KalongHunter

KalongHunter
Bab 56 : Kejanggalan



Angga yang kini bekerja di Kalong SkyCargo mengantarkan paket ke rumah Mentari, setibanya disana ia melihat banyak orang dan kendaraan yang ada di sekitar rumah teman satu kelasnya itu.


"Ada acara apa ini??" tanya Angga yang merasakan keanehan di beberapa tempat disana.


Akan tetapi karena tugasnya hanya mengantar paket, ia pun mencoba mengetuk pintu untuk menyerahkan paket itu.


"Permisi..." ucap Angga.


Seseorang membuka pintu, ternyata seorang pria berbadan kekar keluar lalu menatap Angga. "Maaf pak, saya hanya mengantar paket.. jika sudah dibayar saya langsung lanjut jalan lagi."


"Iya, berapa semuanya??" tanya Pria itu.


Angga menelan ludahnya, "Tiga puluh enam ribu pak, usahakan pakai uang pas ya!!"


"Nih lima puluh ribu, kamu bawa saja semua..." ucap Pria itu.


Angga menjawab, "Terimakasih pak, ini barangnya.. saya foto dulu, oke sip permisi ya!!"


"Oke.. aneh sekali, dari sekian banyak orang yang pernah kutemui.. cuman dia yang langsung to the point, yang lain kebanyakan kepo terhadap urusanku.. ada apa ya??" tanya pria itu.


Angga berlari ke motornya, lalu ia langsung menancapkan gas motornya.


Beberapa saat sebelumnya..


Flashback


Angga tiba di sebuah rumah kosong, lalu ia berusaha mengetuk pintu rumah itu. namun anehnya, pintu terbuka sendiri. dengan sisa nyali yang masih ada, dia terus menyusuri rumah kosong itu.


"Mas??" ucap seorang perempuan konten kreator horor yang sedang ada disana.


Angga terkejut, lalu ia bertingkah seperti yang akan disengat lebah. "Aaa!! pait...pait..paitt.."


"Hei!! aku manusia!!" teriak perempuan itu.


Angga bernafas lega, "Kamu ngapain disini??"


"Aku lagi cari hantu Skrien, Aana sama Samaya.. sama persis yang diceritakan oleh rekan sesama konten kreator lainnya.." jawab perempuan itu.


Angga membalas, "Kamu tahu alamat rumah ini tidak?? katanya di dalam aplikasi ini lokasi akhir di rumah ini.."


"Hmm... entah sepertinya orang jahil deh.. mana ada hantu pesan barang branded seperti itu!!" gumam Perempuan itu.


Angga mengangguk, "Yaudah, jika disini tidak ada yang mengakui saya bawa pulang saja.."


"Yaudah, kamu pulang sana!! nampaknya sudah kelelahan.." jawab Perempuan itu.


Jam setengah delapan pagi


Mentari datang ke rumah Senja, untuk sekedar bermain saja. "Assalamualaikum Senja.." ucap Mentari yang berada di depan rumah Senja.


Senja menjawab, "Waalaikumsallam, Eh Mentari.. ayo masuk!!"


"Iya, terimakasih Senja.." balas Mentari yang masuk ke dalam rumah Senja.


Senja mengambilkan beberapa air mineral dalam kemasan lalu menyuguhkannya pada Mentari. "Nih minum dulu, mau apa kamu kesini??" tanya Senja.


Mentari menjawab, "Aku lagi enggak ada kerjaan aja, sekalian ajak kamu spotting."


Senja menjawab, "Iya ayo, aku siap siap dulu.."


Mentari mengangguk, "Iya, aku tunggu.."


Senja masuk ke dalam kamarnya, lalu Mentari berjalan jalan melihat foto foto yang ada di rumah Senja.


Senja yang selesai berdandan keluar dari kamarnya sambil membawa HP miliknya, "Kamu kenapa Tar??"


"Enggak, kita berangkat sekarang???" tanya balik Mentari.


Senja menjawab, "Baik, ayo.."


Radit yang sedang mencuci mobil miliknya tak kuasa menahan kantuk yang ia rasakan, ia pun terjatuh dan membentur pintu mobilnya.


"Awww!!!!"


"Aduh, efek begadang semalam ini!!" gumam Radit.


Ryan yang keluar dari rumahnya segera menghampiri Radit yang sedang memegang kepalanya.


"Kenapa Dit??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Kepalaku kejedot pintu, karena mengantuk kayanya.. boleh minta tolong cuci mobil gua ga??"


"Yaudah sini.." jawab Ryan.


Radit memanggil Bintang untuk membuatkan kopi, "Bintang, sini dulu deh.."


"Kenapa kak??" tanya Bintang yang keluar dari dalam rumah..


Radit menjawab, "Tolong buatkan kopi buat mas Ryan, kakak mau tidur dulu.. dari semalam enggak bisa tidur ini.."


"Oke sebentar.." jawab Bintang.


Radit masuk ke dalam rumah, lalu ia merebahkan diri di sofa dan terlelap tidur.


Ryan melanjutkan mencuci mobil Radit, lalu ia dihampiri oleh Raina yang datang mengunjungi dirinya.


"Halo Ryan!!" sapa Raina.


Ryan menjawab, "Halo juga, tumben main kesini??"


"Aku mau antarkan kamu makanan, sekalian ada hal yang mau dibicarakan sama kamu." jawab Raina.


Ryan mengangguk, "Yaudah, duduk aja di depan rumah saya.. ini saya lagi mencuci mobil punya Radit."


"Oke, aku simpan di meja teras ya makanannya!!" jawab Raina.


Ryan berdiri sejenak, "Coba kamu ceritakan saja apa yang kamu sampaikan.."


Raina menjawab, "Begini, terkait siapa saudara kembar kamu dan Radit. Aku curiga sama Dea dan Mentari deh.."


"Lha?? saya pikir Radit sama Senja ada kemiripan.." balas Ryan.


Raina melanjutkan pembicaraannya, "Dea itu paling perhatian dan dari segi tatapan dia emang punya aura layaknya seorang kakak.. kamu aja kalau bajunya berantakan Dea yang merapihkan.."


"Benar juga, masa iya saya harus Tes DNA??" tanya Ryan.


Raina menjawab, "Kayaknya harus, biar ada jawaban Yan.."


Ryan berpikir sejenak, "Yowes, nanti saya pikirkan.. terimakasih ya Sarannya!!"


"Sama sama.." jawab Raina yang melanjutkan duduk di teras rumah Ryan.


*****************


...Yuk Like, Vote, Komen......