yang sangat menyejukan mata.
"Woww.." ungkap Senja.
Diantara anak anak yang bahagia, hanya Ratu yang nampak terdiam. Andra pun mencoba menanyakan sesuatu pada Ratu.
"Kamu kenapa?? kalau mau latihan baca saya ada kantong plastik." tanya Andra.
Ratu menjawab, "Apaan sih??? jaga sikap kamu ya!! sebelum nanti kamu menyesal."
"Idih baperan.." balas Andra yang kembali duduk di tempatnya.
Dito bersama beberapa sadudulur atau anak cucu pak Kasim sedang bantu bantu untuk mempersiapkan acara salah satu dari mereka yang akan menikah besok. termasuk dari menyiapkan kursi, merapikan meja dan menghias pelaminan. tak lama, ada sesosok perempuan yang berdiri di sebuah lorong dan disaat yang sama Rendi sepupu Ryan melintas.
"Berhenti.." ucap gadis itu.
Rendi terdiam, "Kenapa memang??"
"Kamu jaga Ryan, jangan sampai jika ada masalah apapun dia yang disalahkan. akan butuh waktu yang lama untuk dia agar bisa move on dari permasalahan yang terjadi." pesan gadis itu.
Rendi mengucek matanya, tak lama sosok itu menghilang.
"Apaan ya?? semoga saja bukan sesuatu yang buruk.." gumam Rendi.
**********
Ryan Ramadhan Syahreza, seorang anak laki laki berusia tiga belas tahun. hidup sebagai anak korban broken home, bukanlah menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi dirinya. ia pun sempat hampir menjadi seperti Cinderella, namun setelah mengenal Raditya Achbaar hidupnya mengalami perubahan yang pesat hingga ia memiliki mobil, dua rumah dan beberapa aset lainnya.
Ryana Dea Ramadhani, seorang gadis anak buruh bangunan yang terpisah sejak ia masih bayi karena sebuah keadaan darurat. hingga ia diadopsi sebuah keluarga yang hanya sayang pada dirinya saat bayi, namun ketika beranjak dewasa malah memperlakukan Dea seperti bawang putih.
Andra Ramawan, Anak pengusaha kaya ini memiliki keunikan sendiri. dimana ia sangat tidak senang dipanggil tampan karena sebelumnya sempat terkena fitnah yang membuat dirinya dikeluarkan oleh sekolah SMA sebelum ia bertemu Radit dan ia pun sempat tertinggal satu tahun sebelum akhirnya si penuduh tadi meminta maaf karena aksinya diketahui hanya fitnah semata. karena itu Andra memiliki kebiasaan selalu mengenakan kacamata bulat, selalu menghisap permen dan berjalan malu malu. padahal aslinya ia memiliki tubuh kekar, pemberani dan juga wajah yang tampan.
*****
...Yuk Like,Vote, Komen...