
Indira membuka matanya, ia melihat daerah sekitar yang hanya ada hutan yang lebat serta gelap. tak lama ada suara orang menyebut nama dirinya dari kejauhan.
"Indiraaa!!!" sahut seseorang dari kejauhan.
Indira mencari sumber suara itu, lalu ia menemukan seseorang berambut panjang dengan sayap putih dan mahkota bunga membelakangi dirinya.
"Siapa kamu??" tanya Indira.
Gadis itu berbalik, ternyata dia adalah Brenda. "Hai Indira!! kita bisa bertemu lagi disini, sayangnya kita berada di alam yang berbeda." gumam Brenda.
Indira terdiam,"Aku kenapa ini??"
"Kamu menjadi korban tabrak lari, dan saat ini kondisi kamu sedang koma. bukan titik, apalagi spasi." jawab Brenda.
Indira meneteskan air matanya, "Aku dimana ini?? aku masih belum mau seperti kamu."
"Iya, lagian kamu masih ada kesempatan kedua. kembalilah dan cari jawaban tentang alasan Ryan tidak begitu peduli sama kamu. dan, aku harap kamu jangan kaget jika menerima jawaban dari Ryan." pesan Brenda.
Indira meneteskan air matanya, lalu Brenda kembali terbang dan tetesan air mata Brenda yang menyentuh tanah menghasilkan cahaya terang yang membuat ia terbangun dari koma.
"Indira?? dok!!!dok!!!" panggil Denisa, kakak Indira yang melihat tangan adiknya bergerak serta mulai membuka matanya perlahan.
Dokter mengecek kondisi Indira, setelah beberapa saat Dokter keluar dari ruang ICU rumah sakit.
"Bagaimana dok??" tanya Denisa.
Dokter menjawab,"Saudari Indira mengalami benturan hebat, sehingga mungkin ia sedikit mengalami amnesia yang tidak begitu parah."
"Hah?? Tapi itu sifatnya sementara kan??" tanya Denisa.
Dokter menjawab,"Iya, ini pasti bisa disembuhkan dengan beberapa terapi. kamu tenang saja, sekarang ibu bisa masuk dan kembali menemani adiknya."
Di sisi lain, Radit dan Senja selesai diperiksa secara bergantian. lalu mereka duduk berdampingan dan mendengarkan penjelasan Dr Strange tentang penyakit mereka.
"Raditya Achbaar, sudah tidak ada keluhan yang berarti, tapi ada pusing sedikit dan kadang lemas ya!! itu sih sebenarnya gejala masalah dia malas dan hanyak tugas." jelas Dr Strange.
Radit menjawab,"Baik Dok.."
Dr Strange memberikan beberapa bungkus obat, "Nih, jangan lupa diminum sebelum dan sesudah makan.."
"Baik.." jawab Radit yang kini bergantian Senja yang duduk dihadapan Dr Strange.
Dr Strange memperhatikan hasil pemeriksaan pada Senja, "Baik ananda Senja, untuk keluhan pusing dan lemas sudah tidak ada ya?? tinggal masalah P*p yang masih ada frekuensi waktu yang saling berdekatan."
"Lalu bagaimana dok??" tanya Senja.
Dr Strange menjawab, "Kamu tinggal menjaga pola makan, hindari dulu makanan yang pedas serta mengandung asam."
Radit menatap Senja tajam, "Ehh iya maaf, aku cuman bercanda."
"Untung kamu cakep loh, kalau enggak bisa habis kamu.." gumam Radit.
"Hehe Iya maaf.." gumam Senja.
Dr Strange menutup buku resepnya, "Baik, kalian berdua boleh pulang.."
"Baik Dok.. terimakasih.." ucap Radit dan Senja.
"Sama sama.." jawab Dr Strange.
Di rumahnya, Ryan sedang menempelkan stiker layanan usahanya. ia pun akan memulai masa ujicoba bersamaan dengan Radit besok,
"Nah sip, besok siap mengudara.." gumam Ryan.
Ryan pun kembali masuk ke dalam kamarnya dan berbaring sejenak sambil menonton televisi. "Acara apa yang bagus untuk malam ini??".
"Nonton liga inggris Worth it juga, oke kita ke channel ini." gumam Ryan.
Sesaat kemudian, Dea masuk ke dalam kamar lalu ia menawarkan makan kepada Ryan. "Yan, mau makan tidak??"
"Enggak kak, Iyan masih kenyang.." jawab Ryan.
Dea duduk di samping Ryan, "Yan, kakak mau tan.. eh kok jadi kakak sih?? aku kan cuman nebeng di rumah kamu."
"Enggak apa apa, figur kakak udah ada sama kamu.. mau tanya apa emang??" tanya Ryan.
Dea melanjutkan pembicaraannya, "Kak Dea mau tanya, kamu sama Raina ada hubungan apa dan mengapa Indira kamu perlakukan berbeda tidak seperti Brenda dan aku??"
"Simple aja sih, Untuk Indira Iyan pengen hilangkan dulu sikap sombong dari dalam dirinya. sesudah itu baru Iyan akan perlakukan sama seperti Raina, Brenda dan Kak Dea.. dan untuk Indira sendiri hanya sekedar dekat saja.." gumam Ryan.
Dea menatap Ryan, "Apa iya dek?? dari foto foto kamu dan caption instagramnya agak agak memuji Raina. emang kamu suka sama dia??"
"Ya iyalah suka, masa dekat tapi tidak suka?? bagaimana kak Dea ini.." balas Ryan.
Dea mencubit pipi Ryan, "Hmmm.. ada ada aja kamu ya!! awas aja kalau kamu aneh aneh."
"Idih.. apaan sih??" tanya Ryan.
*********
...Yuk Like,Vote, Komen.....